Ad Placeholder Image

Penyakit dari Kucing ke Manusia: Kenali dan Cegah!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Mei 2026

7 Penyakit Kucing Menular ke Manusia, Wajib Tahu!

Penyakit dari Kucing ke Manusia: Kenali dan Cegah!Penyakit dari Kucing ke Manusia: Kenali dan Cegah!

Penyakit Kucing yang Bisa Menular ke Manusia dan Cara Mencegahnya

Kucing adalah hewan peliharaan yang populer dan sering menjadi bagian dari keluarga. Namun, penting untuk memahami bahwa beberapa penyakit dari kucing dapat menular ke manusia, sebuah kondisi yang dikenal sebagai zoonosis. Pemahaman mengenai penularan penyakit dari kucing ke manusia sangat krusial untuk menjaga kesehatan pemilik dan hewan peliharaan.

Penularan ini umumnya terjadi melalui kontak langsung seperti gigitan atau cakaran, sentuhan dengan feses atau air liur, serta interaksi dengan lingkungan yang terkontaminasi. Menjaga kebersihan dan rutin memeriksakan kesehatan kucing adalah langkah pencegahan utama.

Ringkasan Penyakit Kucing yang Menular ke Manusia

Beberapa penyakit umum yang bisa ditularkan dari kucing ke manusia meliputi Toksoplasmosis, Cat Scratch Disease, Scabies, Ringworm, Rabies, Salmonellosis, dan infeksi cacing seperti Giardiasis. Masing-masing memiliki penyebab, gejala, dan metode penularan yang berbeda. Pencegahan efektif melibatkan kebersihan diri dan hewan, serta vaksinasi yang tepat.

Apa Saja Penyakit dari Kucing ke Manusia?

Berikut adalah beberapa penyakit yang perlu diwaspadai dari kucing kepada manusia:

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat ditemukan dalam feses kucing, terutama kucing yang mengonsumsi daging mentah atau hewan pengerat terinfeksi. Pada manusia, infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, toksoplasmosis sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan masalah serius pada janin, seperti kerusakan otak atau mata, serta keguguran.

Gejala pada Manusia: Biasanya tanpa gejala. Jika muncul, bisa berupa flu ringan, nyeri otot, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pada orang dengan sistem imun lemah, bisa lebih parah.

Penyebab: Menelan parasit dari feses kucing yang terinfeksi secara tidak sengaja, biasanya melalui kontak dengan kotak pasir atau tanah yang terkontaminasi, atau mengonsumsi daging mentah/setengah matang yang mengandung kista parasit.

Pencegahan:

  • Bersihkan kotak pasir kucing setiap hari menggunakan sarung tangan.
  • Cuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan kucing, tanah, atau kotak pasir.
  • Hindari memberi makan kucing daging mentah.
  • Bagi ibu hamil, mintalah orang lain untuk membersihkan kotak pasir.

Cat Scratch Disease (CSD)

Cat Scratch Disease, atau demam cakaran kucing, disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae yang biasanya ada di dalam air liur kucing. Penularan terjadi saat kucing mencakar atau menggigit kulit manusia hingga luka. Kucing sendiri seringkali tidak menunjukkan gejala penyakit ini.

Gejala pada Manusia: Benjolan merah atau lepuh di lokasi cakaran/gigitan, pembengkakan kelenjar getah bening di dekat area luka, demam, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri sendi.

Penyebab: Cakaran, gigitan, atau jilatan kucing pada luka terbuka yang mengintroduksi bakteri Bartonella henselae.

Pencegahan:

  • Hindari bermain kasar dengan kucing yang bisa memicu cakaran atau gigitan.
  • Cuci luka gigitan atau cakaran kucing segera dengan sabun dan air.
  • Pastikan kucing mendapatkan perawatan kutu secara teratur, karena kutu dapat menyebarkan bakteri antar kucing.

Scabies (Kudis)

Scabies adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh tungau kecil. Meskipun tungau scabies yang menginfeksi kucing (Notoedres cati) biasanya tidak dapat bertahan hidup lama atau berkembang biak pada manusia, mereka dapat menyebabkan gatal-gatal dan ruam sementara.

Gejala pada Manusia: Gatal-gatal hebat, terutama pada area kulit yang sering kontak dengan kucing, dan munculnya ruam merah kecil.

Penyebab: Kontak kulit langsung dengan kucing yang terinfeksi tungau Notoedres cati.

Pencegahan:

  • Periksakan kucing ke dokter hewan jika menunjukkan gejala gatal berlebihan atau kerontokan bulu.
  • Hindari kontak langsung dengan kucing yang dicurigai terinfeksi.
  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan.

Ringworm (Kurap)

Ringworm adalah infeksi jamur pada kulit, rambut, atau kuku. Meskipun namanya “ringworm”, penyebabnya bukan cacing melainkan jamur. Infeksi ini sangat menular dan dapat menyebar dari kucing ke manusia, terutama anak-anak, melalui kontak langsung atau sentuhan dengan benda yang terkontaminasi.

Gejala pada Manusia: Ruam berbentuk cincin kemerahan dengan tepi yang menonjol dan bagian tengah yang lebih jernih, gatal, serta bisa terjadi kerontokan rambut pada area yang terinfeksi.

