• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Peran Suami saat Istri Baru Mengalami Keguguran

Pentingnya Peran Suami saat Istri Baru Mengalami Keguguran

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Wanita yang mengalami keguguran sering merasa sedih dan kehilangan. Intensitasnya pun sama dengan kehilangan besar lainnya. Merupakan hal yang umum jika wanita yang keguguran mengalami kecemasan, depresi, dan gangguan stres pasca-trauma dalam minggu, bulan, atau tahun setelah keguguran. 

Di masa wanita bersedih setelah keguguran, maka peran suami sangat dibutuhkan. Peran suami diperlukan sebagai penenang istri. Suami sebaiknya mengetahui apa yang harus dikatakan dan apa yang sebaiknya tidak dikatakan pada istri. Istri yang mengalami keguguran mungkin tidak menginginkan suaminya untuk menghibur. Hal yang dibutuhkan istri adalah telinga untuk mendengar, simpati, dan kepastian akan cinta suami pada istri.

Baca juga: Ketahui tentang Keguguran yang Rentan di Awal Kehamilan

1. Pastikan Bahwa Suami Sudah Bisa Mengontrol Diri

Hal utama dan terpenting sebelum menghadapi istri yang bersedih setelah keguguran yaitu mengenal dan bisa mengontrol diri sendiri terlebih dulu. Suami harus memastikan bahwa sudah bisa menerima dan menahan diri saat berhadapan dengan istri yang sedang mengalami kesedihan yang sangat dalam.

Mungkin suami pun akan merasakan beberapa tahapan kesedihan mulai dari penolakan, marah, stres, depresi, hingga akhirnya menerima. Pastikan agar suami dapat segera beradaptasi dan bisa berada dalam tahap menerima saat berbicara dengan sang istri. 

2. Ajak Bicara atau Tuliskan Pesan

Pria biasanya tidak berbicara dengan pria lain tentang perasaan mereka, bahkan dalam kasus keguguran. Ini bukan cara pria berduka. Namun, beberapa ayah merasakan rasa damai di hati setelah menuliskan beberapa perasaan sedih. Ini bisa menjadi terapi bagi suami dan istri untuk mengutarakan perasaan yang sedang dirasakan. 

Baca juga: Ibu Hamil, Wajib Tahu Penyebab dan Tanda Keguguran

3. Tahu Apa yang Sebaiknya Disampaikan

Daripada menghibur istri (yang justru membuat istri makin sedih dan depresi), sebaiknya jadilah tempat bersandar sang istri. Jangan pernah mencoba untuk mengatakan “kita bisa punya anak lagi nanti”, karena bagi sebagian istri kalimat ini dapat membuatnya marah dan semakin menyesal. 

Sebaiknya katakan “kita bisa menghadapi situasi ini bersama-sama”. Lalu jadilah pendengar yang baik. Selain nasehat yang baik dari suami, istri juga butuh didengarkan sebagai seorang istri.

4. Beri Dukungan Penuh pada Istri

Istri akan sering merasa kehilangan anak. Jadi, luangkan waktu untuk duduk dengannya, berada di sisinya, memegang tanganya, dan dengarkan dia mengekspresikan diri. Bila perlu cutilah bekerja selama beberapa hari. Selalu ada di sisi istri dan mendukungnya melalui kesedihannya akan sangat membantu istri dalam memproses pengalaman keguguran. 

5. Hindari Memperlihatkan Wajah Sedih

Meskipun kehilangan calon anak sangat menyedihkan kedua belah pihak, sebaiknya suami menunjukkan sikap optimistis bahwa semua ini akan menjadi baik dan pulih kembali. Yakinkan bahwa semua yang ada di dunia memang tidak ada yang kekal, termasuk kesedihan yang akan berganti dengan hal yang menggembirakan. 

Baca juga: 3 Jenis Keguguran yang Perlu Diwaspadai

6. Biarkan Istri Menghabiskan Waktunya Sendiri

Di saat istri sudah mulai menunjukkan penerimaan diri akan kehilangan calon anak, mungkin ia membutuhkan waktu sendiri untuk refreshing dan menyenangkan hatinya sendiri. Biarkanlah istri untuk menikmati me time dengan caranya untuk mengusir kesedihan yang berlarut-larut. 

Keguguran merupakan pukulan yang besar bagi pasangan hamil. Tetaplah fokus untuk saling mendukung dan menyadari bahwa waktu akan membantu proses penyembuhan. Jangan takut untuk mendapatkan bantuan profesional atau psikolog melalui aplikasi Halodoc jika kamu dan pasangan mengalami kesulitan karena mengalami keguguran. 

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2020. Tips for Men Whose Partner Has Had a Miscarriage.
Fatherly. Diakses pada 2020. How to Support a Woman After a Miscarriage.