Ad Placeholder Image

Penyakit Sipilis Wanita: Kenali Gejala dan Cara Obati

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Penyakit Sipilis Wanita: Wajib Tahu Gejala dan Cara Atasi

Penyakit Sipilis Wanita: Kenali Gejala dan Cara ObatiPenyakit Sipilis Wanita: Kenali Gejala dan Cara Obati

Sifilis pada wanita adalah salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini seringkali dimulai dengan luka yang tidak terasa sakit (chancre) pada area genital, mulut, atau anus. Karena sifatnya yang tidak nyeri, luka ini seringkali tidak disadari dan mudah terabaikan, padahal deteksi dini sangat krusial untuk pengobatan yang efektif.

Jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dengan gejala seperti ruam kulit, demam, kelenjar getah bening bengkak, hingga kerontokan rambut. Penyakit sifilis pada wanita dapat disembuhkan total dengan antibiotik, terutama penisilin, namun bisa berbahaya jika tidak ditangani, terutama bagi ibu hamil karena berisiko menular ke bayi (sifilis kongenital).

Apa Itu Penyakit Sifilis pada Wanita?

Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai organ tubuh dan memiliki perjalanan penyakit yang bertahap jika tidak diobati. Pada wanita, sifilis seringkali luput dari perhatian di tahap awal karena gejala yang samar atau tidak nyeri.

Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan luka sifilis selama aktivitas seksual. Pemahaman mengenai tahapan penyakit dan gejala yang mungkin timbul sangat penting untuk diagnosis dan penanganan dini.

Gejala Sifilis pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Gejala sifilis pada perempuan dapat bervariasi tergantung pada tahap penyakitnya. Berikut adalah tahapan sifilis dan gejala yang sering muncul:

  • Sifilis Primer: Ditandai dengan munculnya luka kecil, bulat, dan tanpa rasa sakit yang disebut chancre. Luka ini biasanya muncul di tempat bakteri masuk, seperti genital (vagina, labia), anus, atau mulut. Chancre bisa muncul 10-90 hari setelah paparan dan dapat sembuh sendiri dalam 3-6 minggu, bahkan tanpa pengobatan, sehingga sering diabaikan.
  • Sifilis Sekunder: Tahap ini muncul beberapa minggu setelah chancre primer sembuh. Gejalanya meliputi ruam kulit yang tidak gatal di mana saja di tubuh, terutama telapak tangan dan kaki. Wanita juga bisa mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit tenggorokan, kerontokan rambut di kepala atau alis, dan gejala mirip flu.
  • Sifilis Laten: Pada tahap ini, tidak ada gejala yang terlihat, tetapi bakteri masih ada dalam tubuh. Tahap laten bisa berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.
  • Sifilis Tersier: Ini adalah tahap paling serius dan dapat terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Sifilis tersier dapat merusak otak, saraf, jantung, mata, hati, tulang, dan sendi, menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah jantung, dan bahkan kematian.

Penyebab dan Cara Penularan Sifilis pada Wanita

Penyebab utama penyakit sifilis adalah infeksi bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini sangat menular melalui kontak langsung dengan luka sifilis pada orang yang terinfeksi.

Penularan paling umum terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral. Selain itu, sifilis juga dapat menular dari ibu hamil yang terinfeksi ke bayinya selama kehamilan atau persalinan, kondisi ini dikenal sebagai sifilis kongenital. Penularan non-seksual sangat jarang terjadi karena bakteri Treponema pallidum tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia.

Pentingnya Deteksi Dini Sifilis pada Wanita

Deteksi dini sifilis pada wanita sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan penyebaran infeksi. Karena gejala awal yang sering tidak nyeri dan mudah terabaikan, banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Diagnosis sifilis umumnya dilakukan melalui tes darah yang mendeteksi keberadaan antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum.

Wanita yang memiliki riwayat aktivitas seksual berisiko atau pasangan dengan riwayat IMS dianjurkan untuk menjalani skrining. Skrining rutin sangat direkomendasikan untuk ibu hamil guna mencegah risiko penularan ke bayi yang belum lahir.

Pengobatan Penyakit Sifilis pada Wanita

Sifilis dapat disembuhkan sepenuhnya, terutama jika terdeteksi dan diobati pada tahap awal. Pengobatan utama untuk sifilis adalah dengan antibiotik, paling sering menggunakan penisilin.

Jenis dan dosis penisilin akan disesuaikan dengan stadium sifilis yang diderita. Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Setelah pengobatan, pasien perlu menjalani tes darah lanjutan untuk memastikan bakteri telah sepenuhnya hilang dari tubuh.

Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius pada jantung, otak, sistem saraf, dan organ vital lainnya. Bagi ibu hamil, pengobatan sifilis sangat vital untuk melindungi kesehatan ibu dan mencegah sifilis kongenital pada bayi.

Langkah Pencegahan Sifilis pada Wanita

Pencegahan adalah kunci untuk menghindari penularan sifilis. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Seks Aman: Menggunakan kondom secara konsisten dan benar setiap kali berhubungan seksual dapat mengurangi risiko penularan IMS, termasuk sifilis.
  • Setia pada Pasangan: Memiliki satu pasangan seksual yang juga setia dan tidak terinfeksi IMS dapat sangat menurunkan risiko.
  • Hindari Berbagi Jarum Suntik: Meskipun jarang, penularan juga bisa terjadi melalui berbagi jarum suntik yang terkontaminasi.
  • Skrining Rutin: Wanita yang aktif secara seksual, terutama yang memiliki beberapa pasangan atau pasangan yang berisiko, disarankan untuk melakukan skrining IMS secara teratur.
  • Skrining Kehamilan: Semua ibu hamil wajib menjalani tes skrining sifilis pada kunjungan prenatal pertama. Ini sangat penting untuk mencegah sifilis kongenital pada bayi.

Risiko Sifilis Kongenital pada Ibu Hamil dan Bayi

Salah satu perhatian utama pada penyakit sifilis wanita adalah risikonya terhadap kehamilan. Jika ibu hamil terinfeksi sifilis dan tidak diobati, bakteri dapat menular ke janin melalui plasenta. Kondisi ini dikenal sebagai sifilis kongenital.

Sifilis kongenital dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius pada bayi, termasuk keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kelainan bentuk tulang dan gigi, gangguan pendengaran, kebutaan, hingga kerusakan otak. Oleh karena itu, skrining dan pengobatan dini sifilis pada ibu hamil sangat penting untuk kesehatan bayi.

Penyakit sifilis pada wanita membutuhkan perhatian serius karena gejalanya yang sering tidak khas dan potensi komplikasi yang berbahaya jika tidak diobati. Jika ada kecurigaan atau riwayat kontak dengan sifilis, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis terkait, melakukan tes lab, atau mendapatkan obat yang diresepkan dengan mudah dan cepat. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat adalah kunci untuk mencegah penyebaran dan komplikasi sifilis.