Ad Placeholder Image

Penyebab Keloid pada Bekas SC: Kenali Pemicunya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Penyebab Keloid Bekas SC: Kenali Pemicu Utamanya

Penyebab Keloid pada Bekas SC: Kenali PemicunyaPenyebab Keloid pada Bekas SC: Kenali Pemicunya

Mengenal Lebih Dekat Penyebab Keloid pada Bekas Operasi Caesar (SC)

Keloid merupakan jenis jaringan parut tebal yang dapat muncul setelah cedera kulit, termasuk bekas luka operasi. Pada ibu yang menjalani operasi caesar (SC), keloid dapat terbentuk di area sayatan perut. Kondisi ini seringkali menimbulkan kekhawatiran estetika dan kadang disertai rasa gatal atau nyeri.

Memahami penyebab dan faktor risiko keloid pada bekas operasi caesar sangat penting untuk penanganan dan pencegahan yang tepat. Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya jelas, keloid adalah respons penyembuhan luka yang tidak normal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Apa Itu Keloid pada Bekas SC?

Keloid pada bekas operasi caesar adalah jaringan parut yang tumbuh berlebihan melampaui batas asli luka sayatan. Ini berbeda dengan bekas luka hipertrofik yang hanya menebal dalam batas luka.

Pembentukan keloid terjadi karena produksi kolagen yang berlebihan selama proses penyembuhan luka. Kolagen adalah protein penting yang membantu menyatukan kulit yang rusak. Namun, pada keloid, proses ini menjadi tidak terkendali, menghasilkan gumpalan jaringan parut yang padat dan menonjol.

Penyebab dan Faktor Risiko Keloid pada Bekas SC

Penyebab utama keloid adalah respons penyembuhan luka yang abnormal, di mana tubuh memproduksi terlalu banyak kolagen. Meskipun demikian, ada beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami keloid setelah operasi caesar, antara lain:

  • Faktor Genetik (Keturunan)
    Seseorang dengan riwayat keluarga yang memiliki keloid lebih mungkin untuk mengembangkannya. Jika ada anggota keluarga inti yang pernah mengalami keloid, risiko untuk ibu pasca-SC juga meningkat. Ini menunjukkan adanya predisposisi genetik yang kuat terhadap kondisi ini.
  • Warna Kulit Gelap
    Individu dengan warna kulit yang lebih gelap, seperti orang Afrika, Asia, atau Hispanik, memiliki insiden keloid yang lebih tinggi. Pigmentasi kulit diduga berperan dalam mekanisme penyembuhan luka dan produksi kolagen.
  • Lokasi Luka
    Meskipun keloid dapat terjadi di mana saja, beberapa area tubuh lebih rentan. Bekas luka pada area dengan ketegangan kulit tinggi atau gerakan berulang, seperti dada, bahu, leher, atau sendi, seringkali lebih berisiko. Area perut setelah SC juga termasuk lokasi yang rentan.
  • Usia
    Keloid paling sering muncul pada individu berusia antara 10 hingga 30 tahun. Pada rentang usia ini, aktivitas seluler dan produksi kolagen cenderung lebih tinggi, yang dapat berkontribusi pada pembentukan keloid.
  • Trauma Berulang pada Area Bekas Luka
    Gesekan atau iritasi berulang pada bekas luka dapat memicu atau memperburuk pertumbuhan keloid. Misalnya, gesekan pakaian yang ketat pada area bekas sayatan SC bisa menjadi pemicu. Paparan iritasi terus-menerus dapat mengganggu proses penyembuhan normal.

Penting untuk diingat bahwa penyebab pasti keloid seringkali multifaktorial dan kompleks. Beberapa orang mungkin memiliki semua faktor risiko ini dan tidak mengembangkan keloid, sementara yang lain dapat mengalaminya tanpa faktor risiko yang jelas.

Pencegahan Keloid Setelah SC

Meskipun keloid sulit dicegah sepenuhnya pada individu yang berisiko, beberapa langkah dapat membantu mengurangi kemungkinannya atau meminimalkan keparahannya:

  • Perawatan Luka yang Tepat
    Mengikuti instruksi dokter untuk perawatan luka pasca-SC sangat penting. Menjaga luka tetap bersih dan terlindungi dari infeksi dapat mendukung penyembuhan optimal.
  • Menghindari Gesekan
    Setelah luka sembuh, hindari pakaian yang terlalu ketat atau bahan yang kasar yang dapat menyebabkan gesekan berulang pada bekas luka. Gunakan pakaian longgar dan nyaman di sekitar area sayatan.
  • Silikon Gel atau Lembaran Silikon
    Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan gel atau lembaran silikon topikal dapat membantu mencegah pembentukan keloid atau mengurangi ukurannya jika sudah terbentuk. Ini harus digunakan sesuai anjuran dokter.

Pengobatan Keloid

Apabila keloid sudah terbentuk, ada beberapa pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengurangi ukuran, meratakan tekstur, dan meredakan gejala. Pilihan pengobatan ini harus didiskusikan dengan dokter spesialis kulit atau bedah plastik:

  • Suntikan Kortikosteroid
    Suntikan langsung ke dalam keloid dapat membantu mengurangi peradangan dan mengecilkan ukurannya.
  • Terapi Laser
    Laser dapat digunakan untuk mengurangi kemerahan dan meratakan permukaan keloid.
  • Pembedahan
    Pengangkatan keloid melalui operasi dapat dilakukan, namun seringkali diikuti dengan terapi tambahan karena risiko kambuhnya keloid sangat tinggi.
  • Krioterapi
    Pembekuan keloid dengan nitrogen cair dapat membantu mengecilkan ukurannya.

Kesimpulan

Keloid pada bekas operasi caesar merupakan kondisi kompleks yang dipicu oleh produksi kolagen berlebih selama penyembuhan luka dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti genetik, warna kulit gelap, usia, serta trauma berulang. Memahami faktor-faktor ini membantu dalam upaya pencegahan dan penanganan.

Jika ada kekhawatiran tentang pembentukan keloid pada bekas operasi caesar atau memerlukan konsultasi lebih lanjut mengenai penanganan yang tepat, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter. Dokter di Halodoc dapat memberikan informasi dan rekomendasi medis berdasarkan kondisi individu.