Ad Placeholder Image

Pengertian Bekam: Pahami Terapi Kuno Penuh Khasiat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Pengertian Bekam: Kenali Manfaat dan Jenisnya

Pengertian Bekam: Pahami Terapi Kuno Penuh KhasiatPengertian Bekam: Pahami Terapi Kuno Penuh Khasiat

Pengertian Bekam: Terapi Kuno untuk Kesehatan

Bekam adalah sebuah metode pengobatan alternatif yang telah dipraktikkan sejak zaman kuno. Teknik ini berasal dari tradisi Timur Tengah dan Tiongkok, dikenal juga dengan sebutan cupping therapy. Pengertian bekam secara umum merujuk pada penggunaan cangkir khusus yang ditempelkan ke permukaan kulit untuk menciptakan hisapan.

Hisapan ini bertujuan untuk menarik kulit dan lapisan otot di bawahnya ke atas, yang dipercaya dapat menghasilkan berbagai efek terapeutik. Proses bekam berfokus pada upaya mengeluarkan darah statis atau “darah kotor” dari tubuh. Selain itu, bekam juga diyakini melancarkan aliran darah dan mengurangi nyeri otot.

Apa Itu Bekam: Sebuah Metode Penyembuhan Tradisional

Secara lebih mendalam, bekam adalah sebuah praktik yang melibatkan penempatan cangkir pada area tubuh tertentu. Cangkir-cangkir ini menciptakan tekanan negatif melalui pemanasan atau pompa vakum.

Metode ini secara tradisional dipercaya dapat membantu proses detoksifikasi tubuh. Bekam juga dianggap mampu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Beberapa keluhan yang sering dihubungkan dengan bekam antara lain sakit kepala, nyeri punggung, dan bahkan tekanan darah tinggi.

Sejarah dan Asal Usul Bekam

Praktik bekam memiliki akar yang dalam dalam sejarah pengobatan tradisional dunia. Catatan sejarah menunjukkan bahwa bekam telah ada ribuan tahun lalu di peradaban Mesir kuno, Tiongkok, dan Timur Tengah.

Di Timur Tengah, bekam dikenal sebagai Hijamah dan merupakan bagian dari praktik pengobatan dalam Islam. Sementara itu, di Tiongkok, bekam menjadi salah satu komponen penting dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM). Tradisi ini menunjukkan bahwa manfaat bekam telah dipercaya lintas budaya dan generasi.

Jenis-Jenis Bekam: Kering dan Basah

Dalam praktiknya, bekam terbagi menjadi dua jenis utama yang memiliki sedikit perbedaan prosedur. Pemilihan jenis bekam sering disesuaikan dengan kondisi dan tujuan pengobatan.

  • Bekam Kering (Dry Cupping): Jenis bekam ini hanya melibatkan proses penghisapan kulit menggunakan cangkir. Tidak ada sayatan yang dibuat pada kulit. Bekam kering bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah lokal dan meredakan ketegangan otot.
  • Bekam Basah (Wet Cupping): Setelah proses hisapan awal, praktisi akan membuat sayatan kecil pada kulit. Kemudian, cangkir ditempelkan kembali untuk menghisap sejumlah kecil darah keluar. Metode ini dipercaya dapat mengeluarkan darah statis atau “kotor” dan racun dari tubuh.

Prosedur Bekam: Bagaimana Dilakukan?

Pelaksanaan bekam melibatkan beberapa langkah standar untuk memastikan keamanan dan efektivitas. Prosedur ini harus dilakukan oleh praktisi yang terlatih dan memahami anatomi tubuh.

Pertama, praktisi akan membersihkan area kulit yang akan dibekam. Kemudian, cangkir khusus ditempatkan pada kulit. Udara di dalam cangkir dihilangkan dengan memanaskannya atau menggunakan pompa vakum untuk menciptakan hisapan.

Cangkir biasanya dibiarkan menempel selama beberapa menit, tergantung pada jenis bekam dan kondisi individu. Area yang sering dibekam meliputi punggung, perut, atau kaki, disesuaikan dengan keluhan yang dialami.

Manfaat Bekam yang Dipercaya Secara Tradisional

Bekam telah lama dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat-manfaat ini sering dikaitkan dengan peningkatan sirkulasi dan detoksifikasi.

Secara tradisional, bekam digunakan untuk mengurangi nyeri otot dan sendi. Praktik ini juga diyakini dapat melancarkan aliran darah, sehingga membantu pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh.

Selain itu, beberapa orang percaya bahwa bekam dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Potensi manfaat lainnya mencakup meredakan sakit kepala, nyeri punggung, serta membantu mengelola tekanan darah tinggi.

Potensi Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun secara umum dianggap aman bila dilakukan oleh praktisi yang kompeten, bekam dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling umum adalah bekas kemerahan atau memar pada kulit yang dapat bertahan beberapa hari.

Pada bekam basah, ada risiko infeksi jika alat tidak steril atau prosedur tidak higienis. Oleh karena itu, penting untuk memastikan praktisi menggunakan peralatan steril sekali pakai.

Beberapa kondisi medis menjadi kontraindikasi, artinya bekam tidak disarankan untuk penderita kondisi tersebut. Contohnya, individu dengan kelainan pembekuan darah, anemia berat, atau wanita hamil perlu berkonsultasi medis sebelum melakukan bekam.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Bekam adalah metode pengobatan alternatif yang telah dipraktikkan secara turun-temurun. Meskipun banyak yang merasakan manfaatnya, penting untuk selalu mempertimbangkan aspek medis modern.

Sebelum memutuskan untuk mencoba bekam, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan. Konsultasi ini membantu memastikan bahwa bekam sesuai dengan kondisi kesehatan individu dan tidak berinteraksi dengan pengobatan lain yang sedang dijalani.

Halodoc menyediakan akses ke informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya. Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai bekam atau kondisi kesehatan lainnya, segera hubungi dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat.