Ad Placeholder Image

Penyakit Telinga Bernanah: Awas Congek Bikin Tuli

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Congek Bikin Tuli TTS? Kenali Penyebabnya Sekarang!

Penyakit Telinga Bernanah: Awas Congek Bikin TuliPenyakit Telinga Bernanah: Awas Congek Bikin Tuli

Penyakit Telinga Bernanah yang Menyebabkan Tuli (Congek): Gejala, Penyebab, dan Penanganan Tepat

Penyakit telinga bernanah, atau yang umum dikenal sebagai “congek”, adalah kondisi medis serius yang dapat berujung pada gangguan pendengaran permanen atau tuli. Kondisi ini terjadi akibat infeksi berulang pada telinga, menyebabkan keluarnya cairan atau nanah dari telinga. Memahami penyakit ini adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah, termasuk kehilangan pendengaran.

Apa Itu Penyakit Telinga Bernanah yang Menyebabkan Tuli?

Penyakit telinga bernanah yang bisa menyebabkan tuli umumnya terkait dengan dua kondisi utama: Otitis Media Kronis Supuratif (OMSK) dan Kolesteatoma. Otitis Media adalah infeksi pada telinga tengah, area di belakang gendang telinga.

Jika infeksi ini berulang dan tidak diobati dengan baik, dapat berkembang menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan struktur telinga. Kerusakan ini memicu keluarnya nanah dan cairan, serta mengakibatkan gangguan pendengaran yang disebut tuli konduktif.

Kolesteatoma merupakan pertumbuhan kulit abnormal di telinga tengah atau mastoid (tulang di belakang telinga). Kondisi ini dapat merusak tulang-tulang pendengaran dan struktur telinga lainnya, menyebabkan nanah keluar dan tuli yang progresif.

Gejala Telinga Bernanah (Congek)

Mengenali gejala awal sangat penting untuk penanganan dini. Beberapa tanda umum penyakit telinga bernanah meliputi:

  • Keluarnya cairan atau nanah dari telinga, seringkali berbau tidak sedap.
  • Nyeri telinga yang berdenyut atau terasa penuh.
  • Penurunan pendengaran, yang bisa ringan hingga parah (tuli).
  • Demam, terutama pada kasus infeksi akut.
  • Pusing atau vertigo (sensasi berputar), pada kasus yang lebih serius.
  • Telinga berdenging (tinnitus).

Penyebab Umum Telinga Bernanah dan Tuli

Penyakit telinga bernanah dan gangguan pendengaran yang menyertainya dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Infeksi merupakan pemicu utama kondisi ini.

  • Infeksi Bakteri atau Virus: Penyebab paling umum adalah infeksi bakteri atau virus yang menyerang telinga tengah. Infeksi ini seringkali bermula dari pilek, flu, atau alergi yang menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah.
  • Infeksi Berulang: Infeksi telinga yang tidak diobati secara tuntas atau sering kambuh dapat merusak gendang telinga dan tulang-tulang kecil di telinga tengah. Kerusakan ini membuka jalan bagi keluarnya nanah dan cairan.
  • Komplikasi Otitis Interna: Infeksi telinga dalam (otitis interna) dapat menyebar dan memicu kondisi telinga bernanah jika tidak ditangani dengan baik. Otitis interna sendiri dapat menyebabkan gangguan keseimbangan dan pendengaran.
  • Perforasi Gendang Telinga: Lubang pada gendang telinga akibat trauma atau infeksi berulang memungkinkan bakteri masuk ke telinga tengah. Hal ini memudahkan terjadinya infeksi dan keluarnya nanah.
  • Saluran Eustachius yang Tidak Berfungsi Optimal: Saluran Eustachius bertugas menyamakan tekanan udara di telinga tengah dan mengalirkan cairan. Jika saluran ini tersumbat atau tidak berfungsi baik, cairan dapat menumpuk dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Pengobatan Penyakit Telinga Bernanah

Penanganan telinga bernanah harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Diagnosis yang akurat oleh dokter spesialis THT sangat penting.

  • Obat-obatan: Dokter mungkin meresepkan antibiotik oral atau tetes telinga untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat antiinflamasi juga bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Pembersihan Telinga: Pembersihan telinga secara profesional oleh dokter untuk mengangkat nanah dan kotoran. Ini membantu meningkatkan efektivitas obat dan mengurangi risiko komplikasi.
  • Tindakan Bedah: Pada kasus Otitis Media Kronis Supuratif yang parah atau Kolesteatoma, tindakan bedah mungkin diperlukan. Operasi ini bertujuan untuk membersihkan infeksi, memperbaiki gendang telinga yang berlubang, atau merekonstruksi tulang-tulang pendengaran.
  • Pemasangan Timpanostomi Tube (Grommet): Untuk kasus Otitis Media yang berulang, pemasangan tabung kecil pada gendang telinga dapat membantu mengalirkan cairan dan mencegah penumpukan.

Pencegahan Telinga Bernanah dan Tuli

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah telinga bernanah dan risiko tuli meliputi:

  • Menjaga Kebersihan Telinga: Hindari memasukkan cotton bud atau benda lain ke dalam telinga, karena dapat mendorong kotoran lebih dalam atau melukai gendang telinga.
  • Menangani Infeksi Saluran Pernapasan Atas: Segera obati pilek, flu, atau alergi untuk mencegah penyebaran infeksi ke telinga.
  • Menghindari Air Kotor: Lindungi telinga dari air kotor saat berenang atau mandi untuk mencegah masuknya bakteri.
  • Vaksinasi: Ikuti jadwal vaksinasi yang direkomendasikan, terutama vaksin flu dan pneumonia, yang dapat mengurangi risiko infeksi telinga.
  • Hindari Paparan Asap Rokok: Asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi telinga, terutama pada anak-anak.
  • Periksa Telinga Secara Rutin: Lakukan pemeriksaan telinga secara berkala jika memiliki riwayat infeksi telinga atau faktor risiko lainnya.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Penyakit telinga bernanah yang menyebabkan tuli adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Mengabaikan gejala dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, termasuk tuli permanen. Jika mengalami gejala seperti keluarnya nanah dari telinga, nyeri, atau penurunan pendengaran, segera cari bantuan profesional.

Melalui Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Dapatkan informasi lebih lanjut, buat janji temu, atau beli obat secara praktis melalui aplikasi Halodoc untuk menjaga kesehatan telinga secara optimal.