Ad Placeholder Image

Penyebab Divertikulitis: Begini Cara Terjadinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Divertikulitis: Ini Dia Penyebab Utamanya

Penyebab Divertikulitis: Begini Cara TerjadinyaPenyebab Divertikulitis: Begini Cara Terjadinya

Penyebab Divertikulitis: Memahami Peradangan Usus Besar yang Sering Terjadi

Divertikulitis adalah kondisi peradangan atau infeksi pada divertikula, yaitu kantung-kantung kecil yang terbentuk di sepanjang dinding usus besar. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri perut parah, mual, demam, dan perubahan kebiasaan buang air besar. Memahami penyebab utamanya sangat penting untuk pencegahan dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Divertikulitis?

Sebelum membahas penyebab, penting untuk membedakan antara divertikulosis dan divertikulitis. Divertikulosis adalah kondisi adanya kantung-kantung kecil atau divertikula di dinding usus besar tanpa gejala atau peradangan. Kondisi ini sangat umum terjadi seiring bertambahnya usia.

Divertikulitis terjadi ketika satu atau lebih divertikula tersebut mengalami peradangan atau terinfeksi. Ini adalah komplikasi dari divertikulosis dan memerlukan perhatian medis karena dapat berkembang menjadi kondisi serius.

Bagaimana Divertikulitis Terjadi: Mekanisme Penyebab

Penyebab utama divertikulitis adalah peradangan atau infeksi pada kantung-kantung kecil di dinding usus besar. Proses ini seringkali diawali dengan beberapa langkah.

  • Penyumbatan Divertikula
  • Divertikulitis umumnya dimulai ketika kotoran (feses) atau partikel makanan tersangkut di dalam salah satu kantung divertikula. Penumpukan ini menghalangi bukaan kantung, menciptakan lingkungan yang ideal untuk masalah berikutnya.

  • Peradangan dan Infeksi Bakteri
  • Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam divertikula dan mengganggu aliran darah. Ini memicu peradangan pada dinding kantung. Bakteri yang biasanya ada di usus besar kemudian dapat berkembang biak dengan cepat di area yang meradang, menyebabkan infeksi.

  • Robekan Kecil
  • Dalam beberapa kasus, peradangan dan infeksi yang parah dapat menyebabkan robekan kecil (mikroperforasi) pada dinding divertikula. Robekan ini memungkinkan bakteri dan isi usus keluar ke rongga perut, yang bisa memicu infeksi yang lebih luas atau abses.

Faktor Risiko Penyebab Divertikulitis

Selain mekanisme langsung di atas, beberapa faktor meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami divertikulitis.

  • Diet Rendah Serat
  • Kurangnya asupan serat dalam makanan dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan sulit melewati usus. Hal ini meningkatkan tekanan di usus besar saat buang air besar, yang berpotensi mendorong pembentukan divertikula dan memicu peradangan.

  • Kurang Olahraga
  • Gaya hidup kurang aktif dikaitkan dengan peningkatan risiko divertikulitis. Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi tekanan di usus besar.

  • Obesitas
  • Kelebihan berat badan, terutama obesitas, dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Lemak tubuh berlebih, khususnya di area perut, diduga berkontribusi pada peradangan kronis di tubuh.

  • Merokok
  • Merokok dapat melemahkan dinding usus dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, sehingga menjadi faktor risiko yang signifikan untuk divertikulitis.

  • Usia di Atas 50 Tahun
  • Divertikulosis dan divertikulitis lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Hal ini mungkin karena melemahnya dinding usus secara alami seiring bertambahnya usia.

  • Penggunaan Obat-obatan Tertentu
  • Beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen, serta kortikosteroid, dikaitkan dengan peningkatan risiko peradangan dan komplikasi pada divertikula.

Gejala Divertikulitis

Meskipun fokusnya pada penyebab, penting untuk mengenali gejala divertikulitis. Gejala umumnya meliputi nyeri perut yang tiba-tiba dan parah, biasanya di sisi kiri bawah perut. Gejala lain bisa termasuk demam, mual, muntah, perubahan kebiasaan buang air besar (sembelit atau diare), dan nyeri saat buang air kecil.

Pengobatan Divertikulitis

Penanganan divertikulitis disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Kasus ringan seringkali dapat diatasi dengan antibiotik dan perubahan pola makan sementara, seperti diet cair atau rendah serat, serta istirahat. Untuk kasus yang lebih parah, mungkin diperlukan rawat inap, pemberian antibiotik intravena, atau bahkan operasi jika terjadi komplikasi seperti abses atau perforasi.

Pencegahan Divertikulitis

Pencegahan divertikulitis sangat terkait dengan pengelolaan faktor-faktor risiko. Menerapkan pola hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko. Konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu menjaga feses tetap lunak dan melancarkan buang air besar, mengurangi tekanan di usus besar. Cukupi kebutuhan cairan, rutin berolahraga, hindari merokok, dan jaga berat badan ideal.

Kesimpulan

Divertikulitis adalah kondisi serius yang berasal dari peradangan divertikula di usus besar, sering dipicu oleh penyumbatan dan infeksi bakteri. Memahami penyebab divertikulitis dan faktor risikonya seperti diet rendah serat, kurang olahraga, obesitas, merokok, usia, serta penggunaan obat-obatan tertentu, sangat krusial. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Unduh aplikasi Halodoc untuk berbicara langsung dengan dokter ahli, membuat janji temu, dan mendapatkan rekomendasi medis yang akurat.