Penyebab: Kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi jamur Microsporum canis atau menyentuh permukaan/benda yang terkontaminasi spora jamur.

Pencegahan:

  • Periksa kucing secara rutin untuk tanda-tanda kurap (kerontokan bulu melingkar atau kulit bersisik).
  • Cuci tangan setelah memegang kucing.
  • Bersihkan lingkungan rumah, terutama area tidur kucing.

Rabies

Rabies adalah penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat. Penularan utama rabies ke manusia adalah melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, termasuk kucing. Rabies pada kucing sudah sangat jarang terjadi di daerah dengan program vaksinasi yang kuat, namun tetap menjadi risiko di daerah endemis.

Gejala pada Manusia: Gejala awal mirip flu, lalu berkembang menjadi kecemasan, kebingungan, halusinasi, hidrofobia (takut air), dan kelumpuhan. Penyakit ini hampir selalu fatal setelah gejala muncul.

Penyebab: Gigitan atau cakaran kucing terinfeksi yang membawa virus rabies dalam air liurnya.

Pencegahan:

  • Vaksinasi rabies pada kucing secara teratur adalah langkah paling efektif.
  • Hindari kontak dengan kucing liar atau kucing yang menunjukkan perilaku aneh (agresif, takut berlebihan, atau kelumpuhan).
  • Segera cari pertolongan medis jika digigit atau dicakar hewan yang dicurigai rabies.

Salmonellosis

Salmonellosis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Kucing dapat membawa bakteri ini dalam saluran pencernaannya tanpa menunjukkan gejala dan menularkannya melalui feses. Penularan ke manusia terjadi saat feses terkontaminasi masuk ke mulut.

Gejala pada Manusia: Diare, demam, kram perut, mual, dan muntah.

Penyebab: Konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi feses kucing yang mengandung bakteri Salmonella, atau kontak langsung dengan feses kemudian menyentuh mulut.

Pencegahan:

  • Cuci tangan secara menyeluruh setelah membersihkan kotak pasir atau kontak dengan feses kucing.
  • Jaga kebersihan area makan dan minum kucing.
  • Hindari memberi kucing makanan mentah.

Infeksi Cacing (Giardiasis)

Beberapa jenis cacing usus dapat ditularkan dari kucing ke manusia, salah satunya adalah Giardia, parasit mikroskopis yang menyebabkan Giardiasis. Penularan terjadi melalui konsumsi kista Giardia yang ada dalam feses kucing yang terinfeksi.

Gejala pada Manusia: Diare, kram perut, mual, dehidrasi, dan penurunan berat badan.

Penyebab: Menelan kista Giardia dari feses kucing yang terinfeksi melalui air, makanan, atau tangan yang terkontaminasi.

Pencegahan:

  • Rutin periksakan feses kucing ke dokter hewan untuk deteksi dan pengobatan cacing.
  • Berikan obat cacing sesuai anjuran dokter hewan.
  • Jaga kebersihan lingkungan dan kotak pasir kucing.
  • Cuci tangan setelah kontak dengan kucing atau membersihkan kotorannya.

Pencegahan Umum Penyakit dari Kucing ke Manusia

Mencegah penularan penyakit dari kucing ke manusia tidaklah sulit dengan penerapan kebiasaan yang baik:

  • Cuci Tangan Teratur: Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bermain dengan kucing, membersihkan kotak pasir, atau berkebun.
  • Jaga Kebersihan Kucing: Mandikan kucing secara rutin dan pastikan bebas dari kutu atau tungau.
  • Vaksinasi dan Obat Cacing: Pastikan kucing mendapatkan vaksinasi lengkap (termasuk rabies jika diwajibkan) dan obat cacing secara teratur sesuai jadwal dari dokter hewan.
  • Periksa Kesehatan Rutin: Bawa kucing ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan rutin setidaknya setahun sekali.
  • Hindari Kontak Langsung dengan Feses: Gunakan sarung tangan saat membersihkan kotak pasir dan segera buang kotoran.
  • Hindari Makanan Mentah: Jangan berikan daging mentah kepada kucing karena dapat meningkatkan risiko infeksi parasit dan bakteri.
  • Edukasi Anak-Anak: Ajari anak-anak cara berinteraksi aman dengan kucing dan pentingnya mencuci tangan.
  • Perhatikan Luka: Segera bersihkan dan obati setiap gigitan atau cakaran kucing, lalu pantau perkembangannya.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan setelah kontak dengan kucing, seperti demam berkepanjangan, ruam kulit yang tidak biasa, diare parah, atau pembengkakan kelenjar getah bening, segera konsultasikan dengan dokter. Informasi mengenai riwayat kontak dengan kucing dan gejala yang dialami akan sangat membantu dokter dalam mendiagnosis dan memberikan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan kucing dan menerapkan praktik kebersihan yang baik adalah kunci untuk mencegah penularan penyakit dari kucing ke manusia. Dengan pemahaman yang tepat dan tindakan pencegahan proaktif, pemilik dapat menikmati kebersamaan dengan kucing peliharaan tanpa kekhawatiran berlebihan. Apabila terdapat kekhawatiran atau gejala yang muncul, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional melalui Halodoc guna mendapatkan diagnosis dan saran penanganan yang akurat.