Ad Placeholder Image

Penyebab Kuping Sebelah Kiri Berdenging: Ringan-Serius

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Maret 2026

Kenapa Kuping Kiri Berdenging? Normal atau Bahaya?

Penyebab Kuping Sebelah Kiri Berdenging: Ringan-SeriusPenyebab Kuping Sebelah Kiri Berdenging: Ringan-Serius

Kenapa Kuping Sebelah Kiri Berdenging? Ini Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Kuping sebelah kiri berdenging, atau dalam istilah medis dikenal sebagai tinnitus, adalah sensasi mendengar suara mendenging, berdesir, berdesing, atau berdecit yang tidak berasal dari sumber eksternal. Tinnitus bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya. Sensasi ini bisa muncul sesekali atau terus-menerus, dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan dan sementara hingga kondisi medis serius yang memerlukan perhatian profesional. Penting untuk memahami potensi penyebabnya agar penanganan yang tepat dapat diberikan. Jika denging di telinga kiri sering terjadi atau sangat mengganggu, konsultasi dengan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) sangat disarankan untuk diagnosis akurat.

Apa Itu Tinnitus di Kuping Kiri?

Tinnitus adalah persepsi suara di telinga ketika tidak ada suara eksternal yang hadir. Meskipun sering disebut “denging”, suara yang didengar bisa beragam seperti desisan, deru, klik, atau suara lain. Ketika tinnitus terjadi hanya di satu telinga, seperti kuping kiri, hal ini bisa menjadi petunjuk penting bagi dokter untuk mengidentifikasi penyebabnya. Tinnitus unilateral (satu sisi) seringkali memerlukan evaluasi lebih lanjut dibandingkan tinnitus bilateral (kedua sisi) untuk menyingkirkan penyebab yang lebih serius.

Penyebab Umum Kuping Sebelah Kiri Berdenging

Berbagai faktor dapat memicu sensasi berdenging di kuping kiri. Beberapa di antaranya bersifat umum dan sering terjadi, yaitu:

  • Penumpukan Kotoran Telinga: Penumpukan serumen atau kotoran telinga yang berlebihan dapat menyumbat saluran telinga. Sumbatan ini bisa menyebabkan tekanan pada gendang telinga dan mengganggu transmisi suara, memicu sensasi denging.
  • Paparan Suara Keras: Kerusakan pada sel-sel rambut kecil di telinga bagian dalam (koklea) dapat terjadi akibat paparan suara yang sangat keras, seperti musik kencang, suara mesin berat, atau ledakan. Kerusakan ini dapat menyebabkan tinnitus.
  • Infeksi atau Peradangan Telinga: Infeksi telinga tengah (otitis media), peradangan pada saluran telinga, atau kondisi alergi yang menyebabkan pembengkakan di saluran telinga dapat memicu sensasi berdenging. Radang tenggorokan yang parah juga bisa mempengaruhi telinga.
  • Tekanan dan Stres: Stres psikologis, kelelahan fisik yang ekstrem, dan kurang tidur diketahui dapat memperburuk atau bahkan memicu timbulnya tinnitus. Kondisi ini bisa meningkatkan sensitivitas terhadap suara dan persepsi denging.
  • Gangguan Saluran Tuba Eustachius (THT): Saluran tuba Eustachius menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Masalah seperti pilek, alergi musiman, atau sinusitis dapat menyebabkan saluran ini tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik, memengaruhi tekanan di telinga tengah dan memicu denging.

Penyebab Lain yang Lebih Serius

Selain penyebab umum, ada beberapa kondisi medis yang lebih serius yang juga dapat mengakibatkan kuping sebelah kiri berdenging:

