
Penyebab Kaligata di Malam Hari: Kenapa Gatal Makin Parah?
5 Penyebab Kaligata Muncul Malam Hari, Wajib Tahu!

Mengenal Penyebab Kaligata (Biduran) di Malam Hari
Kaligata atau biduran adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bentol-bentol merah, gatal, dan terkadang terasa panas atau menyengat. Bentol-bentol ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja dan seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Banyak orang merasakan gejala kaligata yang memburuk atau bahkan hanya muncul di malam hari. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas harian. Memahami penyebab di balik munculnya kaligata saat malam hari sangat penting untuk penanganan yang efektif.
Apa Itu Kaligata (Biduran)?
Kaligata atau urtikaria adalah reaksi kulit yang menyebabkan bentol-bentol merah muda hingga merah, seringkali dengan pusat yang lebih pucat. Bentol-bentol ini memiliki ukuran bervariasi, bisa sangat gatal, dan dapat muncul secara tiba-tiba kemudian menghilang dalam beberapa jam, lalu muncul kembali di area lain. Kondisi ini disebabkan oleh pelepasan histamin dan zat kimia lainnya dari sel-sel khusus di kulit, yang mengakibatkan pembengkakan dan gatal.
Gejala Kaligata di Malam Hari
Gejala kaligata di malam hari mirip dengan gejala pada umumnya, namun seringkali terasa lebih intens. Munculnya bentol-bentol merah dan gatal yang hebat merupakan keluhan utama. Rasa gatal dan bentol cenderung lebih terasa karena tubuh sedang rileks dan kurangnya distraksi dibandingkan siang hari. Beberapa individu juga melaporkan sensasi terbakar atau menyengat pada area kulit yang terkena.
Penyebab Kaligata di Malam Hari
Meningkatnya intensitas kaligata di malam hari dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik dari lingkungan maupun internal tubuh. Berikut adalah beberapa penyebab umum kaligata di malam hari:
Perubahan Suhu Tubuh dan Lingkungan
Paparan suhu dingin, misalnya dari pendingin ruangan atau udara malam, dapat memicu kaligata pada beberapa orang. Perubahan suhu tubuh saat beristirahat juga bisa menjadi pemicu. Pakaian tidur atau sprei dengan bahan tertentu yang tidak cocok atau terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi kulit dan memperparah gatal.
Paparan Alergen di Area Tidur
Lingkungan tidur seringkali menjadi sarang bagi alergen yang tidak disadari. Tungau debu rumah, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari dapat menumpuk di sprei, bantal, dan karpet. Selain itu, detergen atau pelembut pakaian yang digunakan untuk mencuci sprei dan pakaian tidur juga dapat mengandung zat kimia pemicu alergi yang menyebabkan reaksi kaligata.
Faktor Internal: Ritme Sirkadian dan Histamin
Tubuh memiliki ritme sirkadian, yaitu jam biologis internal yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk pelepasan histamin. Pada malam hari atau saat tubuh beristirahat, ritme sirkadian dapat menyebabkan peningkatan produksi dan pelepasan histamin, yaitu senyawa yang bertanggung jawab atas reaksi alergi dan gatal-gatal. Peningkatan histamin ini membuat gejala kaligata lebih terasa.
Stres dan Kecemasan
Stres diketahui dapat memperburuk berbagai kondisi kulit, termasuk kaligata. Saat mendekati waktu tidur, pikiran yang dipenuhi stres atau kecemasan dapat memicu pelepasan zat kimia dalam tubuh yang memperparah respons inflamasi dan gatal pada kulit. Kurangnya distraksi di malam hari juga membuat seseorang lebih fokus pada rasa gatal.
Konsumsi Makanan atau Minuman Tertentu
Makanan atau minuman tertentu yang dikonsumsi menjelang waktu tidur dapat memicu reaksi alergi. Beberapa pemicu umum meliputi makanan laut, kacang-kacangan, telur, susu, gandum, atau aditif makanan. Reaksi alergi ini dapat bermanifestasi sebagai kaligata, yang gejalanya baru muncul atau memburuk beberapa jam setelah dikonsumsi.
Gigitan Serangga
Gigitan serangga seperti nyamuk, tungau kasur, atau kutu lainnya di lingkungan tidur dapat menyebabkan reaksi lokal berupa gatal dan bentol. Karena tubuh sedang rileks dan kurang bergerak, gigitan ini menjadi lebih mudah disadari dan rasa gatalnya lebih intens.
Kapan Harus ke Dokter untuk Kaligata?
Meskipun seringkali tidak berbahaya, kaligata yang parah atau berulang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika kaligata:
- Terjadi secara terus-menerus selama beberapa hari atau minggu.
- Disertai dengan kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
- Menyebabkan rasa sakit yang signifikan.
- Sangat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari.
Penanganan Awal Kaligata di Malam Hari
Untuk meredakan gatal dan bentol, beberapa langkah penanganan awal dapat dilakukan:
- Gunakan kompres dingin pada area yang gatal.
- Mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku.
- Oleskan losion kalamin atau pelembap yang mengandung menthol untuk menenangkan kulit.
- Hindari menggaruk karena dapat memperparah iritasi dan risiko infeksi.
Pencegahan Kaligata di Malam Hari
Mencegah kaligata di malam hari melibatkan identifikasi dan penghindaran pemicu:
- Jaga kebersihan kamar tidur dengan rutin membersihkan debu dan mencuci sprei dengan air panas.
- Gunakan sprei dan pakaian tidur dari bahan alami yang lembut dan menyerap keringat.
- Hindari detergen atau pelembut pakaian yang mengandung pewangi atau bahan kimia kuat.
- Identifikasi makanan atau minuman pemicu dan hindari mengonsumsinya di malam hari.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi atau yoga.
- Jaga suhu kamar tidur agar tetap nyaman dan tidak terlalu dingin.
Memahami penyebab kaligata di malam hari sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat. Jika kaligata berlanjut dan mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan rencana penanganan yang sesuai. Aplikasi Halodoc menyediakan fitur untuk konsultasi dokter secara daring, sehingga memudahkan akses layanan kesehatan dari mana saja.


