Ad Placeholder Image

Penyakit Dompo: Gejala, Sebab, dan Cara Mengobati

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Juni 2026

Penyakit dompo atau cacar api lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyakit Dompo: Gejala, Sebab, dan Cara MengobatiPenyakit Dompo: Gejala, Sebab, dan Cara Mengobati

Ringkasan: Penyakit dompo atau herpes zoster adalah infeksi kulit dan saraf yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan ruam kemerahan berisi cairan yang terasa nyeri, panas, dan gatal pada satu sisi tubuh tertentu.

Apa Itu Penyakit Dompo?

Penyakit dompo adalah kondisi infeksi pada saraf dan jaringan kulit di sekitarnya yang dipicu oleh virus varicella-zoster (VZV). Dalam terminologi medis, kondisi ini dikenal sebagai herpes zoster, cacar ular, atau cacar api karena karakteristik ruamnya yang menjalar dan terasa panas.

Infeksi ini hanya terjadi pada individu yang sebelumnya pernah menderita cacar air. Setelah sembuh dari cacar air, virus tidak hilang sepenuhnya dari tubuh, melainkan menetap di dasar saraf tulang belakang dalam keadaan tidak aktif atau dorman.

Dompo bersifat non-progresif pada individu dengan sistem imun kuat, namun dapat menyebabkan komplikasi serius jika mengenai area mata atau telinga. Penyakit ini tidak dapat ditularkan secara langsung sebagai dompo, tetapi penderita dapat menularkan virus varicella-zoster kepada orang yang belum pernah terkena cacar air.

Gejala Penyakit Dompo

Gejala penyakit dompo biasanya muncul secara bertahap dan terlokalisasi pada satu sisi tubuh (unilateral) sesuai dengan dermatom atau jalur saraf yang terinfeksi. Sensasi awal sering kali disalahartikan sebagai nyeri otot atau gangguan kulit biasa sebelum ruam muncul.

Gejala klinis yang umum ditemukan meliputi:

  • Rasa nyeri seperti terbakar, tertusuk, atau kesemutan pada area kulit tertentu.
  • Munculnya ruam kemerahan yang berubah menjadi bintil berisi cairan (vesikel) dalam beberapa hari.
  • Demam ringan, sakit kepala, dan kelelahan (malaise).
  • Sensitivitas berlebih terhadap sentuhan pada area yang terdampak.
  • Gatal yang intens pada area ruam yang sedang berkembang.

Setelah 7 hingga 10 hari, bintil berisi cairan biasanya akan pecah, mengering, dan membentuk kerak (krusta). Rasa nyeri dapat menetap bahkan setelah ruam hilang, sebuah kondisi yang dikenal sebagai neuralgia pasca-herpes (PHN).

Penyebab Penyakit Dompo

Penyebab utama penyakit dompo adalah reaktivasi virus varicella-zoster yang menetap di jaringan saraf setelah seseorang sembuh dari cacar air. Reaktivasi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menurun sehingga virus kembali aktif dan menjalar melalui serabut saraf menuju kulit.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko reaktivasi virus meliputi:

Faktor Usia

Risiko terkena dompo meningkat signifikan pada individu berusia di atas 50 tahun karena penurunan fungsi sistem imun secara alami. Semakin tua usia penderita, risiko mengalami komplikasi nyeri jangka panjang juga semakin tinggi.

Penurunan Imunitas

Individu dengan kondisi medis tertentu seperti HIV/AIDS, kanker, atau penyakit autoimun memiliki risiko lebih tinggi. Penggunaan obat-obatan imunosupresan atau kortikosteroid jangka panjang juga dapat memicu aktifnya kembali virus ini.

Stres Fisik dan Emosional

Stres berat dapat mengganggu keseimbangan hormon dan melemahkan respons imun tubuh. Kondisi fisik yang sangat kelelahan atau trauma fisik pada area saraf tertentu sering kali menjadi pemicu kemunculan ruam dompo.

