Ad Placeholder Image

Penyebab Kepala Peyang Bayi: Kenali dan Atasi Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Penyebab Kepala Peyang Bayi? Atasi Dengan Mudah!

Penyebab Kepala Peyang Bayi: Kenali dan Atasi Yuk!Penyebab Kepala Peyang Bayi: Kenali dan Atasi Yuk!

Memahami Penyebab Kepala Peyang pada Bayi

Kepala peyang atau plagiocephaly posisional adalah kondisi umum pada bayi yang ditandai dengan bentuk kepala yang datar atau tidak simetris. Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Memahami penyebab kepala peyang sangat penting untuk pencegahan dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Kepala Peyang?

Kepala peyang atau deformasional plagiocephaly merujuk pada bentuk kepala bayi yang datar pada satu sisi, atau pada bagian belakang. Hal ini terjadi karena tulang tengkorak bayi masih lunak dan lentur, sehingga mudah berubah bentuk akibat tekanan eksternal yang berkelanjutan.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan tidak memengaruhi perkembangan otak bayi. Namun, bentuk kepala yang tidak simetris bisa menjadi perhatian estetika. Penting untuk membedakannya dari kraniosinostosis, yaitu kondisi langka di mana lempeng tulang tengkorak bayi menyatu terlalu cepat.

Faktor Utama Penyebab Kepala Peyang

Penyebab kepala peyang sebagian besar berkaitan dengan tekanan berulang pada satu area tengkorak bayi. Berikut adalah beberapa faktor penyebab utamanya:

  • Posisi Tidur Telentang Terus-menerus: Rekomendasi tidur telentang untuk mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS) sangat penting. Namun, posisi tidur telentang yang terus-menerus pada satu posisi dapat menyebabkan tekanan pada bagian belakang kepala, mengakibatkan kepala peyang.
  • Jarangnya Waktu Tengkurap (Tummy Time): Waktu tengkurap atau tummy time sangat krusial untuk perkembangan motorik bayi dan membantu mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala. Bayi yang jarang menghabiskan waktu dalam posisi tengkurap lebih berisiko mengalami kepala peyang.
  • Tortikolis (Otot Leher Kaku): Tortikolis adalah kondisi di mana otot leher bayi kaku atau tegang, membuat bayi kesulitan menolehkan kepala ke salah satu sisi. Akibatnya, bayi cenderung memosisikan kepala selalu pada sisi yang sama, menimbulkan tekanan berkelanjutan dan menyebabkan kepala peyang.
  • Bayi Prematur: Bayi yang lahir prematur memiliki tulang tengkorak yang lebih lunak dibandingkan bayi cukup bulan. Selain itu, mereka seringkali menghabiskan lebih banyak waktu berbaring telentang di inkubator, meningkatkan risiko terjadinya kepala peyang.
  • Faktor Persalinan: Posisi bayi di dalam rahim selama kehamilan, terutama jika ada tekanan pada kepala, dapat memengaruhi bentuk kepala bayi saat lahir. Penggunaan alat bantu persalinan seperti vakum atau forsep juga berpotensi menyebabkan perubahan bentuk kepala sementara.

Gejala Kepala Peyang yang Perlu Diperhatikan

Gejala utama kepala peyang adalah adanya area datar pada bagian kepala bayi. Ini bisa berupa:

  • Penipisan atau kerataan pada salah satu sisi bagian belakang kepala.
  • Kepala terlihat tidak simetris jika dilihat dari atas, seperti salah satu telinga mungkin tampak lebih maju dari yang lain.
  • Kadang-kadang, dahi juga bisa terlihat lebih menonjol di sisi yang berlawanan dengan area datar.
  • Pada beberapa kasus, area datar terjadi di seluruh bagian belakang kepala (brachycephaly).

Penanganan dan Pencegahan Kepala Peyang

Kondisi kepala peyang umumnya dapat diperbaiki, terutama jika ditangani sejak dini saat bayi masih di bawah usia satu tahun. Beberapa langkah penanganan dan pencegahan meliputi:

  • Mengubah Posisi Tidur: Variasikan posisi kepala bayi saat tidur telentang. Orang tua dapat memutar kepala bayi secara perlahan ke sisi yang berlawanan dari area datar setiap kali bayi tidur.
  • Stimulasi dan Tummy Time: Pastikan bayi mendapatkan waktu tengkurap yang cukup setiap hari. Ini tidak hanya mencegah kepala peyang tetapi juga mendukung perkembangan otot leher, bahu, dan punggung. Letakkan mainan atau objek menarik di berbagai sisi untuk mendorong bayi memutar kepalanya.
  • Mengubah Posisi Saat Bermain dan Menyusu: Variasikan cara menggendong bayi atau posisi saat menyusui. Jika bayi cenderung melihat ke satu arah, posisikan ranjang atau mainan agar bayi terdorong melihat ke arah lain.
  • Terapi Fisik: Jika kepala peyang disebabkan oleh tortikolis, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi fisik untuk membantu meregangkan otot leher yang kaku.
  • Helm Korektif (Jika Diperlukan): Untuk kasus kepala peyang yang parah atau tidak membaik dengan perubahan posisi, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan helm korektif. Helm ini dirancang khusus untuk memberikan tekanan lembut pada area yang menonjol dan membiarkan area datar tumbuh secara alami. Penggunaan helm ini paling efektif jika dimulai saat bayi berusia 4-6 bulan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Meskipun kepala peyang umumnya tidak berbahaya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika:

  • Orang tua melihat adanya area datar yang signifikan pada kepala bayi.
  • Bentuk kepala bayi tidak membaik dengan perubahan posisi dan tummy time.
  • Bayi memiliki kesulitan untuk menolehkan kepala ke satu sisi (menunjukkan tortikolis).
  • Terdapat kekhawatiran tentang perkembangan bayi atau jika ada gejala lain yang menyertai.

Pemeriksaan dini oleh dokter dapat membantu menentukan penyebab pasti dan rencana penanganan yang paling sesuai untuk bayi.

Kesimpulan

Kepala peyang pada bayi adalah kondisi umum yang sebagian besar disebabkan oleh tekanan pada tengkorak yang masih lunak. Faktor seperti posisi tidur telentang yang monoton, kurangnya waktu tengkurap, dan tortikolis menjadi penyebab utama. Pencegahan melalui perubahan posisi tidur dan stimulasi seperti tummy time sangat efektif.

Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai bentuk kepala bayi, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terpercaya untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat, terutama saat bayi masih di bawah satu tahun.