Ad Placeholder Image

Penyebab GBS: Infeksi Pemicu Saraf Autoimun Tubuh

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Yuk Kenali Penyebab GBS, Sering Dipicu Infeksi Ini!

Penyebab GBS: Infeksi Pemicu Saraf Autoimun TubuhPenyebab GBS: Infeksi Pemicu Saraf Autoimun Tubuh

Apa Itu Sindrom Guillain-Barré (GBS)?

Sindrom Guillain-Barré (GBS) adalah kondisi neurologis langka namun serius di mana sistem kekebalan tubuh seseorang secara keliru menyerang bagian dari sistem saraf perifer. Sistem saraf perifer merupakan jaringan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Serangan ini menyebabkan kelemahan otot, mati rasa, dan terkadang kelumpuhan. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat, seringkali dalam hitungan hari atau minggu, dan membutuhkan perhatian medis segera.

Gejala Umum Sindrom Guillain-Barré

GBS seringkali dimulai dengan sensasi kesemutan dan kelemahan yang bermula di kaki dan dapat menyebar ke lengan serta tubuh bagian atas. Gejala bisa bervariasi antar individu, tetapi umumnya melibatkan:

  • Kelemahan atau sensasi kesemutan di kaki, yang bisa menyebar ke bagian atas tubuh.
  • Kelemahan otot yang parah atau kelumpuhan yang memburuk.
  • Kesulitan berjalan atau berdiri.
  • Nyeri hebat, terutama di punggung.
  • Kesulitan mengontrol fungsi kandung kemih atau buang air besar.
  • Detak jantung cepat, tekanan darah tidak stabil, atau kesulitan bernapas jika saraf pernapasan terpengaruh.

Penyebab GBS: Pemicu Autoimun yang Belum Pasti

Penyebab pasti Sindrom Guillain-Barré belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa GBS adalah kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari ancaman eksternal, justru menyerang sel-sel saraf sehat. Serangan ini merusak mielin, lapisan pelindung di sekitar saraf, atau langsung pada akson (bagian saraf itu sendiri).

Peran Infeksi dalam Memicu GBS

Meskipun penyebab utamanya autoimun, sebagian besar kasus GBS dipicu oleh infeksi bakteri atau virus yang terjadi beberapa hari atau minggu sebelum timbulnya gejala neurologis. Infeksi ini memicu respons imun yang, karena suatu alasan yang belum sepenuhnya dipahami, mulai menyerang saraf perifer.

  • Infeksi Virus: Flu (influenza), virus penyebab COVID-19, Zika, HIV, Cytomegalovirus (CMV), dan Epstein-Barr virus (EBV) adalah beberapa contoh virus yang dapat mendahului GBS.
  • Infeksi Bakteri: Bakteri tertentu juga dikenal sebagai pemicu kuat GBS.

Bakteri yang Sering Jadi Pemicu GBS

Dua jenis bakteri yang paling umum dikaitkan sebagai pemicu Sindrom Guillain-Barré adalah:

  • Campylobacter jejuni: Bakteri ini merupakan penyebab umum keracunan makanan dan diyakini menjadi pemicu GBS pada sekitar sepertiga kasus. Infeksi Campylobacter jejuni dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut.
  • Mycoplasma pneumoniae: Bakteri ini sering menyebabkan infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia. Infeksi Mycoplasma pneumoniae juga telah diidentifikasi sebagai pemicu potensial GBS.

Pemicu Lain yang Jarang Terjadi

Selain infeksi, ada beberapa pemicu lain yang sangat jarang dikaitkan dengan perkembangan GBS. Ini termasuk:

  • Operasi: Dalam beberapa kasus yang sangat jarang, GBS dapat berkembang setelah prosedur bedah tertentu.
  • Vaksinasi Tertentu: Meskipun sangat langka, ada laporan kejadian GBS setelah vaksinasi tertentu. Namun, perlu dicatat bahwa manfaat vaksinasi dalam mencegah penyakit jauh lebih besar daripada risiko GBS yang sangat kecil.

Bagaimana Diagnosis GBS Ditegakkan?

Diagnosis GBS melibatkan evaluasi klinis dan serangkaian tes. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengamati pola kelemahan otot, dan mengevaluasi refleks. Tes tambahan yang mungkin dilakukan meliputi pungsi lumbal (pengambilan cairan serebrospinal) untuk mencari peningkatan protein, serta studi konduksi saraf dan elektromiografi (EMG) untuk menilai fungsi saraf dan otot.

Pilihan Pengobatan Sindrom Guillain-Barré

Tidak ada obat untuk GBS, tetapi ada pengobatan yang dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan penyakit. Dua terapi utama yang digunakan adalah:

  • Plasmapheresis (pertukaran plasma): Prosedur ini melibatkan pemisahan plasma (bagian cair darah) dari sel darah, membersihkan plasma dari antibodi yang menyerang saraf, kemudian mengembalikan sel darah dan plasma yang bersih ke tubuh.
  • Terapi Imunoglobulin Intravena (IVIg): Terapi ini melibatkan pemberian imunoglobulin dosis tinggi melalui infus, yang membantu memblokir antibodi berbahaya dan melindungi saraf dari serangan kekebalan tubuh.

Selain itu, perawatan suportif sangat penting, termasuk fisioterapi, terapi okupasi, dan kadang-kadang dukungan pernapasan di unit perawatan intensif.

Bisakah GBS Dicegah?

Karena penyebab GBS belum sepenuhnya jelas dan seringkali dipicu oleh infeksi umum, pencegahan langsung GBS menjadi sulit. Namun, mengurangi risiko infeksi dapat membantu. Menjaga kebersihan diri, mencuci tangan secara teratur, menghindari makanan mentah atau tidak dimasak dengan baik, serta mendapatkan vaksinasi rutin sesuai anjuran medis dapat membantu mengurangi paparan terhadap infeksi virus dan bakteri yang berpotensi menjadi pemicu.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Jika seseorang mengalami kelemahan yang cepat berkembang, kesemutan yang menyebar, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis darurat. Deteksi dini dan penanganan yang cepat sangat penting untuk meminimalkan komplikasi dan mempercepat proses pemulihan GBS. Konsultasikan dengan dokter spesialis neurologi melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang tepat.