Ad Placeholder Image

Penyakit Frambusia: Benjolan Raspberry di Kulitmu?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Penyakit Frambusia: Mudah Dikenali, Mudah Diobati

Penyakit Frambusia: Benjolan Raspberry di Kulitmu?Penyakit Frambusia: Benjolan Raspberry di Kulitmu?

Apa Itu Penyakit Frambusia?

Penyakit frambusia, atau dikenal juga sebagai yaws, adalah infeksi bakteri kronis yang menyerang kulit, tulang, dan sendi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue. Frambusia sering ditemukan di daerah tropis dengan kondisi sanitasi yang kurang memadai.

Infeksi ini menular melalui kontak langsung dengan luka kulit penderita. Tanpa pengobatan yang tepat, frambusia dapat menyebabkan kecacatan permanen. Obat antibiotik seperti azitromisin atau penisilin efektif untuk mengatasi kondisi ini.

Gejala Penyakit Frambusia

Gejala penyakit frambusia berkembang secara bertahap. Mengenali tanda-tanda awal sangat penting untuk penanganan cepat dan mencegah komplikasi serius.

  • Benjolan Awal (Frambesioma): Muncul benjolan seperti buah raspberry yang gatal pada kulit. Benjolan ini sering terbentuk di area kaki atau bokong. Seiring waktu, benjolan tersebut akan pecah dan membentuk kerak berwarna kuning.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Penderita mungkin mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di sekitar area yang terinfeksi.
  • Ruam Sekunder: Setelah fase awal, dapat muncul ruam cokelat kering berkerak. Ruam ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan bersifat kronis.

Gejala-gejala ini dapat muncul beberapa minggu hingga bulan setelah paparan bakteri.

Penyebab Penyakit Frambusia

Penyebab utama penyakit frambusia adalah infeksi bakteri Treponema pallidum subspecies pertenue. Bakteri ini memiliki kemiripan genetik dengan bakteri penyebab sifilis, namun menimbulkan manifestasi penyakit yang berbeda.

Penularan terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau goresan kecil pada kulit. Kontak langsung dengan lesi kulit aktif dari penderita frambusia memungkinkan bakteri berpindah ke individu lain. Kondisi lingkungan yang lembap dan padat penduduk tanpa sanitasi yang baik mempercepat penyebaran bakteri ini.

Cara Pengobatan Frambusia

Penyakit frambusia dapat diobati secara efektif dengan antibiotik. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat krusial untuk mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah dan menghindari kecacatan.

Obat-obatan yang umum digunakan antara lain:

  • Azitromisin: Biasanya diberikan dalam dosis tunggal yang mudah dikonsumsi.
  • Penisilin: Tersedia dalam bentuk suntikan dan juga sangat efektif dalam memberantas bakteri penyebab frambusia.

Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis antibiotik sesuai anjuran dokter. Pemantauan setelah pengobatan juga diperlukan untuk memastikan infeksi telah benar-benar teratasi.

Pencegahan Penyakit Frambusia

Pencegahan frambusia berfokus pada peningkatan higiene dan kebersihan lingkungan. Langkah-langkah preventif ini dapat mengurangi risiko penularan infeksi.

  • Menjaga Kebersihan Diri: Mandi secara teratur dan membersihkan luka atau goresan kulit dengan antiseptik.
  • Sanitasi Lingkungan: Memastikan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak di lingkungan tempat tinggal.
  • Menghindari Kontak Langsung: Sebisa mungkin menghindari kontak kulit langsung dengan lesi terbuka penderita frambusia.
  • Edukasi Kesehatan: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan frambusia di daerah endemis.

Rekomendasi Medis Halodoc

Penyakit frambusia merupakan kondisi serius yang memerlukan perhatian medis. Jika mengalami gejala yang dicurigai sebagai frambusia, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis yang dapat membantu diagnosis dan memberikan rekomendasi pengobatan yang tepat. Deteksi dan penanganan dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius dan menjaga kualitas hidup.