• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penjelasan Mengenai Pikiran Bawah Sadar dalam Ilmu Psikologi

Ini Penjelasan Mengenai Pikiran Bawah Sadar dalam Ilmu Psikologi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud, pikiran bawah sadar didefinisikan sebagai kumpulan perasaan, pikiran, dorongan, dan ingatan yang berada di luar kesadaran.

Freud percaya bahwa ketidaksadaran terus memengaruhi perilaku meskipun orang tidak menyadarinya. Freud mengibaratkan hal-hal yang mewakili kesadaran kita hanyalah "puncak gunung es." 

Sisa informasi yang berada di luar kesadaran sadar terletak di bawah permukaan. Meskipun informasi ini mungkin tidak dapat diakses secara sadar, tetapi memberikan pengaruh terhadap perilaku.

Dampak Pikiran Bawah Sadar

Pikiran, kepercayaan, dan perasaan bawah sadar berpotensi menyebabkan sejumlah masalah termasuk:

  1. Marah,
  2. Penuh prasangka,
  3. Perilaku kompulsif,
  4. Interaksi sosial yang sulit, dan
  5. Masalah dalam hubungan.

Freud percaya bahwa banyak dari perasaan, keinginan, dan emosi kita ditekan atau ditahan karena kesadaran mereka terlalu mengancam. Bahkan, keinginan-keinginan yang tersembunyi dan ditekan ini bisa muncul melalui mimpi. 

Baca juga: Harus Tahu Alasan Keluarga Jadi Penentu Kesehatan Mental

Sejatinya semua naluri dan dorongan dasar manusia terkandung dalam pikiran bawah sadar. Insting hidup dan mati, misalnya, ditemukan di alam bawah sadar. Seperti naluri seksual, pikiran tentang agresi, trauma, dan bahaya.

Dorongan seperti itu dijauhkan dari kesadaran karena pikiran sadar manusia sering melihatnya sebagai hal yang tidak dapat diterima atau tidak rasional. Untuk menjaga agar desakan-desakan ini tidak disadari, Freud menyarankan agar orang memanfaatkan sejumlah mekanisme pertahanan yang berbeda untuk mencegah pikiran bawah sadar naik menjadi kesadaran.

Baca juga: Intip 6 Cara Jaga Kesehatan Mental Anggota Keluarga

Pun begitu, di satu sisi menyelesaikan persoalan-persoalan di pikiran bawah sadar dapat menyelamatkan perilaku yang disadari. Penelitian psikologi kognitif modern telah menunjukkan bahwa persepsi yang tidak kita sadari dapat memiliki dampak kuat pada perilaku.

Kalau kamu punya pertanyaan seputar psikologis, bisa langsung ditanyakan lewat aplikasi Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Melatih Pikiran Bawah Sadar

Sebenarnya sama seperti otak, pikiran bawah sadar juga bisa dilatih. Melatih pikiran bawah sadar dapat membuat seseorang memfokuskan diri terhadap hal-hal yang dapat memperkuat diri secara fisik maupun mental. Berikut ini langkah-langkah melatih pikiran:

  1. Segala Sesuatu adalah Mungkin

Langkah pertama dalam menciptakan perubahan besar dalam hidup adalah percaya kalau segala sesuatu memiliki kemungkinan. Kamu mungkin bisa mencobanya dengan melakukan hal-hal yang belum pasti mendapatkan respons. Berani mencoba akan melebarkan peluang terhadap kemungkinan-kemungkinan.

  1. Jangan Biarkan Ketakutan Orang Lain Menimbulkan Keraguan

Ketakutan orang lain adalah bentuk proyeksi dari situasi mereka sendiri dan ini tidak ada hubungannya dengan kamu. Cara orang merespons informasi tentang apa yang kamu lakukan memberitahumu apa yang sebenarnya mereka lakukan dalam hidup mereka.

  1. Kelilingi Diri dengan Dorongan Positif

Ini bisa dimulai dengan mengubah alarm pagi di ponsel dengan membaca pesan-pesan positif. Tempelkan pesan-pesan sarat inspirasi di meja ataupun area yang sering dilewati. Jaga jarak dengan orang-orang yang membuat kamu merasa buruk terhadap diri sendiri. 

  1. Lepaskan Keterikatan

Terkadang kita ingin segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana. Dan ketika itu tidak berjalan sesuai dengan rencana, kita mulai berpikir hal tersebut tidak akan berhasil. Padahal, seperti pepatah mengatakan ada banyak jalan menuju Roma—ini tidak hanya mengacu pada “perjalanan” ke Roma saja melainkan juga tempat-tempat lain. 

Bebaskan dirimu dari segala keterikatan dan konsep-konsep yang pakem. Bersikaplah fleksibel dan jangan takut untuk mencoba hal-hal baru untuk menemukan tujuan hidupmu. Hidup akan selalu mengejutkan. Alih-alih terikat secara obsesif pada setiap detail kecil yang bekerja sesuai dengan cara yang kamu pikirkan, terbukalah untuk potensi, dan kemungkinan. Bahkan, jika itu adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. What Is The Unconscious.
Forbes.com. Diakses pada 2020. 13 Ways To Start Training Your Subconscious Mind To Get What You Want.