Ad Placeholder Image

Penyebab Janin Sungsang: Mengapa Bayi Sulit Berputar?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Ternyata Ini Penyebab Janin Sungsang, Bumil Wajib Tahu!

Penyebab Janin Sungsang: Mengapa Bayi Sulit Berputar?Penyebab Janin Sungsang: Mengapa Bayi Sulit Berputar?

Memahami Penyebab Janin Sungsang dan Faktor Risikonya

Janin sungsang adalah kondisi ketika posisi bayi dalam kandungan tidak optimal untuk persalinan normal, dengan bagian bokong atau kaki berada di bawah, dekat jalan lahir, dan kepala di atas. Meskipun sering kali bukan kondisi yang berbahaya bagi janin selama kehamilan, posisi ini memerlukan perhatian khusus saat mendekati waktu persalinan. Memahami penyebab janin sungsang menjadi krusial untuk penanganan yang tepat.

Apa Itu Janin Sungsang?

Janin sungsang, atau presentasi bokong, adalah posisi janin di mana bagian terendah atau bagian yang pertama keluar dari jalan lahir adalah bokong atau salah satu atau kedua kaki. Ini berbeda dari posisi kepala di bawah (presentasi kepala), yang merupakan posisi paling umum dan ideal untuk persalinan normal. Posisi sungsang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG oleh dokter.

Mengapa Janin Bisa Sungsang?

Kondisi janin sungsang terjadi karena bayi mengalami kesulitan untuk memutar posisi kepala di bawah pada trimester ketiga kehamilan. Ini bisa disebabkan oleh ruang gerak terbatas atau adanya penghalang dalam rahim. Faktor penyebab janin sungsang belum selalu dapat dipastikan secara tunggal, namun ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kondisi ini.

Faktor-Faktor Penyebab Janin Sungsang

Berbagai kondisi dapat menjadi faktor risiko penyebab janin sungsang. Faktor-faktor ini seringkali berkaitan dengan kondisi janin itu sendiri, rahim ibu, serta plasenta dan cairan ketuban. Memahami berbagai faktor ini membantu dalam deteksi dini dan perencanaan penanganan yang sesuai.

Faktor dari Janin (Bayi)

  • Kehamilan Kembar: Pada kehamilan dengan dua bayi atau lebih, ruang di dalam rahim menjadi lebih terbatas. Keterbatasan ruang ini dapat menyulitkan satu atau lebih janin untuk memutar ke posisi kepala di bawah.
  • Bayi Prematur: Bayi yang lahir prematur, yaitu sebelum minggu ke-37 kehamilan, mungkin belum sempat memutar ke posisi kepala di bawah. Pada awal kehamilan, posisi janin masih sangat bervariasi sebelum akhirnya menetap.
  • Kelainan Janin: Beberapa kelainan pada janin, seperti kelainan neurologis atau struktural, dapat memengaruhi kemampuan bayi untuk bergerak dan memutar secara normal. Ini membuat janin sulit untuk mencapai posisi yang tepat.
  • Tali Pusat Pendek: Jika tali pusat terlalu pendek, ini dapat membatasi pergerakan janin. Tali pusat yang memendek mengurangi ruang gerak bayi, sehingga menyulitkan janin untuk berputar ke posisi kepala di bawah.

Faktor dari Ibu dan Rahim

  • Bentuk Rahim Tidak Normal: Bentuk rahim yang tidak normal dapat mempersulit janin untuk berputar dan menetap pada posisi kepala di bawah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh:
    • Mioma (Fibroid Uteri): Benjolan non-kanker pada dinding rahim yang dapat mengubah bentuk rongga rahim dan membatasi ruang gerak janin.
    • Septum Uteri: Adanya dinding atau sekat pada rahim yang membagi rahim menjadi dua bagian, sehingga mengurangi ruang yang tersedia.
  • Riwayat Kehamilan Sungsang Sebelumnya: Wanita yang pernah mengalami kehamilan dengan janin sungsang sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya kembali.

Faktor dari Plasenta dan Cairan Ketuban

  • Plasenta Previa: Kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir (serviks). Plasenta yang berada di bawah dapat menghalangi kepala janin untuk masuk ke panggul ibu, sehingga janin tetap dalam posisi sungsang.
  • Cairan Ketuban Terlalu Banyak (Polihidramnion): Volume cairan ketuban yang berlebihan membuat janin memiliki terlalu banyak ruang untuk bergerak. Akibatnya, janin dapat terus berputar dan tidak menetap pada posisi kepala di bawah.
  • Cairan Ketuban Terlalu Sedikit (Oligohidramnion): Sebaliknya, cairan ketuban yang terlalu sedikit membuat ruang gerak janin sangat terbatas. Keterbatasan ruang ini menyulitkan janin untuk memutar posisi kepala di bawah.

Jenis-Jenis Posisi Sungsang

Janin sungsang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan posisi kaki dan bokong janin:

  • Sungsang Frank (Frank Breech): Bokong janin berada di bawah, sedangkan kedua kaki lurus ke atas dengan telapak kaki dekat kepala. Ini adalah jenis sungsang yang paling umum.
  • Sungsang Lengkap (Complete Breech): Bokong janin berada di bawah, dan kedua kaki tertekuk di lutut dengan telapak kaki dekat bokong. Janin berada dalam posisi duduk bersila.
  • Sungsang Tidak Lengkap/Kaki (Footling Breech): Salah satu atau kedua kaki janin turun lebih rendah dari bokong dan berada dekat jalan lahir.

Pentingnya Diagnosis dan Penanganan Janin Sungsang

Diagnosis janin sungsang biasanya dilakukan pada trimester ketiga melalui pemeriksaan fisik dan konfirmasi dengan USG. Setelah terdiagnosis, dokter akan mendiskusikan opsi penanganan yang paling aman untuk ibu dan janin. Pilihan penanganan dapat bervariasi tergantung pada usia kehamilan, jenis sungsang, dan faktor risiko lainnya.

Rekomendasi Medis dan Konsultasi Halodoc

Janin sungsang bukan berarti tidak bisa melahirkan secara normal, namun persalinan per vaginam memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan kepala di bawah. Dokter mungkin merekomendasikan External Cephalic Version (ECV), yaitu prosedur untuk mencoba memutar janin dari luar perut. Jika ECV tidak berhasil atau tidak diindikasikan, persalinan caesar seringkali menjadi pilihan yang lebih aman.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan jika terdapat kekhawatiran mengenai posisi janin atau kondisi kehamilan. Diskusi dengan ahli medis akan membantu memahami risiko dan memilih penanganan terbaik. Dapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasikan kondisi kehamilan melalui Halodoc, platform yang menyediakan akses ke dokter spesialis terpercaya dan layanan kesehatan komprehensif.