Ad Placeholder Image

Penyebab Milia Bukan Jerawat, Ini Biang Keroknya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Penyebab Milia: Bukan Pori Tersumbat, Tapi Ini!

Penyebab Milia Bukan Jerawat, Ini Biang KeroknyaPenyebab Milia Bukan Jerawat, Ini Biang Keroknya

Apa Itu Milia dan Penyebabnya?

Milia adalah bintik-bintik kecil berwarna putih atau kekuningan yang sering muncul di wajah, terutama di sekitar mata, hidung, dan pipi. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai jerawat kecil, namun memiliki penyebab yang berbeda. Memahami penyebab milia sangat penting untuk penanganan yang tepat dan efektif.

Bintik milia terjadi ketika protein kulit bernama keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Ini berbeda dengan jerawat yang umumnya disebabkan oleh pori-pori tersumbat. Artikel ini akan mengulas secara detail mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya milia pada dewasa dan bayi baru lahir.

Mekanisme Terbentuknya Milia

Penyebab utama milia adalah akumulasi keratin di bawah lapisan terluar kulit. Normalnya, sel-sel kulit mati akan terkelupas secara alami dari permukaan kulit. Namun, pada kasus milia, proses pengelupasan ini tidak berjalan normal, menyebabkan sel-sel kulit mati yang mengandung keratin terjebak dan membentuk kista kecil.

Kista ini kemudian muncul sebagai bintik-bintik milia yang tampak seperti mutiara kecil. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi baru lahir hingga orang dewasa. Walaupun umumnya tidak berbahaya, milia bisa menimbulkan kekhawatiran estetika.

Penyebab Milia pada Dewasa

Pada orang dewasa, penyebab milia seringkali lebih bervariasi dan dapat dipicu oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini umumnya berkaitan dengan kerusakan kulit atau gangguan pada proses regenerasi kulit. Pemahaman mengenai faktor pemicu ini membantu dalam identifikasi dan pencegahan.

  • Kerusakan Kulit

    Salah satu penyebab milia yang umum pada dewasa adalah kerusakan pada lapisan kulit. Ini bisa terjadi akibat berbagai kondisi seperti luka bakar atau lepuh, misalnya karena paparan tanaman beracun. Paparan sinar matahari berlebih dalam jangka panjang juga dapat merusak kulit dan memicu terbentuknya milia.

    Prosedur kulit tertentu seperti dermabrasi atau perawatan laser wajah juga berpotensi menyebabkan munculnya milia. Kerusakan ini mengganggu siklus alami pengelupasan kulit.

  • Penggunaan Produk Kulit Tertentu

    Penggunaan krim atau salep steroid secara jangka panjang diyakini sebagai salah satu pemicu milia. Bahan aktif dalam produk ini dapat memengaruhi kemampuan kulit untuk mengelupas secara normal. Penting untuk menggunakan produk topikal sesuai anjuran dokter.

  • Masalah Pengelupasan Kulit Alami

    Seiring bertambahnya usia, kemampuan alami kulit untuk mengelupas sel-sel mati dapat berkurang. Proses penuaan membuat regenerasi kulit melambat, sehingga sel keratin lebih mudah terperangkap. Ini menjelaskan mengapa milia sering terlihat pada kulit yang lebih tua.

  • Kondisi Medis Tertentu

    Meskipun jarang, milia juga dapat menjadi gejala dari kondisi medis tertentu. Beberapa penyakit kulit atau kondisi genetik dapat memengaruhi proses pembentukan dan pengelupasan kulit, sehingga meningkatkan risiko terjadinya milia. Jika milia muncul bersama gejala lain yang mencurigakan, konsultasi medis dianjurkan.

Penyebab Milia pada Bayi Baru Lahir

Milia adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada bayi baru lahir, bahkan mencapai 40-50% dari total bayi. Bintik-bintik putih kecil ini sering terlihat di hidung, dagu, atau pipi bayi. Uniknya, penyebab milia pada bayi baru lahir seringkali tidak diketahui secara pasti.

Para ahli menduga milia pada bayi baru lahir terjadi karena kelenjar keringat bayi belum sepenuhnya berkembang. Milia jenis ini umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu tanpa memerlukan penanganan khusus. Orang tua tidak perlu khawatir berlebihan jika menemukan milia pada bayi.

Mengatasi dan Mencegah Milia

Meskipun milia seringkali dapat hilang dengan sendirinya, terutama pada bayi, penanganan pada dewasa mungkin memerlukan bantuan profesional. Hindari mencoba memencet atau mengeluarkan milia sendiri, karena dapat menyebabkan iritasi, infeksi, atau bahkan jaringan parut. Perawatan kulit yang tepat dapat membantu mencegah kekambuhan milia.

Untuk membantu mencegah milia, menjaga kebersihan kulit dan memastikan eksfoliasi yang sehat sangat disarankan. Penggunaan tabir surya secara teratur dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Hindari produk kulit yang terlalu berminyak atau komedogenik yang dapat menghambat pengelupasan alami kulit.

Konsultasi dengan Ahli di Halodoc

Jika milia terasa mengganggu, tidak kunjung hilang, atau muncul dengan gejala lain yang tidak biasa, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat dan merekomendasikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit. Ada berbagai pilihan perawatan yang tersedia, termasuk retinoid topikal, eksfoliasi kimia, atau ekstraksi oleh profesional medis.

Melalui aplikasi Halodoc, siapa pun dapat dengan mudah terhubung dengan dokter kulit berpengalaman. Dapatkan informasi dan rekomendasi medis yang terpercaya tanpa perlu keluar rumah. Menjaga kesehatan kulit adalah investasi jangka panjang untuk penampilan dan kesejahteraan.