Ad Placeholder Image

Penyebab Milia di Bawah Mata: Ini Lho Biang Keroknya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Apa Penyebab Milia di Bawah Mata? Jangan Kaget Ya!

Penyebab Milia di Bawah Mata: Ini Lho Biang Keroknya!Penyebab Milia di Bawah Mata: Ini Lho Biang Keroknya!

Apa Itu Milia di Bawah Mata?

Milia adalah benjolan kecil berwarna putih yang sering muncul di permukaan kulit, terutama di area sensitif seperti di bawah mata. Benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal, tetapi seringkali menjadi perhatian karena penampilannya. Milia terbentuk ketika sel kulit mati atau protein kulit yang disebut keratin terjebak di bawah permukaan kulit.

Kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Meskipun sering dikaitkan dengan faktor usia, milia di bawah mata lebih sering disebabkan oleh regenerasi kulit yang tidak optimal atau paparan faktor eksternal tertentu.

Penyebab Milia di Bawah Mata

Penyebab utama milia di bawah mata adalah penumpukan keratin, protein alami pada kulit, yang terperangkap di bawah lapisan kulit terluar. Hal ini terjadi akibat proses regenerasi kulit yang terganggu. Beberapa faktor spesifik dapat memicu atau memperparah kondisi ini, terutama di area kulit tipis seperti bawah mata.

1. Penumpukan Sel Kulit Mati (Keratin)

Sel kulit mati secara alami harus terangkat dari permukaan kulit sebagai bagian dari siklus regenerasi kulit. Namun, di area bawah mata yang kulitnya lebih tipis dan sensitif, proses ini bisa terhambat. Ketika sel kulit mati atau keratin tidak terangkat sempurna, ia dapat terperangkap dan membentuk kista kecil di bawah kulit.

2. Kerusakan Kulit

Cedera pada kulit dapat menjadi pemicu munculnya milia sekunder. Ini termasuk luka bakar, prosedur laser, dermabrasi, atau radioterapi yang merusak lapisan kulit. Proses penyembuhan setelah kerusakan ini dapat mengganggu siklus normal regenerasi kulit dan menyebabkan keratin terperangkap.

3. Penggunaan Krim Steroid Jangka Panjang

Penggunaan krim topikal yang mengandung kortikosteroid dalam jangka waktu lama dapat memengaruhi fungsi normal kulit. Bahan kimia dalam krim steroid dapat mengganggu regenerasi sel kulit dan memicu pembentukan milia di area yang diolesi, termasuk di bawah mata jika digunakan di sana.

4. Paparan Sinar Matahari Berlebih

Sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak kulit seiring waktu. Paparan sinar matahari yang berlebihan tanpa perlindungan dapat membuat kulit menebal dan kehilangan kemampuannya untuk mengelupaskan sel kulit mati secara efektif. Kondisi ini meningkatkan risiko keratin terjebak dan membentuk milia.

5. Kebersihan Kulit Kurang Optimal

Rutin membersihkan kulit wajah adalah langkah penting untuk mencegah penumpukan sel kulit mati dan kotoran. Kebersihan kulit yang kurang baik, terutama di area bawah mata, dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. Penyumbatan ini mempercepat penumpukan sel kulit mati dan berpotensi memicu milia.

6. Produk Kosmetik Menyumbat Pori

Beberapa produk kosmetik, terutama yang memiliki formula berat atau komedogenik, dapat menyumbat pori-pori. Jika produk tersebut digunakan di area bawah mata, mereka dapat memerangkap sel kulit mati dan minyak, sehingga meningkatkan risiko pembentukan milia.

Gejala Milia di Bawah Mata

Gejala milia sangat khas dan mudah dikenali. Milia tampak sebagai benjolan kecil berwarna putih atau kekuningan dengan ukuran sekitar 1-2 milimeter. Benjolan ini biasanya muncul berkelompok, tetapi juga bisa muncul secara tunggal. Lokasi paling umum adalah di sekitar mata, termasuk kelopak mata dan area di bawah mata.

Milia tidak menyebabkan rasa gatal, nyeri, atau peradangan. Mereka cenderung menetap di kulit selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Perbedaan milia dengan jerawat adalah milia tidak memiliki titik hitam atau nanah di tengahnya.

Pencegahan dan Pengobatan Milia

Pencegahan milia melibatkan rutinitas perawatan kulit yang baik dan perlindungan dari faktor pemicu. Ini termasuk membersihkan wajah secara teratur, menggunakan tabir surya, serta memilih produk kosmetik dan perawatan kulit yang non-komedogenik. Eksfoliasi lembut juga dapat membantu mencegah penumpukan sel kulit mati.

Untuk pengobatan, milia seringkali dapat hilang dengan sendirinya. Namun, jika benjolan tersebut mengganggu secara estetika, ada beberapa pilihan penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter kulit. Metode pengobatan meliputi ekstraksi manual oleh profesional medis, penggunaan krim retinoid, atau prosedur seperti chemical peeling.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Milia di bawah mata umumnya merupakan kondisi kulit yang tidak berbahaya, disebabkan oleh penumpukan keratin di bawah permukaan kulit. Faktor-faktor seperti penumpukan sel kulit mati, kerusakan kulit, penggunaan steroid jangka panjang, paparan sinar matahari, kebersihan kulit yang kurang, dan produk kosmetik menyumbat pori menjadi pemicu utama.

Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter dapat memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai berdasarkan kondisi kulit individu. Kunjungi Halodoc untuk mendapatkan informasi kesehatan lebih lanjut dan berbicara dengan dokter spesialis.