Ad Placeholder Image

Penyebab Mata Merah Pada Bayi: Dari Iritasi Hingga Infeksi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Penyebab Mata Merah pada Bayi, Bunda Wajib Tahu!

Penyebab Mata Merah Pada Bayi: Dari Iritasi Hingga InfeksiPenyebab Mata Merah Pada Bayi: Dari Iritasi Hingga Infeksi

Mengatasi dan Memahami Penyebab Mata Merah pada Bayi

Mata merah pada bayi seringkali menjadi kekhawatiran bagi orang tua. Kondisi ini bisa muncul akibat penyebab ringan seperti iritasi atau saluran air mata yang tersumbat, namun ada pula kemungkinan penyebab serius yang memerlukan perhatian medis segera. Memahami berbagai penyebab mata merah pada bayi sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Apa Itu Mata Merah pada Bayi?

Mata merah pada bayi merujuk pada kondisi di mana bagian putih mata (sklera) tampak memerah. Perubahan warna ini dapat disertai dengan gejala lain seperti mata berair, belekan, bengkak, atau bayi tampak tidak nyaman.

Kondisi ini dapat bersifat sementara dan tidak berbahaya, atau menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius yang memerlukan pemeriksaan oleh dokter anak atau dokter mata.

Gejala Lain yang Menyertai Mata Merah pada Bayi

Selain kemerahan pada mata, bayi mungkin menunjukkan gejala lain yang dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Mata berair secara berlebihan.
  • Keluarnya cairan kental atau nanah dari mata (belekan).
  • Pembengkakan pada kelopak mata atau area sekitar mata.
  • Mata terlihat lengket atau sulit dibuka, terutama setelah bangun tidur.
  • Bayi sering menggosok mata atau terlihat rewel.
  • Demam atau gejala flu lainnya.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).

Penyebab Mata Merah pada Bayi

Penyebab mata merah pada bayi bervariasi, dari kondisi ringan yang dapat diatasi di rumah hingga infeksi serius yang membutuhkan intervensi medis.

Penyebab Umum dan Ringan

  • Iritasi Mata. Mata bayi sangat sensitif terhadap lingkungan. Paparan debu, asap rokok, polusi, atau bahan kimia ringan dari sabun atau sampo dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan.
  • Saluran Air Mata Tersumbat (Dacryostenosis). Ini adalah penyebab mata merah dan berair yang sangat umum pada bayi baru lahir. Saluran air mata yang belum berkembang sempurna atau tersumbat oleh selaput tipis menghambat aliran air mata, menyebabkan penumpukan dan mata berair, seringkali disertai belek kental.
  • Konjungtivitis (Mata Merah). Ini adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva). Konjungtivitis pada bayi dapat disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi bakteri seringkali menyebabkan keluarnya nanah atau belek berwarna kuning kehijauan, sedangkan infeksi virus biasanya disertai mata berair bening.
  • Reaksi Alergi. Bayi dapat mengalami reaksi alergi terhadap alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, atau debu. Reaksi ini dapat menyebabkan mata merah, gatal, dan berair.
  • Trauma Ringan atau Cedera Persalinan. Proses persalinan kadang-kadang bisa menyebabkan tekanan pada mata bayi, mengakibatkan kemerahan atau memar ringan yang akan pulih seiring waktu.
  • Kondisi Anatomis yang Belum Sempurna. Pada bayi baru lahir, beberapa struktur mata mungkin belum sepenuhnya matang, menyebabkan gejala ringan seperti kemerahan sementara.

Penyebab Serius yang Membutuhkan Perhatian Medis

Dalam beberapa kasus, mata merah pada bayi bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, terutama jika disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

  • Konjungtivitis yang Disebabkan Infeksi Menular Seksual (IMS) dari Ibu. Infeksi seperti klamidia atau gonore dapat ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan. Konjungtivitis gonore dapat muncul dalam 2-4 hari setelah lahir dan sangat serius, berpotensi menyebabkan kerusakan mata permanen jika tidak segera diobati. Konjungtivitis klamidia biasanya muncul dalam 5-12 hari dan juga memerlukan pengobatan.
  • Selulitis Orbital atau Periorbital. Ini adalah infeksi bakteri serius pada kelopak mata atau jaringan di sekitar mata. Gejalanya meliputi bengkak, kemerahan yang intens, dan demam, yang memerlukan penanganan medis darurat.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Orang tua perlu segera membawa bayi ke dokter jika mata merah disertai gejala-gejala berikut:

  • Keluarnya belek kental berwarna kuning atau hijau.
  • Pembengkakan yang signifikan pada kelopak mata atau area sekitar mata.
  • Mata terlihat sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Bayi mengalami demam.
  • Bayi tampak sangat rewel, tidak mau makan, atau lesu.
  • Kemerahan tidak membaik dalam 24-48 jam atau justru memburuk.
  • Ada dugaan trauma atau masuknya benda asing ke mata.

Pengobatan Mata Merah pada Bayi

Pengobatan akan sangat tergantung pada penyebab mata merah. Dokter mungkin merekomendasikan:

  • Pijatan Saluran Air Mata. Untuk saluran air mata tersumbat, dokter dapat mengajarkan teknik pijat lembut di area sekitar hidung untuk membantu membuka sumbatan.
  • Obat Tetes Mata Antibiotik atau Salep. Untuk konjungtivitis bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik.
  • Antivirus. Jika penyebabnya adalah virus herpes, obat antivirus mungkin diperlukan.
  • Membersihkan Mata. Membersihkan mata dengan kapas basah yang hangat (menggunakan air steril) secara lembut untuk menghilangkan kotoran atau belek.
  • Penanganan Khusus. Untuk kasus yang lebih serius seperti konjungtivitis akibat IMS, pengobatan khusus dengan antibiotik sistemik mungkin diperlukan.

Pencegahan Mata Merah pada Bayi

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mata merah pada bayi:

  • Jaga kebersihan tangan sebelum menyentuh atau membersihkan mata bayi.
  • Hindari paparan asap rokok, debu, dan alergen potensial.
  • Pastikan ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dan mengobati IMS agar tidak menularkan ke bayi saat persalinan.
  • Bersihkan area mata bayi dengan lembut menggunakan kapas basah dan air steril.

Kesimpulan

Mata merah pada bayi dapat menjadi tanda kondisi ringan maupun serius. Penting untuk selalu memantau gejala dan segera mencari pertolongan medis jika ada kekhawatiran, terutama jika mata merah disertai belek kental, bengkak, atau demam. Konsultasi dengan dokter anak atau dokter mata akan membantu mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan mata bayi. Untuk informasi lebih lanjut dan saran medis terpercaya, konsultasikan kondisi bayi dengan dokter profesional melalui Halodoc.