• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Diabetes Bisa Kena Pemfigoid Bulosa, Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Diabetes Bisa Kena Pemfigoid Bulosa, Ini Faktanya

Pengidap Diabetes Bisa Kena Pemfigoid Bulosa, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Juli 2020
Pengidap Diabetes Bisa Kena Pemfigoid Bulosa, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Menjaga pola makan sehat dapat menghindari kamu dari berbagai gangguan penyakit, salah satunya penyakit diabetes. Tentunya, berbagai gejala dialami oleh pengidap diabetes. Lakukan pengobatan agar diabetes yang dialami tidak menyebabkan komplikasi yang lebih buruk pada kesehatan, salah satunya adalah pemfigoid bulosa.

Baca juga: Benarkah Pemfigoid Bulosa Bisa Menular?

Pemfigoid bulosa terjadi ketika munculnya luka lepuh yang disebabkan oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Meskipun jarang terjadi, pengidap diabetes yang memasuki usia lanjut, sebaiknya atur pola makan dengan membatasi makanan yang menjadi pantangan bagi pengidap diabetes agar pemfigoid bulosa dapat dicegah.

Diabetes dan Pemfigoid Bulosa

Penyakit diabetes terjadi ketika kadar gula kadar dalam tubuh melebihi kadar normal. Gula darah atau glukosa adalah kandungan yang diperlukan oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Namun, saat glukosa terlalu banyak tubuh tidak dapat menyerap secara maksimal yang membuat glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini berisiko meningkatkan berbagai gangguan pada organ tubuh.

Penyakit diabetes terdapat 2 jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Kedua jenis memerlukan pengobatan yang berbeda. Melansir Diabetes UK, diabetes tipe 1 diatasi dengan mengontrol kadar insulin dalam darah. Sedangkan diabetes tipe 2, memiliki lebih banyak pilihan pengobatan yang bisa dilakukan dibandingkan diabetes tipe 1, seperti mengontrol kadar insulin, melakukan pola makan sehat, olahraga, dan penggunaan obat-obatan.

Namun, penggunaan obat-obatan bagi pengidap diabetes tipe 2 bukan tanpa risiko. Melansir Medscape, penggunaan salah satu jenis obat-obatan diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko pemfigoid bulosa pada pengidap diabetes.

Bagi pengidap diabetes tipe 2, tidak ada salahnya untuk selalu bertanya pada dokter mengenai tanda-tanda lain pada tubuh yang muncul setelah penggunaan jenis obat-obatan apa pun. Selain itu, selalu konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter agar kesehatan tidak semakin memburuk. Kini menghubungi dokter bisa melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. 

Baca juga: Begini Pengobatan untuk Atasi Pemfigoid Bulosa

Kenali Gejala Pemfigoid Bulosa

Selain pengidap diabetes, pemfigoid bulosa pun dapat menyerang siapa saja. Sebaiknya ketahui beberapa gejala dari pemfigoid bulosa agar kondisi ini dapat diatasi dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih buruk lagi.

Melansir National Organization for Rare Disorders, gejala awal dari pemfigoid bulosa adalah kemerahan dan gatal yang terjadi pada kulit. Kondisi ini akan dirasakan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan yang disertai munculnya lepuhan dengan isi cairan di dalamnya. Lepuhan ini dapat muncul pada area kaki, tangan, ketiak, perut, atau beberapa area lipatan kulit.

Lepuhan akan terasa cukup keras jika diraba dan tidak mudah pecah. Namun, saat lepuhan ini pecah akan terasa sangat nyeri. Sebaiknya perhatikan kebersihan saat lepuhan pecah dan terjadi luka lepuh. Segera kunjungi rumah sakit terdekat ketika luka lepuh menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti bernanah dan menyebabkan demam. 

Lakukan Ini Agar Pemfigoid Bulosa Tidak Semakin Memburuk

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi pemfigoid bulosa umumnya dilakukan untuk menghilangkan luka lepuh, meredakan rasa gatal, nyeri, dan menurunkan risiko munculnya pemfigoid bulosa yang baru. Ada beberapa penggunaan jenis obat-obatan, seperti obat kortikosteroid, obat imunosupresif, dan salep antibiotik.

Selain beberapa pengobatan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pengidap pemfigoid bulosa agar luka lepuh tidak semakin parah, seperti:

  1. Sebaiknya jaga kebersihan dari luka lepuh agar luka dapat segera membaik. Jangan ragu untuk selalu ikuti saran yang diberikan oleh dokter.
  2. Luka lepuh yang muncul pada kaki terkadang menyebabkan pengidap kesulitan untuk melakukan aktivitas. Sebaiknya kurangi aktivitas hingga luka lepuh kembali pulih.
  3. Hindari paparan sinar matahari secara langsung pada bagian kulit yang memiliki lepuhan.
  4. Gunakan pakaian yang nyaman dan hindari pakaian yang terlalu ketat.
  5. Jika muncul luka lepuh pada mulut, perhatikan makanan yang akan kamu konsumsi agar tidak menyebabkan luka lepuh menjadi lebih parah.

Baca juga: Pemfigoid Bulosa Tidak Dapat Dicegah, Benarkah?

Itulah langkah yang bisa dilakukan untuk merawat luka lepuh akibat pemfigoid bulosa. Tidak ada salahnya untuk menjaga asupan makanan dan gaya hidup sehat agar terhindar dari berbagai faktor yang memicu terjadinya pemfigoid bulosa.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bullous Pemphigoid
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2020. Bullous Pemphigoid
Medscape. Diakses pada 2020. Type 2 Diabetes Drugs Linked to Bullous Pemphigoid
Diabetes UK. Diakses pada 2020. Differences Between Type 1 and Type 2 Diabetes