Diagnosis Medis

Diagnosis penyakit dompo umumnya ditegakkan melalui pemeriksaan fisik secara langsung oleh dokter dengan mengamati pola ruam yang khas. Pola ruam yang hanya muncul di satu sisi tubuh (tidak melewati garis tengah tubuh) adalah indikator klinis yang sangat kuat.

Dalam kasus yang meragukan atau untuk pasien dengan risiko komplikasi tinggi, dokter dapat melakukan prosedur berikut:

  • Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi DNA virus dari cairan bintil.
  • Tes Tzanck smear untuk memeriksa perubahan seluler pada sampel kulit di bawah mikroskop.
  • Tes serologi untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap virus varicella-zoster dalam darah.

“Diagnosis dini herpes zoster sangat penting karena pemberian terapi antiviral dalam 72 jam pertama setelah ruam muncul secara signifikan mengurangi durasi nyeri dan risiko neuralgia pasca-herpes.” — Kementerian Kesehatan RI, 2023

Pengobatan Penyakit Dompo

Pengobatan penyakit dompo difokuskan pada upaya mempercepat penyembuhan ruam, meredakan nyeri, dan mencegah komplikasi. Terapi antivirus harus dimulai sesegera mungkin agar efektivitas pengobatan optimal dan virus berhenti bereplikasi.

Pilihan pengobatan yang biasanya diberikan meliputi:

  • Obat Antivirus: Penggunaan acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir untuk menghambat aktivitas virus.
  • Pereda Nyeri: Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) atau parasetamol untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang.
  • Antikonvulsan atau Antidepresan: Obat seperti gabapentin dapat diresepkan untuk mengatasi nyeri saraf yang berat.
  • Terapi Topikal: Bedak kocok atau losion kalamin untuk memberikan efek dingin dan mengurangi rasa gatal pada ruam.

Pasien disarankan untuk menjaga kebersihan area ruam agar tidak terjadi infeksi bakteri sekunder. Hindari memecahkan bintil secara sengaja dan gunakan pakaian longgar yang berbahan lembut untuk mengurangi gesekan pada kulit.

Pencegahan dan Vaksinasi

Pencegahan utama terhadap penyakit dompo dilakukan melalui pemberian vaksin zoster untuk meningkatkan imunitas spesifik terhadap virus. Vaksin ini sangat direkomendasikan bagi individu lanjut usia atau mereka yang memiliki risiko tinggi mengalami reaktivasi virus.

Langkah pencegahan tambahan meliputi:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi dan istirahat cukup.
  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang menderita cacar air atau dompo, terutama bagi wanita hamil dan orang dengan imun rendah.
  • Menjaga kebersihan diri dengan mandi secara rutin menggunakan sabun antiseptik.

“Vaksinasi herpes zoster mampu memberikan perlindungan lebih dari 90% terhadap risiko terkena dompo dan komplikasi neuralgia pada orang dewasa.” — World Health Organization (WHO), 2024

Kapan Harus ke Dokter?

Penderita harus segera mencari pertolongan medis jika merasakan nyeri hebat yang disertai munculnya ruam kemerahan berkelompok. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen atau infeksi yang menyebar ke organ vital.

Kondisi darurat yang memerlukan konsultasi segera adalah:

  • Ruam muncul di area sekitar mata (risiko kebutaan).
  • Nyeri tetap terasa sangat tajam meski ruam sudah mulai mengering.
  • Ruam menyebar ke seluruh bagian tubuh, tidak terbatas pada satu sisi saja.
  • Muncul gejala komplikasi seperti gangguan pendengaran atau pusing berputar (vertigo).

Segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja jika mengalami gejala penyakit dompo untuk mendapatkan penanganan antiviral yang tepat.

Kesimpulan

Penyakit dompo merupakan reaktivasi virus saraf yang memerlukan penanganan medis cepat untuk menghindari nyeri saraf kronis. Penggunaan obat antivirus dalam tiga hari pertama kemunculan ruam adalah kunci kesembuhan yang optimal. Pencegahan melalui vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif bagi kelompok usia lanjut. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.