Ad Placeholder Image

Penyebab Eritrosit pada Urine Tinggi dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Kenali Penyebab Eritrosit Pada Urine Tinggi dan Gejalanya

Penyebab Eritrosit pada Urine Tinggi dan Cara MengatasinyaPenyebab Eritrosit pada Urine Tinggi dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Eritrosit pada Urine? Mengenali Penyebab dan Penanganannya

Eritrosit pada urine atau yang dikenal sebagai hematuria, adalah kondisi di mana sel darah merah ditemukan dalam jumlah melebihi batas normal di dalam air seni. Kondisi ini sering kali menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang mendasari, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang lebih serius. Penting untuk memahami apa itu eritrosit pada urine dan apa saja yang bisa memicunya agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Memahami Eritrosit pada Urine (Hematuria)

Eritrosit adalah sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Normalnya, urine tidak mengandung eritrosit atau hanya dalam jumlah yang sangat sedikit, yakni sekitar 0-2 sel per lapang pandang besar (LPB) saat diperiksa di bawah mikroskop. Jika ditemukan lebih dari jumlah tersebut, kondisi ini disebut hematuria.

Hematuria dibagi menjadi dua jenis utama:

  • Hematuria makro: Eritrosit dalam urine terlihat jelas secara kasat mata, menyebabkan urine berwarna merah muda, merah, atau coklat.
  • Hematuria mikro: Eritrosit hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium urine menggunakan mikroskop, tanpa perubahan warna urine yang terlihat.

Berbagai Penyebab Eritrosit pada Urine

Kehadiran eritrosit pada urine dapat disebabkan oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya relatif ringan, sementara yang lain memerlukan perhatian medis serius.

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Infeksi bakteri pada saluran kemih, ginjal, atau kandung kemih dapat menyebabkan peradangan dan pendarahan ringan.
  • Batu Ginjal atau Kandung Kemih: Kristal mineral yang mengeras dapat mengiritasi atau merusak lapisan saluran kemih, menyebabkan pendarahan.
  • Peradangan Ginjal (Glomerulonefritis): Penyakit ini menyerang filter kecil di ginjal (glomeruli) yang bertanggung jawab menyaring limbah dari darah.
  • Cedera: Trauma atau cedera pada ginjal atau saluran kemih, misalnya akibat benturan, dapat memicu pendarahan.
  • Pembesaran Prostat Jinak (BPH): Pada pria lanjut usia, pembesaran kelenjar prostat dapat menekan uretra dan menghambat aliran urine, yang terkadang menyebabkan hematuria.
  • Penyakit Ginjal Polikistik: Kondisi genetik di mana kista tumbuh di ginjal, dapat menyebabkan pendarahan.
  • Kanker: Dalam kasus yang lebih serius, eritrosit pada urine bisa menjadi tanda kanker ginjal, kandung kemih, atau prostat.
  • Olahraga Berat: Aktivitas fisik yang sangat intens dapat menyebabkan hematuria sementara karena trauma ringan pada kandung kemih atau ginjal.
  • Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat, seperti antikoagulan (pengencer darah) atau aspirin dosis tinggi, dapat meningkatkan risiko pendarahan dan munculnya eritrosit di urine.

Gejala yang Menyertai Eritrosit pada Urine

Gejala yang dialami dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika terjadi hematuria makro, gejala yang paling jelas adalah perubahan warna urine menjadi merah, merah muda, atau coklat. Namun, hematuria mikro seringkali tidak menunjukkan gejala yang terlihat.

Gejala lain yang mungkin menyertai eritrosit pada urine meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil atau dorongan mendesak untuk buang air kecil.
  • Nyeri di punggung bawah, samping, atau perut.
  • Demam.
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, atau wajah.

Diagnosis dan Penanganan Eritrosit pada Urine

Diagnosis eritrosit pada urine dimulai dengan analisis urine untuk mengidentifikasi keberadaan dan jumlah sel darah merah. Jika ditemukan, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

Pemeriksaan lanjutan dapat meliputi tes darah, pencitraan seperti USG, CT scan, atau MRI pada saluran kemih, serta sistoskopi untuk melihat bagian dalam kandung kemih. Pengobatan akan sangat bergantung pada diagnosis penyebabnya. Misalnya, infeksi saluran kemih diobati dengan antibiotik, sedangkan batu ginjal mungkin memerlukan prosedur pengangkatan.

Pencegahan Kemunculan Eritrosit pada Urine

Meskipun tidak semua penyebab eritrosit pada urine dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko:

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup.
  • Menjaga kebersihan area genital untuk mencegah infeksi.
  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan oksalat yang dapat memicu batu ginjal.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan yang tidak perlu atau tanpa resep dokter.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau masalah saluran kemih.

Jika mengalami perubahan warna urine menjadi merah, merah muda, atau coklat, atau jika hasil pemeriksaan urine menunjukkan adanya eritrosit dalam jumlah melebihi normal, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Untuk informasi kesehatan lebih lanjut mengenai eritrosit pada urine atau masalah kesehatan lainnya, konsultasi dengan dokter terpercaya dapat dilakukan melalui Halodoc. Platform ini menyediakan akses mudah ke tenaga medis profesional yang siap memberikan saran dan rekomendasi sesuai kebutuhan kesehatan.