Ad Placeholder Image

Penyebab Kejang pada Bayi: Demam atau Pemicu Lain?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 April 2026

Penyebab Kejang pada Bayi: Jangan Panik, Ini Faktanya!

Penyebab Kejang pada Bayi: Demam atau Pemicu Lain?Penyebab Kejang pada Bayi: Demam atau Pemicu Lain?

Kejang pada bayi adalah kondisi medis serius yang dapat menimbulkan kekhawatiran besar bagi orang tua. Kondisi ini terjadi ketika ada lonjakan aktivitas listrik abnormal di sel otak bayi, yang bisa memicu berbagai gejala fisik. Memahami penyebab kejang pada bayi sangat penting untuk penanganan dan pencegahan yang tepat. Kejang bukan selalu tanda epilepsi, seringkali dipicu oleh faktor lain seperti demam tinggi.

Apa itu Kejang pada Bayi?

Kejang pada bayi adalah episode gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal di otak. Gangguan ini menyebabkan perubahan mendadak pada perilaku, gerakan, atau kesadaran bayi. Meskipun menakutkan, banyak kasus kejang pada bayi dapat diobati dan seringkali bukan indikasi masalah neurologis jangka panjang.

Gejala Kejang pada Bayi

Gejala kejang pada bayi bisa bervariasi tergantung pada bagian otak yang terpengaruh dan penyebabnya. Orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda berikut:

  • Gerakan berulang pada lengan atau kaki, seperti mengayuh atau berkedut.
  • Mata melotot atau pandangan kosong.
  • Perubahan warna kulit menjadi kebiruan, terutama di sekitar bibir.
  • Kekakuan otot di seluruh tubuh atau hanya di satu sisi.
  • Hilangnya kesadaran atau bayi tidak responsif.
  • Mengiler atau mulut berbusa.

Gejala ini dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit. Segera cari pertolongan medis jika bayi mengalami gejala kejang.

Penyebab Kejang pada Bayi

Memahami penyebab kejang pada bayi krusial untuk diagnosis dan penanganan yang akurat. Kejang pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang mengganggu fungsi normal sel otak. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

Kejang Demam (Febrile Seizures)

Ini adalah penyebab kejang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak kecil, umumnya antara usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam dipicu oleh kenaikan suhu tubuh yang cepat dan tinggi, biasanya di atas 38 derajat Celsius. Infeksi virus atau bakteri, seperti flu, campak, atau cacar air, seringkali menjadi pemicu demam. Setelah imunisasi juga kadang dapat menyebabkan demam tinggi yang berujung pada kejang demam.

Gangguan Neurologis

Beberapa kondisi yang berkaitan dengan sistem saraf otak juga dapat menjadi pemicu. Epilepsi adalah salah satu kondisi kronis yang menyebabkan kejang berulang tanpa pemicu demam. Cedera otak saat lahir atau setelahnya, serta kelainan struktural pada otak, juga bisa menjadi penyebab kejang.

Infeksi Otak

Infeksi serius yang memengaruhi otak dapat menyebabkan kejang. Meningitis adalah peradangan selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Ensefalitis adalah peradangan pada otak itu sendiri. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan aktivitas listrik abnormal di otak.

Kelainan Metabolik dan Ketidakseimbangan Elektrolit

Kondisi ini melibatkan gangguan pada proses kimia tubuh. Kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) atau kadar natrium yang tidak seimbang (hiponatremia atau hipernatremia) dapat memengaruhi fungsi otak. Dehidrasi parah juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang memicu kejang.

Kekurangan Oksigen (Hipoksia)

Kekurangan oksigen yang serius ke otak, baik saat lahir atau akibat kondisi lain seperti gangguan pernapasan, dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan kejang. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk meminimalkan kerusakan otak.

Penanganan Awal Kejang pada Bayi

Saat bayi mengalami kejang, penting untuk tetap tenang dan melakukan tindakan pertolongan pertama. Posisikan bayi ke samping untuk mencegah tersedak. Longgarkan pakaian di sekitar leher dan hindari memasukkan apa pun ke dalam mulut bayi.

Catat durasi kejang dan perhatikan gejala yang muncul. Segera hubungi tenaga medis darurat atau bawa bayi ke fasilitas kesehatan terdekat setelah kejang mereda atau jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.

Pengobatan dan Penanganan Medis Kejang pada Bayi

Pengobatan kejang pada bayi sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan diagnosis. Untuk kejang demam, penanganan utama adalah mengelola demam. Dokter mungkin meresepkan obat penurun panas.

Penting untuk selalu mengikuti dosis yang direkomendasikan dokter atau petunjuk pada kemasan produk.

Jika kejang disebabkan oleh infeksi, pengobatan akan fokus pada antibiotik atau antivirus. Untuk kondisi neurologis seperti epilepsi, obat antikonvulsan mungkin diresepkan. Kelainan metabolik akan ditangani dengan koreksi elektrolit atau nutrisi.

Pencegahan Kejang pada Bayi

Pencegahan kejang pada bayi tidak selalu memungkinkan, terutama jika penyebabnya adalah kondisi genetik atau cedera lahir. Namun, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko kejang yang dipicu oleh demam:

  • Memantau suhu tubuh bayi secara rutin saat sakit.
  • Memberikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter jika suhu tubuh meningkat tinggi.
  • Memastikan imunisasi bayi lengkap untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan demam tinggi.
  • Menjaga hidrasi bayi, terutama saat sakit, untuk mencegah dehidrasi.
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan dini infeksi yang berpotensi menyebabkan demam tinggi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Kejang pada bayi adalah kondisi yang perlu diwaspadai dan ditangani secara serius. Dengan memahami berbagai penyebab kejang pada bayi, orang tua dapat lebih siap menghadapi kondisi ini. Segera cari bantuan medis jika bayi mengalami kejang atau menunjukkan gejala yang mencurigakan.

Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan terpercaya ini untuk memastikan kesehatan optimal buah hati.