Ad Placeholder Image

Penyebab Gidu: Mengapa Kulit Gatal dan Bentol?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Penyebab Gidu: Jangan Kaget Kulit Gatal dan Bentol!

Penyebab Gidu: Mengapa Kulit Gatal dan Bentol?Penyebab Gidu: Mengapa Kulit Gatal dan Bentol?

Apa Itu Gidu (Biduran) dan Berbagai Penyebabnya?

Gidu, yang juga dikenal sebagai biduran atau kaligata, merupakan kondisi kulit umum yang ditandai dengan munculnya ruam merah, bengkak, dan gatal. Ruam ini dapat bervariasi ukuran dan bentuknya, serta bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Kondisi ini sering kali muncul tiba-tiba dan dapat menghilang dalam beberapa jam atau hari. Memahami penyebab gidu sangat penting untuk penanganan dan pencegahan yang efektif.

Definisi Gidu (Biduran atau Kaligata)

Gidu adalah reaksi kulit yang terjadi ketika tubuh melepaskan histamin dan zat kimia lainnya ke dalam aliran darah. Pelepasan zat ini menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit bocor, mengakibatkan pembengkakan dan gatal yang khas. Sensasi gatal yang intens adalah salah satu gejala utama yang dirasakan penderita gidu.

Gejala Gidu yang Umum Terjadi

Gejala gidu bervariasi pada setiap individu, tetapi umumnya meliputi:

  • Munculnya bentol merah atau putih yang menonjol pada kulit.
  • Rasa gatal yang hebat pada bentol-bentol tersebut.
  • Ukuran dan bentuk bentol yang bisa berubah dan berpindah tempat.
  • Bentol dapat menghilang dan muncul kembali dalam waktu singkat.
  • Pada kasus yang parah, dapat disertai pembengkakan pada bibir, kelopak mata, atau tenggorokan (angioedema).

Penyebab Gidu: Pemicu Utama Reaksi Kulit

Penyebab gidu sangat beragam, sering kali dipicu oleh reaksi kekebalan tubuh terhadap zat tertentu. Pelepasan histamin adalah mekanisme utama di balik munculnya gejala gidu. Berikut adalah beberapa pemicu umum yang dapat menyebabkan gidu:

Alergen Makanan dan Minuman

Beberapa jenis makanan dan minuman merupakan penyebab gidu yang paling sering ditemui. Reaksi alergi terhadap makanan dapat memicu pelepasan histamin dengan cepat.

  • Makanan laut seperti udang, kepiting, atau kerang.
  • Telur dan produk olahannya.
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang tanah dan kacang pohon.
  • Susu sapi dan produk susu.
  • Beberapa jenis pewarna makanan atau bahan tambahan.

Obat-obatan

Reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu juga dapat menjadi penyebab gidu. Penting untuk selalu melaporkan riwayat alergi obat kepada tenaga medis.

  • Antibiotik, terutama jenis penisilin dan turunannya.
  • Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Beberapa jenis obat tekanan darah tinggi atau obat pereda nyeri lainnya.

Infeksi

Infeksi virus atau bakteri sering kali memicu respons imun yang dapat menyebabkan gidu, terutama pada anak-anak. Contohnya meliputi:

  • Infeksi saluran pernapasan atas seperti flu atau pilek.
  • Infeksi virus lainnya, seperti hepatitis atau mononukleosis.
  • Infeksi bakteri tertentu.

Gigitan Serangga

Reaksi terhadap gigitan atau sengatan serangga dapat menyebabkan gidu lokal atau menyebar ke seluruh tubuh, tergantung pada tingkat sensitivitas individu.

  • Gigitan nyamuk, lebah, tawon, atau serangga lainnya.

Faktor Fisik

Beberapa orang mengalami gidu yang dipicu oleh stimulus fisik. Ini dikenal sebagai urtikaria fisik dan penyebab gidu jenis ini cukup bervariasi.

  • Suhu ekstrem, baik dingin (urtikaria dingin) maupun panas (urtikaria kolinergik).
  • Tekanan pada kulit, misalnya akibat pakaian ketat atau duduk terlalu lama.
  • Gesekan atau garukan pada kulit.
  • Paparan sinar matahari.

Iritan Lingkungan

Paparan terhadap iritan di lingkungan juga bisa menjadi penyebab gidu pada individu yang sensitif.

  • Serbuk sari tanaman.
  • Debu atau tungau debu.
  • Bulu binatang.

Stres

Meskipun bukan penyebab langsung, stres emosional dapat memperburuk kondisi gidu atau bahkan memicu munculnya gejala pada beberapa orang.

  • Tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Mekanisme Terjadinya Gidu

Saat tubuh terpapar pemicu, sel-sel kekebalan tertentu, terutama sel mast, akan melepaskan histamin. Histamin adalah zat kimia yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan dindingnya menjadi lebih permeabel. Hal ini memungkinkan cairan dari pembuluh darah bocor ke jaringan kulit, mengakibatkan pembengkakan (bentol) dan rasa gatal yang khas pada gidu.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Gidu umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan sering mereda dengan sendirinya. Namun, pertolongan medis segera diperlukan jika gidu disertai dengan gejala serius seperti kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, pusing, atau penurunan tekanan darah. Ini bisa menjadi tanda reaksi alergi parah atau anafilaksis yang mengancam jiwa.

Penanganan Awal dan Pencegahan Gidu

Untuk penanganan awal gidu, hindari menggaruk area yang gatal. Kompres dingin dapat membantu meredakan gatal dan pembengkakan. Penggunaan losion kalamin juga dapat memberikan sedikit kelegaan. Pencegahan gidu utamanya melibatkan identifikasi dan penghindaran pemicu. Jika penyebab gidu adalah makanan atau obat tertentu, penting untuk menghindari paparan di masa mendatang. Jaga kebersihan lingkungan dari alergen dan kelola stres dengan baik.

Konsultasi dengan Dokter di Halodoc

Mengingat beragamnya penyebab gidu, diagnosis yang tepat memerlukan evaluasi medis dari profesional. Jika mengalami gidu berulang atau parah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan rencana penanganan yang sesuai. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan saran medis, diagnosis, dan rekomendasi pengobatan yang akurat dan berbasis bukti ilmiah.