Ad Placeholder Image

Penyakit Kronis Apa Saja? Daftar Lengkap dan Cara Mencegah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Juni 2026

Penyakit Kronis Apa Saja? Daftar Lengkap & Cara Mencegah

Penyakit Kronis Apa Saja? Daftar Lengkap dan Cara MencegahPenyakit Kronis Apa Saja? Daftar Lengkap dan Cara Mencegah

Ringkasan: Bursitis adalah peradangan pada bursa, yaitu kantong kecil berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang, tendon, dan otot di sekitar sendi. Kondisi ini sering terjadi di bahu, siku, pinggul, dan lutut, menyebabkan nyeri serta keterbatasan gerak pada area yang terdampak.

Apa Itu Bursitis?

Bursitis adalah kondisi medis berupa inflamasi atau peradangan yang menyerang bursa (kantong cairan pelumas sendi). Bursa berperan penting dalam mengurangi gesekan antara jaringan tubuh saat bergerak, sehingga jika terjadi peradangan, aktivitas fisik penderita akan terganggu akibat rasa sakit yang intens.

Kondisi ini umumnya bersifat sementara, namun dapat berkembang menjadi kronis (berlangsung lama) jika faktor penyebabnya tidak segera ditangani. Lokasi yang paling sering terkena adalah area sendi yang melakukan gerakan berulang secara terus-menerus.

“Bursitis paling sering terjadi pada sendi bahu, siku, dan pinggul, tetapi juga dapat memengaruhi lutut, tumit, dan pangkal ibu jari kaki.” — Kemenkes RI, 2022

Gejala Bursitis

Gejala bursitis ditandai dengan rasa nyeri yang muncul secara bertahap atau tiba-tiba pada area sendi yang meradang. Penderita biasanya merasakan kekakuan (stiffness) dan pembengkakan lokal yang disertai dengan warna kemerahan serta sensasi hangat saat area tersebut disentuh.

Rasa sakit cenderung memburuk saat sendi digerakkan atau ditekan. Gejala spesifik lainnya meliputi:

  • Nyeri tumpul yang menetap di area sendi.
  • Keterbatasan ruang gerak (range of motion) pada ekstremitas yang terdampak.
  • Peningkatan rasa nyeri pada malam hari atau saat berbaring menekan area bursa.
  • Demam ringan jika peradangan disebabkan oleh infeksi bakteri (bursitis septik).

Penyebab Bursitis

Penyebab utama bursitis adalah penggunaan sendi secara berlebihan atau gerakan repetitif (berulang) dalam jangka waktu lama. Tekanan yang berkepanjangan pada area tertentu, seperti berlutut dalam waktu lama atau bersandar pada siku, sering menjadi pemicu utama inflamasi ini.

Selain aktivitas fisik, beberapa faktor lain yang dapat memicu kondisi ini antara lain:

1. Cedera Traumatis

Benturan keras atau kecelakaan mendadak pada sendi dapat merusak bursa dan memicu peradangan seketika.

2. Kondisi Medis Lain

Penyakit sistemik seperti rheumatoid arthritis (radang sendi autoimun), gout (asam urat), atau diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya bursitis.

3. Infeksi Bakteri

Luka pada permukaan kulit di atas bursa dapat menjadi jalan masuk bakteri Staphylococcus aureus, yang memicu bursitis septik atau infeksi pada kantong cairan.

Diagnosis Bursitis

Diagnosis bursitis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan penelusuran riwayat aktivitas fisik harian. Dokter akan menekan area yang nyeri dan mengecek kemampuan gerak sendi untuk membedakan kondisi ini dengan gangguan sendi lainnya.

Beberapa tes penunjang yang mungkin diperlukan meliputi:

  • Pencitraan: Rontgen dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan patah tulang, sementara USG atau MRI digunakan untuk melihat pembengkakan pada bursa secara detail.
  • Tes Darah: Digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda peradangan sistemik atau infeksi.
  • Aspirasi Cairan: Pengambilan sampel cairan dari bursa menggunakan jarum (aspirasi) untuk dianalisis di laboratorium guna memastikan adanya infeksi atau kristal asam urat.

Pengobatan Bursitis

Pengobatan bursitis bertujuan untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan agar fungsi sendi kembali normal. Penanganan awal biasanya melibatkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) guna meminimalkan pembengkakan pada area yang terdampak selama 48 jam pertama.

Langkah pengobatan medis yang umum dilakukan meliputi:

  • Obat-obatan: Pemberian antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  • Terapi Fisik: Latihan peregangan dan penguatan otot di sekitar sendi untuk mencegah kekambuhan di masa depan.
  • Suntikan Kortikosteroid: Injeksi obat antiinflamasi kuat langsung ke dalam bursa untuk meredakan nyeri kronis dengan cepat.
  • Antibiotik: Diperlukan khusus untuk kasus bursitis septik yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

“Pemberian istirahat pada sendi yang terdampak dan penggunaan kompres dingin merupakan langkah pertama yang efektif dalam menangani bursitis non-infeksi.” — WHO, 2023

Pencegahan Bursitis

Pencegahan bursitis dapat dilakukan dengan mengurangi beban tekanan berlebih pada sendi selama beraktivitas harian. Penggunaan alat pelindung, seperti bantalan lutut (knee pads) saat berkebun atau berolahraga, sangat efektif untuk melindungi bursa dari tekanan mekanis langsung.

Beberapa upaya pencegahan lainnya meliputi:

  • Melakukan pemanasan (warming up) yang cukup sebelum melakukan aktivitas fisik berat.
  • Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada sendi pinggul dan lutut.
  • Mengambil jeda istirahat secara rutin saat melakukan pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang.
  • Memperbaiki postur tubuh saat duduk atau berdiri guna mendistribusikan beban tubuh secara merata.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi medis segera diperlukan jika nyeri sendi bersifat melumpuhkan atau tidak membaik setelah dilakukan perawatan mandiri di rumah selama satu minggu. Penanganan profesional penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti atrofi otot (penyusutan otot) atau kekakuan sendi permanen.

Segera cari bantuan medis jika ditemukan tanda-tanda berikut:

  • Nyeri yang sangat tajam atau menusuk saat bergerak.
  • Pembengkakan yang sangat besar, memerah, dan terasa panas (tanda infeksi).
  • Adanya ruam atau memar yang tidak biasa di sekitar sendi.
  • Demam tinggi yang menyertai nyeri sendi.

Kesimpulan

Bursitis merupakan peradangan pada bantalan sendi yang dapat mengganggu mobilitas harian akibat nyeri dan pembengkakan. Penanganan yang tepat melibatkan kombinasi istirahat, pengobatan antiinflamasi, dan perubahan gaya hidup untuk mencegah kekambuhan. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat serta penanganan medis yang sesuai dengan kondisi fisik yang dialami.