• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Dehidrasi Dapat Sebabkan Hiperkalemia

Penyebab Dehidrasi Dapat Sebabkan Hiperkalemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Penyebab Dehidrasi Dapat Sebabkan Hiperkalemia

Halodoc, Jakarta - Hiperkalemia merupakan istilah medis untuk seseorang yang memiliki kadar kalium lebih tinggi dari normal. Biasanya, orang dengan hiperkalemia tidak memiliki gejala apapun, sehingga akan sulit bagi dokter untuk mendiagnosis gangguan ini. 

Penyebab utama hiperkalemia adalah penyakit ginjal kronis, diabetes yang tidak terkontrol, dehidrasi, mengalami pendarahan hebat, mengonsumsi makanan potasium yang berlebihan, dan konsumsi beberapa obat. Karena beberapa penyebab berkaitan erat dengan ginjal, dehidrasi pun merupakan salah satu hal yang harus diwaspadai. 

Baca juga: Ketahui 6 Gejala dari Hiperkalemia yang Perlu Diwaspadai

Bahaya Dehidrasi Bagi Ginjal dan Hiperkalemia

Dehidrasi terjadi ketika kamu kurang asupan cairan dan kehilangan lebih banyak cairan. Tubuh tidak memiliki cukup air dan cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya. Jika kamu tidak segera mengganti cairan yang hilang, tubuh akan mengalami dehidrasi. 

Air merupakan elemen penting bagi tubuh. Selain itu, menjaga tubuh terhidrasi dengan cukup merupakan merupakan syarat utama agar tubuh berfungsi secara keseluruhan. Mengingat sekitar 60 persen dari berat tubuh manusia terbuat dari air, sebagian besar air ditemukan di dalam sel-sel tubuh (ruang intraseluler). Sisanya ditemukan di ruang ekstraseluler, yang terdiri dari pembuluh darah (ruang intravaskular) dan ruang antara sel (ruang interstitial). 

Tubuh sangat dinamis dan selalu berubah. Ini terutama berlaku pada air di dalam tubuh. Tubuh akan kehilangan air secara rutin ketika:

  • Menghirup dan melembabkan udara. Ini dapat terlihat pada cuaca dingin ketika kamu dapat melihat napas di udara. Itulah adalah hembusan air dari dalam tubuh. 
  • Berkeringat untuk mendinginkan tubuh.
  • Tubuh membuang limbahnya dengan buang air kecil atau buang air besar. 

Baca juga: 5 Faktor Risiko Seseorang Terkena Hiperkalemia

Setiap orang harus banyak atau mencukupi kebutuhan cairan untuk mengganti cairan yang keluar secara rutin. Dengan mencegah dehidrasi, maka akan terhindar pula dari hiperkalemia. 

Hindari Asupan Kalium yang Berlebihan

Jika kamu memiliki hiperkalemia yang berat, gejalanya mencakup kelemahan atau kelumpuhan otot dan penurunan refleks tendon. Hiperkalemia juga dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur. Apabila hiperkalemia menyebabkan perubahan pada jantung, kamu sebaiknya segera menerima perawatan untuk menghindari irama jantung yang berpotensi menyebabkan henti jantung. 

Jika kamu mengalami gejala hiperkalemia, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk menghindari makanan tertentu yang mengandung kalium. Selain itu, kamu juga bisa memastikannya dengan meminum banyak air. Karena dehidrasi dapat memperburuk hiperkalemia. 

Tidak ada makanan tertentu yang dapat menurunkan tingkat kalium tubuh, tapi ada makanan yang mengandung tingkat kalium yang lebih rendah. Misalnya, apel, berry, kembang kol, nasi, dan pasta merupakan makanan rendah kalium. Namun, penting untuk membatasi ukuran porsi saat makan makanan tersebut. 

Terlebih lagi, hiperkalemia yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan aritmia jantung yang serius. Ini dapat menyebabkan henti jantung dan mengancam jiwa. Jika dokter memberi tahu bahwa kamu terindikasi hiperkalemia, kamu harus segera mendapat perhatian medis. 

Baca juga: Ini yang Terjadi Jika Kadar Kalium dalam Darah Tinggi

Terjadinya hiperkalemia dalam populasi manusia rendah terjadi. Kebanyakan orang bisa makan makanan yang kaya kalium atau sedang minum obat tanpa meningkatkan kadar kalium. Orang yang paling berisiko hiperkalemia adalah mereka yang mengalami penyakit ginjal akut atau kronis. 

Kamu dapat mencegah penyakit ginjal dengan menjalani gaya hidup sehat. Ini termasuk mengendalikan tekanan darah, berolahraga, menghindari produk tembakau, membatasi alkohol, dan mempertahankan berat badan yang sehat. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Ask the Expert: Recognizing and Treating Hyperkalemia
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Hyperkalemia?
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about high potassium.