Ad Placeholder Image

Penyebab Ari-Ari di Bawah: Ibu Hamil Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Penyebab Ari Ari Dibawah: Ibu Hamil, Yuk Pahami!

Penyebab Ari-Ari di Bawah: Ibu Hamil Perlu Tahu IniPenyebab Ari-Ari di Bawah: Ibu Hamil Perlu Tahu Ini

Memahami Penyebab Ari-Ari di Bawah (Plasenta Previa) dan Faktor Risikonya

Plasenta previa atau kondisi ari-ari di bawah merupakan komplikasi kehamilan serius ketika plasenta menempel pada bagian bawah rahim. Kondisi ini bisa menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, yaitu leher rahim atau serviks.

Meskipun penyebab pasti ari-ari di bawah belum sepenuhnya jelas, ada beberapa faktor risiko yang telah diidentifikasi. Pemahaman mengenai faktor-faktor ini penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Plasenta Previa?

Plasenta adalah organ vital yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Fungsinya menyediakan oksigen dan nutrisi bagi janin yang sedang tumbuh, serta membuang limbah dari darah bayi.

Pada kondisi normal, plasenta menempel pada bagian atas atau samping rahim. Namun, pada plasenta previa, plasenta tumbuh di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan hebat selama kehamilan atau persalinan. Plasenta previa memerlukan perhatian medis khusus.

Gejala Plasenta Previa yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama plasenta previa adalah pendarahan vagina tanpa rasa sakit setelah usia kehamilan 20 minggu. Pendarahan ini bisa bervariasi dari ringan hingga berat.

Darah biasanya berwarna merah terang. Pendarahan dapat berhenti dengan sendirinya, tetapi bisa kembali lagi dalam beberapa hari atau minggu.

Terkadang, pendarahan disertai dengan kontraksi rahim. Apabila mengalami pendarahan vagina selama kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Utama Plasenta Previa

Penyebab pasti plasenta previa memang belum dapat dipastikan secara mutlak. Akan tetapi, berbagai penelitian telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seorang wanita mengalami kondisi ini.

Faktor-faktor ini menyebabkan plasenta memiliki kecenderungan untuk tumbuh di bagian bawah rahim dan menutupi jalan lahir.

  • Riwayat Operasi Rahim

    Ini adalah salah satu faktor risiko utama. Bekas luka pada rahim akibat operasi sebelumnya dapat mengganggu area implantasi plasenta. Contoh operasi tersebut meliputi operasi caesar, kuret, atau pengangkatan miom (fibroid rahim). Bekas luka ini membuat plasenta sulit menempel pada bagian rahim yang lebih tinggi, sehingga cenderung mencari area di bawah.

  • Usia Ibu

    Wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami plasenta previa. Risiko ini cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

  • Kehamilan Kembar

    Jika seorang wanita mengandung lebih dari satu janin, seperti pada kehamilan kembar atau kembar tiga, risiko plasenta previa juga meningkat. Hal ini karena ukuran plasenta yang lebih besar membutuhkan area implantasi yang lebih luas.

  • Sering Melahirkan

    Wanita yang telah melahirkan beberapa kali (multipara) memiliki risiko yang lebih tinggi. Setiap kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada rahim yang meningkatkan kemungkinan plasenta previa.

  • Riwayat Plasenta Previa Sebelumnya

    Jika pernah mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya, risiko untuk mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya akan meningkat secara signifikan.

  • Merokok dan Penggunaan Kokain

    Gaya hidup tertentu juga menjadi faktor risiko. Merokok dan penggunaan kokain selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan plasenta dan rahim, sehingga meningkatkan risiko plasenta previa.

  • Riwayat Keguguran

    Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara riwayat keguguran dan peningkatan risiko plasenta previa pada kehamilan berikutnya.

  • Bentuk Rahim atau Plasenta Abnormal

    Kondisi rahim yang tidak normal atau kelainan pada bentuk plasenta itu sendiri dapat menyebabkan plasenta menempel pada posisi yang salah.

Diagnosis Plasenta Previa

Diagnosis plasenta previa biasanya dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). USG dapat menunjukkan posisi plasenta di dalam rahim secara akurat.

Pada sebagian besar kasus, plasenta previa terdeteksi selama pemeriksaan USG rutin pada trimester kedua. Jika ada pendarahan, dokter akan melakukan USG untuk memastikan penyebabnya.

Penanganan Plasenta Previa

Penanganan plasenta previa tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia kehamilan, jumlah pendarahan, dan kondisi kesehatan ibu serta janin. Tujuan utama adalah untuk memperpanjang kehamilan selama mungkin dan mencegah pendarahan hebat.

Beberapa langkah penanganan meliputi istirahat total, menghindari aktivitas berat, serta pemantauan ketat di rumah sakit jika pendarahan berlanjut. Apabila pendarahan tidak berhenti atau janin sudah cukup umur, persalinan caesar mungkin diperlukan.

Pencegahan Plasenta Previa

Karena penyebab pasti plasenta previa belum diketahui, pencegahan spesifik sulit dilakukan. Namun, mengurangi faktor risiko yang dapat dikendalikan bisa membantu.

Menghindari merokok dan penggunaan narkoba selama kehamilan sangat penting. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin juga membantu deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Apabila mengalami pendarahan vagina selama kehamilan, terutama pada trimester kedua atau ketiga, segera hubungi dokter. Pendarahan, bahkan yang ringan sekalipun, harus segera dievaluasi oleh tenaga medis.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius pada ibu dan janin.