Ad Placeholder Image

Penyakit Gizi: Kenali Bahaya Kurang atau Lebih

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Penyakit Gizi: Jaga Nutrisi, Cegah Risiko Serius

Penyakit Gizi: Kenali Bahaya Kurang atau LebihPenyakit Gizi: Kenali Bahaya Kurang atau Lebih

Penyakit gizi adalah kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan asupan nutrisi esensial bagi tubuh. Ketidakseimbangan ini bisa berupa kekurangan gizi (malnutrisi) maupun kelebihan gizi. Kedua kondisi ini memiliki dampak serius pada kesehatan, mulai dari terhambatnya pertumbuhan dan fungsi kognitif, terutama pada anak, hingga peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Definisi Penyakit Gizi

Penyakit gizi merujuk pada segala kondisi kesehatan yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai, baik itu kurang atau berlebih. Nutrisi mencakup makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Keseimbangan asupan nutrisi sangat krusial untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal, pertumbuhan, perkembangan, dan sistem kekebalan.

Jenis-jenis Penyakit Gizi

Penyakit gizi dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama berdasarkan sifat ketidakseimbangan nutrisinya.

Penyakit Akibat Kekurangan Gizi (Malnutrisi)

Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup kalori, protein, vitamin, atau mineral yang dibutuhkan.

  • Gizi Buruk: Bentuk malnutrisi paling parah. Dapat bermanifestasi sebagai:
    • Stunting: Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.
    • Wasting (Gizi Kurus): Kekurangan gizi akut yang ditandai dengan berat badan sangat rendah untuk tinggi badannya.
    • Marasmus: Kekurangan energi dan protein yang parah, menyebabkan tubuh sangat kurus, kulit keriput, dan otot menyusut.
    • Kwashiorkor: Kekurangan protein yang parah dengan asupan kalori yang mungkin cukup, ditandai dengan pembengkakan (edema) pada wajah dan kaki, perubahan warna rambut, serta perut buncit.
  • Anemia Defisiensi Besi: Kondisi kurang darah akibat tubuh kekurangan zat besi, penting untuk pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen.
  • Defisiensi Vitamin dan Mineral Lainnya: Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan, sementara kekurangan yodium dapat memicu gondok dan gangguan perkembangan kognitif.

Penyakit Akibat Kelebihan Gizi (Obesitas)

Kondisi ini terjadi ketika tubuh menerima asupan kalori dan nutrisi tertentu secara berlebihan dari yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan penumpukan lemak berlebih.

  • Obesitas: Penumpukan lemak tubuh yang tidak normal atau berlebihan sehingga dapat mengganggu kesehatan. Ini adalah bentuk malnutrisi yang terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi.

Gejala Penyakit Gizi

Gejala penyakit gizi sangat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Secara umum, gejala kekurangan gizi meliputi penurunan berat badan yang drastis atau gagal tumbuh pada anak, kelelahan kronis, kulit kering, rambut rontok, dan daya tahan tubuh menurun. Anak-anak yang mengalami stunting menunjukkan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat.

Pada kasus kelebihan gizi seperti obesitas, gejala utamanya adalah penumpukan lemak tubuh yang berlebihan, terutama di area perut, paha, dan lengan. Hal ini sering disertai dengan kesulitan bernapas, nyeri sendi, dan peningkatan risiko penyakit metabolik.

Penyebab Penyakit Gizi

Penyebab penyakit gizi meliputi beberapa faktor kompleks. Kekurangan gizi umumnya disebabkan oleh asupan makanan yang tidak cukup dalam kuantitas maupun kualitas, masalah penyerapan nutrisi, atau peningkatan kebutuhan nutrisi akibat penyakit. Faktor ekonomi, akses terbatas terhadap makanan bergizi, dan sanitasi buruk juga berkontribusi.

Sementara itu, kelebihan gizi atau obesitas seringkali disebabkan oleh pola makan tinggi kalori, lemak, dan gula, dikombinasikan dengan kurangnya aktivitas fisik. Masalah gizi ganda, yaitu bersamaan terjadinya kekurangan dan kelebihan gizi dalam satu populasi, menjadi tantangan besar di Indonesia, menunjukkan kompleksitas masalah nutrisi di masyarakat.

Dampak Penyakit Gizi pada Kesehatan

Penyakit gizi memiliki dampak jangka pendek dan panjang yang signifikan pada kesehatan. Kekurangan gizi pada anak dapat menghambat pertumbuhan fisik (stunting) dan perkembangan kognitif, berdampak pada prestasi belajar dan produktivitas di kemudian hari. Sistem kekebalan tubuh melemah, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Di sisi lain, kelebihan gizi seperti obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Ini termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, beberapa jenis kanker, dan masalah sendi. Kedua ekstrem ketidakseimbangan nutrisi ini dapat mengurangi kualitas hidup dan harapan hidup.

Pencegahan Penyakit Gizi

Pencegahan penyakit gizi berpusat pada upaya mencapai keseimbangan nutrisi yang optimal. Strategi utamanya meliputi penerapan pola makan sehat dan beragam, yang mencakup konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak. Pembatasan asupan gula tambahan, garam, dan lemak jenuh juga penting.

Selain itu, menjaga aktivitas fisik secara teratur sangat krusial untuk menjaga berat badan ideal dan metabolisme tubuh. Pada anak-anak, pemberian ASI eksklusif dilanjutkan dengan MPASI yang bergizi dan seimbang menjadi fondasi pencegahan kekurangan gizi. Edukasi gizi dan akses terhadap layanan kesehatan juga berperan penting dalam upaya pencegahan.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Penting untuk mencari bantuan medis jika terdapat tanda-tanda penyakit gizi. Apabila mengalami penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas, kelelahan berkepanjangan, atau jika anak menunjukkan tanda-tanda stunting atau wasting, segera konsultasikan dengan dokter. Demikian pula, jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas dan ingin mengelola kondisi tersebut, mencari nasihat profesional sangat disarankan.

Kesimpulan

Penyakit gizi, baik kekurangan maupun kelebihan, merupakan masalah kesehatan serius dengan dampak luas. Pencegahan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan edukasi gizi sangat krusial. Jika memiliki kekhawatiran tentang status gizi atau gejala terkait, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Aplikasi Halodoc dapat membantu menghubungkan dengan dokter profesional untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat.