
Penting Dipahami, Ini 4 Proses Rekrutmen yang Bikin Stres
"Proses rekrutmen bisa menimbulkan stres dan memiliki dampak negatif pada kesehatan pekerja, baik secara mental maupun fisik."

Halodoc, Jakarta – Proses rekrutmen termasuk fase penting dalam mencari karyawan baru bagi perusahaan. Namun, pada fase ini sering menyebabkan terjadinya peningkatan stres bagi pencari kerja.
Penyebabnya beragam mulai dari ekspektasi yang terlalu tinggi ataupun proses rekrutmen yang tidak masuk akal. Stres jangka panjang dan tidak terkendali dalam proses rekrut.men dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik karyawan
Hal yang Membuat Proses Rekrutmen Bikin Stres
Penting memahami faktor-faktor apa yang membuat proses rekrutmen menjadi sumber stres, serta pengaruhnya pada kesehatan karyawan.
1. Ketidakpastian Hasil Seleksi
Salah satu faktor terpenting yang membebani proses rekrutmen adalah ketidakpastian hasil seleksi. Pencari kerja sering merasa cemas dan khawatir apakah mereka akan berhasil melewati proses seleksi atau tidak.
Ketidakamanan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, meningkatkan tingkat kecemasan, dan mengganggu keseimbangan emosional.
2. Persaingan yang Ketat
Dalam proses rekrutmen, pencari kerja seringkali harus bersaing dengan banyak kandidat lain dengan kualifikasi dan pengalaman serupa.
Persaingan yang ketat ini dapat menambah tekanan dan tekanan bagi kandidat. Tekanan ini dapat melemahkan kesehatan mental, meningkatkan stres, dan memengaruhi kesejahteraan umum.
3. Proses yang Memakan Waktu dan Energi
Proses rekrutmen sering kali menyita banyak waktu dan tenaga bagi para pencari kerja. Mereka harus menghabiskan waktu untuk mencari lowongan pekerjaan, mengirimkan lamaran, mengikuti tes dan wawancara, serta menunggu tanggapan dari perusahaan. Proses panjang ini bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mental.
4. Tekanan untuk Sempurna
Dalam proses rekrutmen, kandidat seringkali merasakan tekanan untuk tampil sempurna dan memberikan kesan yang baik bagi perusahaan.
Mereka merasa perlu menunjukkan keterampilan dan pengalaman terbaik untuk diterima. Tekanan ini bisa meningkatkan stres dan kecemasan sosial serta memengaruhi kesehatan mental.
Dampak Rekrutmen yang Bikin Stres pada Kesehatan Pekerja
Stres yang berkepanjangan dan tidak terkendali dalam proses rekrutmen bisa berdampak negatif pada kesehatan pekerja.
Berikut ini beberapa dampak yang mungkin terjadi.
1. Gangguan Kesehatan Mental
Tingkat stres yang tinggi di tempat kerja dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan kelelahan mental. Agar terhindar dari gangguan kesehatan mental, kamu juga bisa membaca artikel mengenai Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental saat Bekerja.
2. Gangguan Kesehatan Fisik
Stres jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik. Stres yang meningkat dapat menyebabkan masalah tidur, imunitas menurun, gangguan pencernaan, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, perusahaan bisa mempertimbangkan beberapa langkah, seperti memastikan transparansi dalam proses seleksi, dukungan psikologis untuk kandidat, dan umpan balik yang konstruktif.
Selain itu, selama proses kerja, pelamar kerja harus menjaga kesehatan mental dan fisik dengan mengelola stres, menjaga jadwal tidur yang baik, dan menjaga keseimbangan hidup.
Jika kamu mengalami kondisi diatas, segera konsultasikan dengan dokter melalui Halodoc. Kamu juga bisa mendapatkan kebutuhan vitamin dan suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh jika perlu. Sangat praktis, bukan? Jadi tunggu apalagi, segera download aplikasinya!



