Ad Placeholder Image

Penyakit Stoma: Kondisi, Jenis, dan Perawatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Juni 2026

Stoma: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Perawatannya

Penyakit Stoma: Kondisi, Jenis, dan PerawatanPenyakit Stoma: Kondisi, Jenis, dan Perawatan

Ringkasan: Stoma adalah lubang buatan pada dinding perut yang dibuat melalui prosedur pembedahan untuk mengeluarkan limbah tubuh seperti feses atau urine. Prosedur ini umumnya dilakukan ketika sistem pencernaan atau perkemihan tidak dapat berfungsi normal akibat penyakit, cedera, atau kelainan bawaan.

Apa Itu Stoma?

Stoma adalah sebuah pembukaan atau lubang artifisial yang dibuat melalui pembedahan pada permukaan perut untuk menghubungkan organ dalam (usus atau saluran kemih) dengan dunia luar. Lubang ini berfungsi sebagai saluran alternatif untuk membuang kotoran dari dalam tubuh ketika jalur alami tidak lagi memungkinkan untuk digunakan.

Secara klinis, stoma tampak sebagai tonjolan jaringan lunak berwarna merah muda atau merah, mirip dengan lapisan dalam mulut. Area ini tidak memiliki ujung saraf sensorik, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit saat disentuh. Namun, jaringan tersebut sangat kaya akan pembuluh darah dan dapat sedikit berdarah jika terjadi gesekan yang kuat.

Lubang ini bersifat sementara atau permanen, tergantung pada kondisi medis yang mendasarinya. Setelah prosedur dilakukan, pasien biasanya akan menggunakan kantong khusus (ostomy bag) yang ditempelkan pada kulit di sekitar lubang untuk menampung limbah tubuh secara higienis.

“Stoma merupakan intervensi bedah krusial yang bertujuan untuk mengalihkan aliran feses atau urine guna menyelamatkan nyawa atau meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan sistem eliminasi.” — World Health Organization (WHO), 2023

Jenis-Jenis Stoma

Terdapat tiga klasifikasi utama berdasarkan bagian sistem tubuh yang dialihkan salurannya. Penentuan jenis ini bergantung sepenuhnya pada lokasi kerusakan atau penyakit yang diderita oleh pasien.

1. Kolostomi

Kolostomi adalah pembuatan lubang yang terhubung ke usus besar (kolon). Prosedur ini dilakukan ketika sebagian dari kolon atau rektum (saluran akhir pembuangan) tidak berfungsi atau perlu diistirahatkan setelah operasi. Feses yang dikeluarkan melalui kolostomi biasanya memiliki konsistensi yang lebih padat karena air telah diserap di usus besar.

2. Ileostomi

Ileostomi merupakan lubang yang dihubungkan dengan usus halus (ileum). Prosedur ini sering dilakukan jika seluruh usus besar harus diangkat atau dilewati. Limbah yang keluar melalui ileostomi cenderung bersifat cair atau lunak dan mengandung enzim pencernaan yang sangat korosif terhadap kulit peristomal (kulit di sekitar stoma).

3. Urostomi

Urostomi atau diversi urine adalah prosedur untuk mengalihkan aliran urine dari kandung kemih yang rusak atau telah diangkat. Dokter biasanya menggunakan segmen kecil usus untuk membuat saluran baru agar urine dapat mengalir keluar menuju kantong penampung. Kondisi ini paling sering dilakukan pada kasus kanker kandung kemih stadium lanjut.

Kapan Prosedur Stoma Dibutuhkan?

Pemasangan stoma dilakukan sebagai solusi medis untuk berbagai kondisi yang mengganggu jalur eliminasi normal. Keputusan medis ini diambil untuk mencegah komplikasi fatal seperti perforasi (kebocoran) usus atau sepsis (infeksi berat).

Beberapa penyebab utama medis meliputi:

  • Kanker kolorektal (kanker pada usus besar atau rektum).
  • Penyakit Radang Usus atau IBD (Inflammatory Bowel Disease), termasuk Penyakit Crohn dan Kolitis Ulseratif.
  • Divertikulitis (peradangan pada kantong-kantong kecil di dinding usus).
  • Cedera traumatik pada area perut yang merusak saluran pencernaan.
  • Kelainan bawaan pada bayi, seperti atresia ani (tidak memiliki lubang anus).
  • Obstruksi atau penyumbatan usus yang tidak bisa diatasi dengan pengobatan konvensional.

Tujuan utama dari prosedur ini adalah untuk memberikan waktu bagi organ yang sakit untuk pulih atau sebagai jalur permanen jika organ tersebut telah diangkat sepenuhnya melalui tindakan bedah.

Bagaimana Prosedur Pembuatan Stoma Dilakukan?

Prosedur pembuatan stoma melibatkan tim bedah multidisiplin untuk memastikan penempatan lubang yang optimal bagi kenyamanan pasien dalam jangka panjang. Sebelum operasi, dokter bedah atau perawat spesialis luka akan menentukan lokasi titik koordinat pada perut yang tidak terlipat saat pasien duduk atau berdiri.

Selama operasi berlangsung, dokter akan membuat sayatan kecil pada dinding perut. Ujung usus kemudian ditarik keluar melalui sayatan tersebut dan dijahit ke permukaan kulit perut untuk membentuk mulut saluran. Setelah lubang terbentuk, kantong ostomi pertama akan segera dipasangkan untuk menampung limbah yang mungkin keluar segera setelah fungsi usus kembali aktif.

Pascaoperasi, periode pemulihan di rumah sakit biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu. Selama masa ini, pasien akan diajarkan cara membersihkan area sekitar lubang secara mandiri guna mencegah terjadinya komplikasi kulit yang umum terjadi pada awal masa pemulihan.

Cara Perawatan Stoma di Rumah

Perawatan stoma yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit peristomal dan mencegah kebocoran kantong. Kulit di sekitar lubang harus tetap bersih, kering, dan bebas dari iritasi akibat kontak langsung dengan feses atau urine.

Langkah-langkah perawatan rutin meliputi:

  • Membersihkan kulit di sekitar lubang menggunakan air hangat dan waslap lembut tanpa sabun yang mengandung parfum atau minyak.
  • Memastikan ukuran lubang pada kantong ostomi sesuai dengan diameter lubang (tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar).
  • Mengganti kantong secara teratur sebelum penuh (biasanya saat terisi sepertiga atau setengah bagian) untuk menghindari beban berlebih pada perekat.
  • Memantau perubahan warna atau bentuk stoma secara berkala.
  • Mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup untuk menjaga hidrasi, terutama bagi pasien ileostomi.

Pola makan juga perlu disesuaikan guna menghindari produksi gas berlebih atau penyumbatan pada saluran usus. Pasien disarankan untuk mengunyah makanan hingga benar-benar halus dan menghindari makanan yang sulit dicerna dalam jumlah besar di masa awal penggunaan.

“Edukasi mandiri mengenai perawatan kulit peristomal adalah kunci utama dalam mencegah dermatitis dan komplikasi mekanis lainnya pada pasien ostomi.” — Wound, Ostomy, and Continence Nurses Society (WOCN), 2024

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun prosedur ini umumnya aman, beberapa masalah medis dapat timbul jika perawatan tidak dilakukan secara optimal. Komplikasi dapat bersifat ringan hingga kondisi darurat yang memerlukan tindakan medis segera.

Beberapa risiko komplikasi meliputi:

  • Iritasi kulit atau dermatitis kontak akibat kebocoran limbah tubuh yang mengenai kulit.
  • Iskemia (gangguan aliran darah) yang ditandai dengan perubahan warna lubang menjadi gelap atau hitam.
  • Retraksi (kondisi di mana lubang tertarik masuk ke dalam dinding perut).
  • Prolaps (kondisi di mana usus menonjol keluar lebih panjang dari biasanya).
  • Hernia parastomal (benjolan di sekitar lubang akibat kelemahan otot perut).
  • Penyumbatan atau obstruksi makanan yang ditandai dengan berhentinya keluarnya kotoran secara tiba-tiba.

Kapan Harus ke Dokter?

Pemantauan mandiri merupakan bagian vital dari manajemen hidup dengan stoma. Segera hubungi tenaga medis profesional jika ditemukan perubahan warna yang signifikan pada lubang, seperti berubah menjadi ungu gelap atau hitam, yang menandakan gangguan sirkulasi darah.

Gejala lain yang memerlukan perhatian medis segera meliputi nyeri perut hebat, mual dan muntah terus-menerus, tidak ada keluaran kotoran selama lebih dari 6 jam, atau perdarahan yang sulit berhenti dari lubang. Jika terjadi iritasi kulit yang tidak kunjung membaik dengan perawatan mandiri, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Stoma adalah prosedur medis yang mengubah jalur eliminasi limbah tubuh demi mengatasi kondisi kesehatan yang serius. Melalui perawatan yang tepat dan pemantauan berkala, seseorang dengan kondisi ini tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal dan berkualitas. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat jika muncul keluhan pada area sekitar saluran pembuangan buatan tersebut.