Ad Placeholder Image

Penyakit Turun Berok Laki Laki: Kenali dan Atasi!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Penyakit Turun Berok Laki-laki: Gejala dan Solusi

Penyakit Turun Berok Laki Laki: Kenali dan Atasi!Penyakit Turun Berok Laki Laki: Kenali dan Atasi!

Apa Itu Penyakit Turun Berok pada Laki-Laki?

Penyakit turun berok pada laki-laki, atau yang dikenal juga sebagai hernia, adalah kondisi ketika sebagian jaringan organ dalam tubuh, seperti usus atau lemak perut, menonjol keluar melalui celah atau area yang lemah pada dinding otot perut. Kondisi ini seringkali terjadi di area selangkangan, yang disebut hernia inguinalis.

Hernia inguinalis lebih sering ditemukan pada pria karena adanya jalur alami pada dinding perut yang memungkinkan testis turun ke skrotum saat perkembangan. Jalur ini dapat menjadi titik lemah seiring waktu, memicu munculnya tonjolan. Tonjolan ini biasanya akan terlihat jelas saat berdiri, batuk, atau mengangkat beban berat, dan dapat menghilang saat berbaring.

Gejala Umum Penyakit Turun Berok pada Laki-Laki

Mengenali gejala awal penyakit turun berok pada laki-laki sangat penting untuk penanganan yang tepat. Gejala yang muncul dapat bervariasi, tergantung pada ukuran dan lokasi hernia.

  • Munculnya Benjolan

    Gejala utama adalah adanya benjolan yang terlihat atau terasa di area selangkangan atau perut bagian bawah. Benjolan ini bisa membesar dan bahkan meluas hingga ke kantung zakar (skrotum). Tonjolan seringkali terlihat jelas saat beraktivitas seperti berdiri atau batuk, namun bisa kembali masuk atau menghilang saat penderitanya berbaring.

  • Rasa Nyeri dan Ketidaknyamanan

    Penderita mungkin merasakan nyeri tumpul, sensasi berat, atau perih di area benjolan. Rasa tidak nyaman ini cenderung memburuk saat melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan di perut, seperti mengangkat beban, mengejan, atau batuk.

  • Sensasi Terbakar

    Beberapa pria juga melaporkan adanya sensasi seperti terbakar di sekitar area tonjolan. Ini bisa menjadi indikasi adanya iritasi pada saraf di sekitar area hernia.

Penyebab Penyakit Turun Berok pada Laki-Laki

Penyakit turun berok pada laki-laki umumnya disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama. Faktor pertama adalah adanya kelemahan pada dinding otot perut atau selangkangan.

Faktor kedua adalah peningkatan tekanan di dalam rongga perut. Peningkatan tekanan ini bisa dipicu oleh berbagai kondisi seperti batuk kronis, sembelit yang menyebabkan sering mengejan, mengangkat beban berat secara berlebihan, atau bahkan kehamilan pada wanita. Pada pria, jalur ke testis yang menjadi titik lemah bawaan turut berkontribusi.

Jenis Hernia yang Sering Terjadi pada Pria

Meskipun hernia bisa terjadi di berbagai lokasi, ada beberapa jenis yang lebih sering ditemukan pada pria.

  • Hernia Inguinalis

    Ini adalah jenis hernia yang paling umum, terutama pada pria. Hernia inguinalis terjadi ketika usus atau jaringan lemak menonjol melalui titik lemah di dinding perut bagian bawah, dekat selangkangan. Ada dua sub-tipe: inguinalis tidak langsung (bawaan) dan inguinalis langsung (didapat karena kelemahan otot seiring usia).

  • Hernia Femoralis

    Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, hernia femoralis juga bisa menyerang pria. Tonjolan muncul di bagian atas paha, tepat di bawah selangkangan. Hernia ini cenderung memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi karena celahnya yang sempit.

Diagnosis dan Penanganan Penyakit Turun Berok pada Laki-Laki

Diagnosis penyakit turun berok pada laki-laki umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba area selangkangan dan meminta penderita untuk batuk atau berdiri guna melihat munculnya benjolan.

Penanganan utama untuk hernia adalah operasi. Tindakan operasi bertujuan untuk mengembalikan jaringan yang menonjol ke posisi semula dan memperkuat dinding otot yang lemah. Observasi atau pemantauan dapat menjadi pilihan jika hernia tidak menimbulkan gejala atau berukuran sangat kecil.

Penanganan ini penting untuk mencegah komplikasi serius seperti inkarserasi (jaringan terjebak dan tidak bisa didorong kembali) atau strangulasi (pasokan darah ke jaringan yang terjebak terputus). Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat.

Pencegahan Penyakit Turun Berok pada Laki-Laki

Meskipun tidak semua jenis hernia dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit turun berok pada laki-laki.

Upaya pencegahan meliputi menjaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada perut, mengonsumsi makanan kaya serat untuk mencegah sembelit dan mengejan berlebihan, serta menghindari mengangkat beban berat dengan teknik yang salah. Berhenti merokok juga dapat mengurangi risiko batuk kronis yang dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen.

Kapan Harus Periksa ke Dokter untuk Penyakit Turun Berok?

Jika merasakan adanya benjolan di selangkangan atau perut bagian bawah, atau mengalami gejala seperti nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi berat, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Perlu perhatian medis segera apabila benjolan menjadi sangat nyeri, memerah, bengkak, atau jika tidak dapat didorong kembali. Kondisi ini bisa menjadi tanda inkarserasi atau strangulasi, yang merupakan keadaan darurat medis.

Kesimpulan

Penyakit turun berok pada laki-laki adalah kondisi yang perlu perhatian medis. Mengenali gejala seperti benjolan di selangkangan, nyeri, dan sensasi berat merupakan langkah awal penting.

Meskipun observasi mungkin dilakukan pada kasus tanpa gejala, operasi seringkali menjadi penanganan utama untuk mencegah komplikasi. Untuk diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai, sangat direkomendasikan untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis.

Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika mengalami gejala hernia. Di Halodoc, terdapat berbagai dokter spesialis yang siap memberikan informasi dan rekomendasi pengobatan yang tepat.