Ad Placeholder Image

Penting Dipahami, Ini 4 Proses Rekrutmen yang Bikin Stres

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   07 Juni 2023

"Proses rekrutmen bisa menimbulkan stres dan memiliki dampak negatif pada kesehatan pekerja, baik secara mental maupun fisik."

Penting Dipahami, Ini 4 Proses Rekrutmen yang Bikin StresPenting Dipahami, Ini 4 Proses Rekrutmen yang Bikin Stres

Halodoc, Jakarta – Proses rekrutmen termasuk fase penting dalam mencari karyawan baru bagi perusahaan. Namun, pada fase ini sering menyebabkan terjadinya peningkatan stres bagi pencari kerja.

Penyebabnya beragam mulai dari ekspektasi yang terlalu tinggi ataupun proses rekrutmen yang tidak masuk akal. Stres jangka panjang dan tidak terkendali dalam proses rekrut.men dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik karyawan

Hal yang Membuat Proses Rekrutmen Bikin Stres

Penting memahami faktor-faktor apa yang membuat proses rekrutmen menjadi sumber stres, serta pengaruhnya pada kesehatan karyawan.

1. Ketidakpastian Hasil Seleksi

Salah satu faktor terpenting yang membebani proses rekrutmen adalah ketidakpastian hasil seleksi. Pencari kerja sering merasa cemas dan khawatir apakah mereka akan berhasil melewati proses seleksi atau tidak.

Ketidakamanan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, meningkatkan tingkat kecemasan, dan mengganggu keseimbangan emosional.

2. Persaingan yang Ketat

Dalam proses rekrutmen, pencari kerja seringkali harus bersaing dengan banyak kandidat lain dengan kualifikasi dan pengalaman serupa.

Persaingan yang ketat ini dapat menambah tekanan dan tekanan bagi kandidat. Tekanan ini dapat melemahkan kesehatan mental, meningkatkan stres, dan memengaruhi kesejahteraan umum.

3. Proses yang Memakan Waktu dan Energi

Proses rekrutmen sering kali menyita banyak waktu dan tenaga bagi para pencari kerja. Mereka harus menghabiskan waktu untuk mencari lowongan pekerjaan, mengirimkan lamaran, mengikuti tes dan wawancara, serta menunggu tanggapan dari perusahaan. Proses panjang ini bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mental.

4. Tekanan untuk Sempurna

Dalam proses rekrutmen, kandidat seringkali merasakan tekanan untuk tampil sempurna dan memberikan kesan yang baik bagi perusahaan.

Mereka merasa perlu menunjukkan keterampilan dan pengalaman terbaik untuk diterima. Tekanan ini bisa meningkatkan stres dan kecemasan sosial serta memengaruhi kesehatan mental.

Dampak Rekrutmen yang Bikin Stres pada Kesehatan Pekerja

Stres yang berkepanjangan dan tidak terkendali dalam proses rekrutmen bisa berdampak negatif pada kesehatan pekerja.

Berikut ini beberapa dampak yang mungkin terjadi.

1. Gangguan Kesehatan Mental

Tingkat stres yang tinggi di tempat kerja dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan kelelahan mental. Agar terhindar dari gangguan kesehatan mental, kamu juga bisa membaca artikel mengenai Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental saat Bekerja.

2. Gangguan Kesehatan Fisik

Stres jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik. Stres yang meningkat dapat menyebabkan masalah tidur, imunitas menurun, gangguan pencernaan, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, perusahaan bisa mempertimbangkan beberapa langkah, seperti memastikan transparansi dalam proses seleksi, dukungan psikologis untuk kandidat, dan umpan balik yang konstruktif.

Selain itu, selama proses kerja, pelamar kerja harus menjaga kesehatan mental dan fisik dengan mengelola stres, menjaga jadwal tidur yang baik, dan menjaga keseimbangan hidup. 

Jika kamu mengalami kondisi diatas, segera konsultasikan dengan dokter melalui Halodoc. Kamu juga bisa mendapatkan kebutuhan vitamin dan suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh jika perlu. Sangat praktis, bukan? Jadi tunggu apalagi, segera download aplikasinya!

Referensi:
Frontiers in Psychology. Diakses pada 2023. Exploring applicant stress in job interviews: The role of interview structure and questioning format.
Occupational Medicine. Diakses pada 2023. The effects of the recruitment process on stress, sleep disorders and cardiovascular disease risk.
SHRM. Diakses pada 2023. Many Recruiters Are on a Path to Burnout.