Ad Placeholder Image

Penyebab Belakang Telinga Sakit: Kenali 5 Hal Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Terungkap! Penyebab Belakang Telinga Sakit yang Wajib Tahu

Penyebab Belakang Telinga Sakit: Kenali 5 Hal IniPenyebab Belakang Telinga Sakit: Kenali 5 Hal Ini

Penyebab Belakang Telinga Sakit: Berbagai Kondisi yang Perlu Diketahui

Rasa sakit di belakang telinga merupakan keluhan umum yang dapat menandakan berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini bisa bervariasi dari rasa nyeri ringan yang hilang timbul hingga rasa sakit parah yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Memahami penyebab di balik nyeri ini sangat penting untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Nyeri di belakang telinga seringkali tidak berdiri sendiri, melainkan disertai gejala lain seperti demam, nyeri saat menelan, atau sakit kepala. Oleh karena itu, jika nyeri berlanjut atau intensitasnya semakin parah, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis.

Gejala yang Menyertai Sakit Belakang Telinga

Selain rasa nyeri itu sendiri, terdapat beberapa gejala penyerta yang dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab sakit di belakang telinga. Observasi terhadap gejala-gejala ini dapat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis.

  • Demam
  • Nyeri saat menelan
  • Sakit kepala atau migrain
  • Pembengkakan di area belakang telinga atau leher
  • Kemerahan atau hangat saat disentuh
  • Keluarnya cairan dari telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Nyeri saat menggerakkan rahang

Berbagai Penyebab Belakang Telinga Sakit

Sakit di belakang telinga dapat berasal dari berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga gangguan saraf. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang perlu diwaspadai:

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening yang terletak di belakang telinga dapat membengkak sebagai respons terhadap infeksi. Ini adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang bekerja melawan bakteri atau virus. Pembengkakan ini seringkali terjadi akibat infeksi pernapasan seperti flu, radang tenggorokan (faringitis), atau infeksi telinga. Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya terasa nyeri saat disentuh.

Infeksi Telinga

Infeksi pada telinga adalah salah satu penyebab umum nyeri di belakang telinga. Ada dua jenis utama infeksi telinga yang dapat menyebabkan gejala ini:

  • Otitis Media (Infeksi Telinga Tengah): Infeksi ini terjadi di ruang di belakang gendang telinga. Otitis media seringkali dipicu oleh pilek, flu, atau alergi, menyebabkan penumpukan cairan dan tekanan yang menimbulkan nyeri.
  • Otitis Eksterna (Infeksi Telinga Luar/"Swimmer’s Ear"): Infeksi pada saluran telinga bagian luar, biasanya disebabkan oleh air yang terjebak di telinga atau kerusakan pada kulit saluran telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke area belakang telinga dan rahang.

Gangguan Saraf: Neuralgia Oksipital

Neuralgia oksipital adalah kondisi neurologis yang terjadi ketika saraf oksipital, yang membentang dari leher hingga kulit kepala, mengalami kerusakan atau peradangan. Nyeri akibat kondisi ini sering digambarkan sebagai tajam, menusuk, atau seperti sengatan listrik di bagian belakang kepala dan belakang telinga. Rasa nyeri dapat menyebar ke sisi kepala.

Masalah Sendi Rahang (TMJ)

Gangguan sendi temporomandibular (TMJ) mempengaruhi sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Masalah pada sendi ini, seperti peradangan atau disfungsi, dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke telinga, leher, wajah, dan area belakang telinga. Gejala lain meliputi bunyi "klik" pada rahang, kesulitan mengunyah, dan sakit kepala.

Cedera dan Benjolan

Cedera fisik langsung pada area belakang telinga, seperti benturan, dapat menyebabkan memar, bengkak, dan nyeri. Selain itu, beberapa jenis benjolan juga dapat menimbulkan rasa sakit:

  • Bisul: Infeksi bakteri pada folikel rambut yang menyebabkan benjolan merah, bengkak, dan nyeri.
  • Kista: Kantung berisi cairan atau material lain yang dapat tumbuh di bawah kulit. Meskipun seringkali tidak nyeri, kista dapat meradang dan menyebabkan rasa sakit.
  • Keloid: Pertumbuhan jaringan parut berlebih yang terbentuk setelah cedera kulit. Keloid bisa terasa gatal, lunak, atau nyeri, terutama jika terus-menerus teriritasi.

Pengobatan Sakit Belakang Telinga

Pengobatan untuk sakit di belakang telinga sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Setelah diagnosis ditegakkan oleh dokter, penanganan yang tepat dapat diberikan. Beberapa opsi pengobatan umum meliputi:

  • Obat pereda nyeri: Untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  • Antibiotik atau antivirus: Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus.
  • Anti-inflamasi: Untuk mengurangi peradangan.
  • Terapi fisik: Khususnya untuk masalah TMJ atau neuralgia oksipital.
  • Kompres hangat atau dingin: Untuk meredakan bengkak dan nyeri.
  • Pembedahan: Pada kasus benjolan tertentu atau cedera serius.

Pencegahan Sakit Belakang Telinga

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya sakit di belakang telinga, tergantung pada penyebabnya:

  • Menjaga kebersihan telinga: Hindari membersihkan telinga terlalu dalam dengan cotton bud yang dapat mendorong kotoran atau merusak saluran telinga.
  • Melindungi telinga: Gunakan penutup telinga saat berenang untuk mencegah otitis eksterna.
  • Menjaga kebersihan pribadi: Mencuci tangan secara teratur untuk mencegah penyebaran infeksi virus dan bakteri.
  • Mengelola stres: Untuk kondisi seperti TMJ atau neuralgia oksipital yang dapat dipicu oleh stres.
  • Mencari penanganan medis dini: Jika ada gejala infeksi atau kondisi lain yang dapat memburuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun beberapa penyebab sakit di belakang telinga dapat sembuh dengan sendirinya, sangat penting untuk mencari pertolongan medis jika nyeri berlanjut, semakin parah, atau disertai gejala mengkhawatirkan lainnya. Demam tinggi, keluarnya cairan dari telinga, kesulitan mendengar, atau pembengkakan yang signifikan adalah tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis segera.

Tidak disarankan untuk mendiagnosis atau mengobati sendiri. Melakukan konsultasi dengan dokter profesional dapat membantu mengidentifikasi akar masalah dan memastikan penanganan yang tepat dan efektif. Untuk kemudahan akses layanan kesehatan, gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter atau membuat janji temu.