Ad Placeholder Image

Penyebab Air Ketuban Keruh: Info Lengkap dan Solusi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Penyebab Air Ketuban Keruh: Info Lengkap & Solusi

Penyebab Air Ketuban Keruh: Info Lengkap dan SolusiPenyebab Air Ketuban Keruh: Info Lengkap dan Solusi

Air ketuban adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi janin selama kehamilan. Normalnya, air ketuban berwarna bening atau sedikit keruh keputihan. Namun, dalam beberapa kasus, air ketuban bisa menjadi keruh. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada kehamilan dan memerlukan perhatian medis segera.

Apa Saja Penyebab Air Ketuban Keruh?

Air ketuban keruh umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama air ketuban menjadi keruh:

1. Mekoneum (Tinja Janin)

Penyebab paling umum air ketuban keruh adalah mekoneum, yaitu tinja pertama janin. Kondisi ini terjadi ketika janin mengeluarkan tinja di dalam kandungan akibat stres, kekurangan oksigen, atau usia kehamilan yang sudah matang. Air ketuban yang bercampur mekoneum akan berwarna hijau atau kecoklatan.

2. Infeksi (Korioamnionitis)

Infeksi bakteri pada kantung ketuban, yang disebut korioamnionitis, juga dapat menyebabkan air ketuban menjadi keruh. Infeksi ini biasanya disertai bau tidak sedap dan dapat disebabkan oleh bakteri seperti E. coli atau Streptococcus grup B.

3. Kehamilan Lewat Waktu (Post-term)

Kehamilan yang berlangsung lebih dari 40-42 minggu dapat menyebabkan air ketuban menjadi keruh. Hal ini disebabkan oleh penurunan volume air ketuban dan perubahan komposisinya.

4. Adanya Darah

Darah yang masuk ke dalam air ketuban, baik dari ibu maupun janin, dapat menyebabkan air ketuban menjadi keruh dan berwarna kemerahan.

5. Campuran Vernix Caseosa

Di akhir kehamilan, sekitar 34 minggu ke atas, air ketuban bisa terlihat sedikit keruh karena bercampur dengan vernix caseosa, lapisan putih pelindung kulit janin. Kondisi ini umumnya masih dianggap normal.

Bagaimana Cara Mengetahui Air Ketuban Keruh?

Air ketuban yang normal biasanya berwarna bening atau putih susu. Jika mengalami tanda-tanda berikut, segera konsultasikan dengan dokter kandungan:

  • Air ketuban berwarna kehijauan, kuning, atau kecoklatan.
  • Air ketuban berbau tidak sedap.
  • Ibu mengalami demam.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Air Ketuban Keruh?

Jika dokter mencurigai adanya air ketuban keruh, beberapa tindakan mungkin akan dilakukan, antara lain:

  • USG: Untuk melihat kondisi janin dan volume air ketuban.
  • Pemantauan Detak Jantung Janin: Untuk memastikan janin dalam kondisi baik.
  • Pemberian Antibiotik: Jika terdeteksi adanya infeksi.

Komplikasi Akibat Air Ketuban Keruh

Air ketuban keruh dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan, seperti:

  • Gawat Janin: Kondisi di mana janin kekurangan oksigen.
  • Infeksi pada Ibu dan Janin: Terutama jika penyebabnya adalah korioamnionitis.
  • Persalinan Prematur: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memutuskan untuk mempercepat persalinan.

Pencegahan Air Ketuban Keruh

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko air ketuban keruh meliputi:

  • Rutin memeriksakan kehamilan: Memastikan kondisi ibu dan janin terpantau dengan baik.
  • Menjaga kebersihan: Mencegah infeksi yang dapat menyebabkan korioamnionitis.
  • Mengelola stres: Mengurangi risiko janin mengeluarkan mekoneum akibat stres.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter kandungan jika mengalami tanda-tanda air ketuban keruh, terutama jika disertai demam atau gerakan janin yang berkurang. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Jika ibu hamil mengalami masalah kesehatan atau memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc. Dengan Halodoc, konsultasi dengan dokter menjadi lebih mudah dan praktis.