Ad Placeholder Image

Penyebab Penyakit Biduran: Kenali Pemicu Gatalnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Kenali Penyebab Penyakit Biduran: Bukan Cuma Alergi

Penyebab Penyakit Biduran: Kenali Pemicu GatalnyaPenyebab Penyakit Biduran: Kenali Pemicu Gatalnya

Mengenal Penyebab Penyakit Biduran: Dari Alergi hingga Faktor Lingkungan

Biduran atau urtikaria adalah kondisi kulit yang ditandai bentol merah gatal, muncul tiba-tiba. Kondisi ini dipicu oleh pelepasan histamin dalam tubuh akibat berbagai faktor. Memahami penyebab biduran sangat penting untuk penanganan dan pencegahan yang efektif. Artikel ini akan mengulas secara detail beragam pemicu biduran, baik yang bersifat alergi maupun non-alergi.

Apa Itu Biduran?

Biduran, atau dalam istilah medis disebut urtikaria, adalah reaksi kulit yang menyebabkan munculnya bentol-bentol merah yang terasa gatal. Bentol ini bisa bervariasi ukuran dan bentuknya, serta dapat muncul di mana saja pada tubuh.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel kulit melepaskan zat kimia bernama histamin. Histamin menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit melebar dan mengeluarkan cairan, sehingga memicu pembengkakan dan gatal.

Gejala Umum Biduran

Gejala utama biduran adalah munculnya bentol atau ruam berwarna merah muda hingga merah terang. Bentol ini terasa sangat gatal, kadang disertai sensasi menyengat atau terbakar.

Bentol dapat muncul berkelompok atau menyebar dan dapat berubah lokasi dalam hitungan jam. Umumnya, bentol ini akan hilang dalam waktu 24 jam, namun dapat muncul bentol baru di area lain.

Penyebab Penyakit Biduran

Penyebab penyakit biduran adalah pelepasan histamin oleh sistem imun sebagai respons terhadap berbagai pemicu. Pemicu ini bisa berasal dari dalam maupun luar tubuh. Berikut adalah beberapa penyebab biduran yang umum:

Penyebab Biduran Akibat Alergi

Alergi merupakan salah satu pemicu paling umum dari biduran. Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya.

  • Makanan Tertentu: Beberapa jenis makanan sering menjadi pemicu alergi biduran. Ini termasuk kacang-kacangan, makanan laut seperti udang dan kerang, telur, susu, gandum, dan cokelat. Konsumsi makanan ini dapat memicu respons alergi pada individu yang sensitif.
  • Obat-obatan: Reaksi alergi terhadap obat-obatan juga dapat menyebabkan biduran. Contoh obat yang sering menjadi pemicu adalah antibiotik seperti penisilin, serta obat pereda nyeri tertentu seperti aspirin dan ibuprofen.
  • Zat Lain (Alergen Lingkungan): Paparan terhadap zat-zat di lingkungan juga bisa menyebabkan alergi kulit. Ini meliputi serbuk sari, bulu hewan, lateks, bahan kimia dalam produk tertentu, pengawet, dan pewarna makanan yang ditambahkan pada makanan atau minuman.

Penyebab Biduran Non-Alergi

Selain alergi, ada banyak faktor lain yang dapat memicu biduran tanpa melibatkan respons alergi langsung.

  • Infeksi: Berbagai jenis infeksi dapat memicu biduran. Ini termasuk infeksi virus seperti hepatitis, infeksi bakteri, dan infeksi parasit tertentu. Tubuh bereaksi terhadap infeksi dengan melepaskan histamin.
  • Faktor Lingkungan: Perubahan atau paparan lingkungan ekstrem dapat menjadi pemicu. Contohnya adalah paparan suhu panas atau dingin yang ekstrem, sinar matahari langsung, atau bahkan kontak dengan air.
  • Faktor Fisik: Tekanan fisik pada kulit juga dapat menyebabkan bentol gatal. Ini bisa terjadi akibat pakaian ketat, sabuk yang terlalu kencang, atau bahkan setelah berolahraga berat.
  • Stres: Stres emosional dapat memperburuk biduran atau bahkan memicu munculnya biduran pada beberapa orang. Stres dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan pelepasan histamin.
  • Gigitan Serangga: Reaksi terhadap gigitan atau sengatan serangga seperti nyamuk atau lebah dapat menyebabkan bentol lokal yang mirip biduran.
  • Kondisi Medis Tertentu: Beberapa kondisi medis lain, seperti penyakit tiroid, lupus, atau jenis kanker tertentu, juga dapat menyebabkan biduran kronis sebagai gejala.

Pengobatan Biduran

Penanganan biduran umumnya bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah kekambuhan. Antihistamin adalah obat yang paling sering diresepkan untuk mengurangi gatal dan bentol. Dalam kasus yang lebih parah atau kronis, dokter mungkin merekomendasikan obat lain.

Penting untuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu biduran untuk mencegah munculnya kembali gejala.

Pencegahan Biduran

Langkah pencegahan biduran berpusat pada menghindari pemicu yang diketahui. Beberapa tips pencegahan meliputi:

  • Mencatat makanan atau obat yang mungkin memicu reaksi.
  • Menghindari paparan suhu ekstrem jika itu adalah pemicu.
  • Mengenakan pakaian longgar dan nyaman untuk menghindari tekanan pada kulit.
  • Mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi.
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi alergen spesifik.

Kapan Harus ke Dokter?

Biduran yang persisten, parah, atau disertai gejala lain seperti kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, memerlukan penanganan medis segera. Jika mengalami gejala biduran yang mengganggu atau berulang, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Dapatkan informasi kesehatan terpercaya atau konsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Tim medis Halodoc siap memberikan rekomendasi dan penanganan terbaik untuk kondisi kesehatan.