Ad Placeholder Image

Penyebab Leukemia pada Orang Dewasa: Fakta yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Maret 2026

Penyebab Leukemia pada Orang Dewasa, Jangan Anggap Remeh

Penyebab Leukemia pada Orang Dewasa: Fakta yang Perlu DiketahuiPenyebab Leukemia pada Orang Dewasa: Fakta yang Perlu Diketahui

Apa Itu Leukemia pada Orang Dewasa?

Leukemia merupakan jenis kanker darah yang bermula di sumsum tulang. Sumsum tulang adalah jaringan spons di dalam tulang yang bertanggung jawab memproduksi sel darah. Pada leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal secara berlebihan dan tak terkendali. Sel-sel abnormal ini tidak berfungsi seperti sel darah putih normal. Mereka juga dapat mengganggu produksi sel darah sehat lainnya, seperti sel darah merah dan trombosit. Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat (akut) atau secara bertahap (kronis).

Memahami Penyebab Leukemia pada Orang Dewasa

Penyebab utama leukemia pada orang dewasa adalah kombinasi mutasi genetik pada DNA sel darah putih. Mutasi ini memicu produksi sel darah putih abnormal yang terus tumbuh tanpa kendali. Sel-sel ini tidak mati seperti sel normal, sehingga menumpuk dan mengganggu fungsi sumsum tulang. Meskipun mekanisme pastinya kompleks, beberapa faktor risiko utama telah diidentifikasi yang berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini. Berikut adalah rincian penyebab dan faktor risiko yang perlu diketahui.

Mutasi Genetik dan Riwayat Keluarga

Kelainan genetik pada DNA sel darah putih adalah pemicu utama leukemia. Mutasi ini menyebabkan sel terus tumbuh dan membelah tanpa kendali, menggeser sel-sel darah normal. Sebagian besar mutasi ini terjadi secara acak setelah lahir. Namun, riwayat keluarga dengan leukemia juga dapat meningkatkan risiko seseorang, menunjukkan adanya kerentanan genetik tertentu. Kelainan genetik seperti Down Syndrome juga termasuk dalam faktor ini.

Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia tertentu merupakan faktor risiko signifikan. Benzena, misalnya, adalah penyebab utama leukemia mieloid akut (AML). Zat ini ditemukan dalam bahan bakar, asap rokok, dan berbagai industri kimia. Selain benzena, paparan pestisida tertentu juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia. Mengurangi kontak dengan zat-zat ini penting untuk mitigasi risiko.

Paparan Radiasi Intens

Paparan radiasi tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan leukemia. Contohnya termasuk terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati jenis kanker lain sebelumnya. Efek radiasi pada DNA sel sumsum tulang dapat memicu mutasi. Mutasi inilah yang kemudian berujung pada perkembangan sel kanker.

Riwayat Pengobatan Kanker Sebelumnya

Pasien yang sebelumnya pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk mengobati kanker lain memiliki risiko lebih tinggi. Obat kemoterapi dan radiasi, meskipun efektif membunuh sel kanker, juga dapat merusak sel-sel sehat di sumsum tulang. Kerusakan ini kadang-kadang dapat memicu perkembangan leukemia sekunder di kemudian hari.

Gaya Hidup: Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok aktif secara signifikan meningkatkan risiko leukemia mielogen akut. Kandungan karsinogenik dalam asap rokok dapat merusak DNA sel-sel di sumsum tulang. Kerusakan DNA ini pada gilirannya dapat memicu mutasi genetik yang esensial untuk perkembangan leukemia. Berhenti merokok adalah langkah penting untuk mengurangi risiko ini.

Faktor Kesehatan Lainnya

Beberapa kondisi kesehatan tertentu juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap leukemia.

  • Sindrom mielodisplasia: Sekelompok gangguan darah di mana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah sehat.
  • Penyakit yang melemahkan sistem imun: Seperti HIV/AIDS, dapat meningkatkan risiko leukemia karena gangguan pada regulasi sel-sel kekebalan tubuh.
  • Kelainan genetik: Seperti Down Syndrome, juga diketahui meningkatkan risiko leukemia.

Infeksi Virus Tertentu

Beberapa infeksi virus telah diidentifikasi sebagai potensi penyebab leukemia. Salah satu contoh adalah virus leukemia sel T manusia (HTLV-1). Virus ini dapat menginfeksi sel T dan memicu perubahan genetik yang berujung pada perkembangan leukemia sel T dewasa. Penelitian lebih lanjut terus dilakukan untuk memahami peran virus lain.

Pencegahan dan Deteksi Dini Leukemia

Meskipun tidak semua kasus leukemia dapat dicegah, mengurangi paparan terhadap faktor risiko yang dapat dimodifikasi sangatlah penting. Ini meliputi menghindari paparan benzena dan pestisida, serta berhenti merokok. Deteksi dini sangat krusial, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga atau faktor risiko lain. Pemantauan kesehatan rutin dan konsultasi dengan dokter adalah langkah penting untuk kewaspadaan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter? Rekomendasi Halodoc

Mengenali faktor risiko dan penyebab leukemia pada orang dewasa adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan. Jika ada kekhawatiran mengenai paparan risiko atau mengalami gejala yang mencurigakan, segera mencari bantuan medis. Gejala tersebut seperti kelelahan ekstrem, demam tanpa sebab jelas, penurunan berat badan mendadak, atau pendarahan/memar yang tidak biasa. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman. Melalui aplikasi Halodoc, dapat membuat janji dengan dokter, melakukan konsultasi online, dan mendapatkan informasi kesehatan terpercaya. Segera periksakan diri untuk diagnosis dan penanganan yang tepat demi kesehatan optimal.