  • Gangguan Saraf Pendengaran: Kerusakan pada saraf pendengaran (nervus koklearis) atau bagian otak yang memproses suara dapat menyebabkan tinnitus. Hal ini bisa terjadi karena penuaan, trauma, atau kondisi neurologis tertentu.
  • Masalah Pembuluh Darah: Tinnitus pulsatile adalah jenis denging yang mengikuti detak jantung. Ini bisa disebabkan oleh masalah pembuluh darah di sekitar telinga, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kolesterol tinggi yang menyebabkan penyempitan arteri.
  • Efek Samping Obat-obatan: Beberapa jenis obat memiliki efek samping ototoksik, artinya dapat merusak telinga dan menyebabkan tinnitus. Contohnya termasuk aspirin dosis tinggi, beberapa antibiotik (aminoglikosida), obat diuretik tertentu, dan obat antidepresan.
  • Trauma Kepala atau Leher: Cedera pada kepala atau leher dapat mempengaruhi telinga bagian dalam, saraf pendengaran, atau aliran darah ke area tersebut, yang berujung pada tinnitus.
  • Penyakit Meniere: Ini adalah gangguan telinga bagian dalam yang ditandai oleh kombinasi tinnitus, vertigo (pusing berputar), gangguan pendengaran, dan sensasi penuh di telinga. Penyakit ini umumnya menyerang satu telinga.
  • Neuroma Akustik: Meskipun jarang, tumor non-kanker yang tumbuh pada saraf kranial yang menuju ke otak dari telinga bagian dalam dapat menyebabkan tinnitus unilateral, gangguan pendengaran, dan masalah keseimbangan.

Kapan Harus ke Dokter THT?

Penting untuk mencari pertolongan medis jika denging di kuping kiri tidak hilang atau sangat mengganggu. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT apabila sensasi berdenging:

  • Tidak hilang atau berlangsung lebih dari seminggu.
  • Sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, tidur, atau konsentrasi.
  • Disertai dengan gejala lain seperti pusing berputar (vertigo), nyeri di telinga, atau perubahan pendengaran (pendengaran menurun).
  • Muncul setelah cedera kepala atau leher.
  • Terjadi hanya di satu telinga.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, menanyakan riwayat kesehatan, dan mungkin menyarankan tes pendengaran atau pencitraan (seperti MRI) untuk menentukan penyebab pasti dan merencanakan penanganan yang tepat.

Pengobatan dan Pencegahan Tinnitus

Pengobatan untuk tinnitus sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika penyebabnya adalah penumpukan kotoran telinga, dokter mungkin akan membersihkannya. Untuk infeksi, obat-obatan tertentu dapat diresepkan. Jika penyebabnya lebih kompleks, beberapa pilihan pengobatan mungkin meliputi:

  • Manajemen Suara: Menggunakan alat bantu dengar jika ada gangguan pendengaran, atau generator suara bising (white noise machine) untuk menutupi denging.
  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Membantu pasien mengubah cara mereka berpikir dan bereaksi terhadap tinnitus, sehingga mengurangi tingkat gangguan.
  • Pengobatan Kondisi Medis yang Mendasari: Mengelola tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau kondisi lain yang berkontribusi pada tinnitus.
  • Penyesuaian Obat: Jika tinnitus disebabkan oleh efek samping obat, dokter mungkin akan mengubah dosis atau mengganti obat jika memungkinkan.

Pencegahan tinnitus dapat dilakukan dengan:

  • Menghindari paparan suara keras yang berkepanjangan atau menggunakan pelindung telinga di lingkungan bising.
  • Menjaga kebersihan telinga secara rutin tanpa memasukkan benda asing.
  • Mengelola stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau yoga.
  • Menjaga kesehatan jantung dengan diet seimbang dan olahraga teratur.
  • Menghindari kebiasaan merokok dan mengurangi konsumsi kafein serta alkohol yang dapat memperburuk tinnitus.

Kesimpulan: Tinnitus di Kuping Kiri dan Solusi dari Halodoc

Kuping sebelah kiri berdenging adalah gejala yang tidak boleh diabaikan, terutama jika berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain. Karena penyebabnya bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga serius, diagnosis yang tepat oleh dokter spesialis THT sangat penting. Mengatasi penyebab utama adalah kunci untuk meredakan atau mengelola tinnitus.

Jika mengalami sensasi berdenging di kuping kiri, konsultasikan segera dengan dokter THT melalui aplikasi Halodoc. Dokter ahli di Halodoc dapat memberikan diagnosis awal, saran penanganan, dan rekomendasi pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan. Memahami dan menangani masalah ini sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup.