Ad Placeholder Image

Penyakit Herpes pada Anak: Kenali Gejala dan Atasi Segera

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Penyakit Herpes pada Anak: Kenali Gejala dan Cara Atasi

Penyakit Herpes pada Anak: Kenali Gejala dan Atasi SegeraPenyakit Herpes pada Anak: Kenali Gejala dan Atasi Segera

Penyakit herpes pada anak merupakan infeksi virus umum yang dapat menimbulkan luka lepuh di sekitar mulut, bibir, atau area tubuh lainnya. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks Tipe 1 (HSV-1) atau Virus Varicella-Zoster (VZV). Meskipun umumnya sembuh dalam 1 hingga 2 minggu, penting untuk memahami gejala, penyebab, dan cara penanganannya agar dapat mencegah penularan dan kekambuhan.

Definisi Penyakit Herpes pada Anak

Herpes pada anak adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya luka lepuh berisi cairan yang nyeri. Ini umumnya dikenal sebagai sariawan demam atau cold sores jika terjadi di sekitar mulut. Virus penyebabnya, terutama HSV-1, dapat menular melalui kontak langsung dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman pada anak.

Selain HSV-1, Virus Varicella-Zoster (VZV) juga dapat menyebabkan herpes pada anak. VZV adalah virus yang bertanggung jawab atas cacar air dan kemudian herpes zoster atau cacar ular. Kedua jenis virus ini memiliki kemampuan untuk menetap di tubuh setelah infeksi awal.

Penyebab dan Penularan Herpes pada Anak

Penyakit herpes pada anak disebabkan oleh dua jenis virus utama. Virus Herpes Simpleks Tipe 1 (HSV-1) adalah penyebab paling umum dari luka lepuh di mulut dan bibir. Virus Varicella-Zoster (VZV) menyebabkan cacar air pada infeksi pertama, dan kemudian dapat kambuh sebagai herpes zoster di kemudian hari.

Penularan virus herpes pada anak sebagian besar terjadi melalui kontak langsung. Ini meliputi kontak dengan air liur yang terinfeksi, cairan dari luka lepuh, atau sentuhan kulit ke kulit. Berbagi peralatan makan, minum, atau handuk juga dapat menjadi jalur penularan. Anak-anak rentan tertular dari orang dewasa atau anak lain yang sedang mengalami wabah aktif.

Gejala Penyakit Herpes pada Anak

Gejala herpes pada anak dapat bervariasi tergantung jenis virus dan usia anak. Infeksi awal HSV-1 seringkali lebih parah dan disebut gingivostomatitis herpetik primer. Gejala umumnya muncul beberapa hari setelah terpapar virus.

Beberapa gejala umum yang bisa diamati meliputi:

  • Demam
  • Rewel atau mudah marah
  • Nyeri saat menelan, yang dapat menyebabkan anak enggan makan atau minum
  • Luka lepuh kecil berisi cairan yang kemudian pecah dan membentuk koreng
  • Luka lepuh ini biasanya muncul di dalam mulut, pada gusi, lidah, bibir, atau di sekitar bibir dan dagu
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher

Jika disebabkan oleh VZV, gejala awal bisa berupa demam dan rasa tidak enak badan. Kemudian diikuti dengan munculnya ruam gatal yang menyebar di seluruh tubuh. Ruam ini berupa bintik merah yang berkembang menjadi lepuh berisi cairan dan kemudian mengering menjadi koreng.

Pengobatan Herpes pada Anak

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan virus herpes secara total, namun pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala. Kebanyakan kasus herpes pada anak akan sembuh dengan sendirinya dalam 1 hingga 2 minggu. Perawatan di rumah fokus pada kenyamanan anak.

Beberapa langkah pengobatan meliputi:

  • Pemberian obat pereda nyeri dan demam, seperti parasetamol atau ibuprofen, sesuai dosis yang dianjurkan dokter.
  • Memastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi, terutama jika ada kesulitan menelan. Minuman dingin atau makanan lunak dapat membantu.
  • Salep antivirus topikal dapat diresepkan untuk lesi di bibir untuk mengurangi durasi dan keparahan wabah.
  • Dalam kasus yang parah atau pada anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dokter mungkin meresepkan obat antivirus oral.

Pencegahan Penularan dan Kekambuhan Herpes pada Anak

Pencegahan merupakan kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit herpes pada anak. Karena virus menetap di tubuh, kebersihan menjadi sangat penting untuk menghindari penularan dan meminimalkan risiko kekambuhan.

Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Mencuci tangan secara teratur, terutama setelah menyentuh luka lepuh atau sebelum makan.
  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang memiliki luka lepuh aktif.
  • Tidak berbagi peralatan makan, minum, handuk, atau sikat gigi.
  • Mengajari anak untuk tidak menyentuh, menggaruk, atau memecahkan luka lepuh.
  • Menjaga kebersihan lingkungan tempat bermain anak.
  • Memastikan imunisasi anak lengkap untuk VZV jika belum pernah cacar air.

Meskipun virus herpes tidak dapat sepenuhnya hilang dari tubuh, menjaga daya tahan tubuh anak yang baik dapat membantu mencegah kekambuhan. Istirahat cukup, nutrisi seimbang, dan pengelolaan stres juga berperan penting.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang tua disarankan untuk mencari bantuan medis jika gejala herpes pada anak tidak membaik dalam beberapa hari. Konsultasi dokter diperlukan jika anak mengalami demam tinggi yang tidak turun, tanda-tanda dehidrasi, atau jika luka lepuh menyebar ke mata. Anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga membutuhkan perhatian medis segera.

Kesimpulan

Penyakit herpes pada anak adalah kondisi umum yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Pemahaman tentang penyebab, gejala, dan cara penularannya sangat penting. Meskipun umumnya sembuh sendiri, langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat dapat meredakan gejala dan mencegah penyebaran. Untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, yang siap memberikan rekomendasi medis praktis dan terpercaya.