Ad Placeholder Image

Penyebab Rambut Lurus Keriting dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Penyebab Rambut Lurus Jadi Keriting Serta Cara Atasinya

Penyebab Rambut Lurus Keriting dan Cara MengatasinyaPenyebab Rambut Lurus Keriting dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Banyak orang terkejut ketika menyadari bahwa rambut mereka yang dulunya lurus tergerai, tiba-tiba mulai menunjukkan gelombang atau bahkan berubah menjadi ikal dan keriting seiring berjalannya waktu. Fenomena ini sering kali memicu kebingungan, karena tekstur rambut umumnya dianggap sebagai bawaan lahir yang bersifat permanen.

Faktanya, folikel rambut manusia bersifat dinamis. Meskipun genetika memainkan peran utama dalam menentukan bentuk asli rambut sejak lahir, berbagai faktor internal dan eksternal dapat memengaruhi struktur folikel di bawah kulit kepala. Perubahan ini bukanlah suatu ilusi, melainkan respons biologis tubuh terhadap fluktuasi yang terjadi di dalam maupun di luar tubuh.

Penting untuk memahami bahwa perubahan tekstur rambut dari lurus menjadi keriting biasanya tidak berbahaya secara medis. Namun, dalam beberapa kasus, hal ini bisa menjadi indikator adanya perubahan hormon yang signifikan, kondisi tiroid, atau kekurangan nutrisi tertentu yang memerlukan perhatian lebih. Mengetahui akar masalahnya adalah langkah krusial untuk menentukan perawatan yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja penyebab pasti dari perubahan tekstur ini dan bagaimana cara terbaik untuk mengatasinya? Berikut ulasan lengkap mengenai penyebab rambut lurus menjadi keriting dan langkah-langkah perawatannya!

Memahami Anatomi dan Tekstur Rambut

Sebelum membahas penyebabnya, penting untuk memahami bagaimana tekstur rambut terbentuk. Bentuk rambut, baik itu lurus, bergelombang, atau keriting, sangat ditentukan oleh bentuk folikel tempat rambut tumbuh. Folikel adalah struktur berbentuk tabung kecil di bawah permukaan kulit kepala.

Jika folikel rambut berbentuk bulat sempurna, batang rambut akan tumbuh lurus. Namun, jika folikel berbentuk oval atau asimetris, rambut akan tumbuh melengkung dan menghasilkan tekstur keriting. Selain itu, sudut pertumbuhan rambut dari kulit kepala juga berpengaruh; folikel rambut keriting cenderung menembus kulit kepala secara miring.

Di dalam batang rambut sendiri, terdapat protein yang disebut keratin. Protein ini mengandung asam amino yang kaya akan belerang. Ketika atom-atom belerang berikatan satu sama lain, mereka membentuk ikatan disulfida. Semakin banyak dan semakin kuat ikatan disulfida ini membengkok, semakin keriting pula rambut seseorang. Segala kondisi yang mampu mengubah bentuk folikel atau ikatan protein ini berpotensi mengubah tekstur rambut kamu.

Faktor Penyebab Rambut Lurus Menjadi Keriting

Perubahan rambut tidak terjadi dalam semalam. Biasanya, proses ini berlangsung secara bertahap selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Berikut adalah beberapa penyebab utama mengapa rambut lurus bisa berubah menjadi keriting:

1. Perubahan Hormon

Hormon adalah salah satu konduktor utama yang mengatur pertumbuhan dan siklus rambut. Fluktuasi hormon yang drastis dapat mengubah bentuk folikel rambut. Peristiwa kehidupan seperti pubertas, kehamilan, dan menopause menyebabkan pergeseran kadar estrogen, progesteron, dan androgen secara signifikan. Misalnya, selama pubertas, peningkatan hormon androgen dapat memicu aktivasi gen tertentu yang mengubah folikel bulat menjadi oval, membuat rambut tumbuh lebih kasar dan ikal.

Selain siklus kehidupan alami, gangguan keseimbangan hormon seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau masalah kelenjar tiroid juga memengaruhi tekstur rambut. Jika kamu mengalami rambut rontok, perubahan berat badan drastis, kelelahan, disertai perubahan tekstur rambut, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc guna mendeteksi ada tidaknya gangguan tiroid atau masalah hormonal serius lainnya.

2. Genetik dan Faktor Epigenetik

Meskipun gen menentukan jenis rambut dasar kita, ada fenomena yang disebut epigenetik. Gen-gen yang bertanggung jawab atas tekstur rambut keriting mungkin bersifat “dorman” atau tidak aktif saat kita lahir. Seiring bertambahnya usia, faktor lingkungan, stres, dan hormon dapat “menghidupkan” gen dorman ini. Inilah sebabnya mengapa seorang anak dengan rambut lurus bisa mendapati rambutnya mulai bergelombang di akhir masa remajanya.

3. Faktor Penuaan

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai penurunan fungsi seluler, termasuk pada kulit kepala dan folikel rambut. Produksi sebum (minyak alami yang melembapkan rambut) mulai menurun. Folikel rambut pun dapat mengecil atau melengkung sedikit akibat hilangnya kolagen dan elastisitas kulit kepala. Kombinasi dari kekeringan kronis dan perubahan struktur kulit kepala ini sering kali membuat rambut lansia atau orang dewasa paruh baya terlihat lebih ikal atau mengembang tidak beraturan.

4. Efek Samping Obat dan Tindakan Medis

Beberapa jenis obat-obatan memiliki efek samping langsung pada siklus dan struktur rambut. Fenomena yang paling terkenal adalah “Chemo Curls”, di mana pasien kanker yang menjalani kemoterapi kehilangan rambutnya, namun ketika tumbuh kembali, rambut tersebut tumbuh dengan tekstur keriting. Kemoterapi menargetkan sel yang membelah dengan cepat, termasuk sel folikel rambut. Saat folikel pulih, strukturnya sementara waktu bisa terdistorsi. Selain kemoterapi, penggunaan obat antidepresan tertentu, beta-blocker, dan retinoid dosis tinggi juga dikaitkan dengan perubahan tekstur rambut.

5. Kerusakan Akibat Suhu Panas dan Bahan Kimia

Terlalu sering mencatok, melakukan bleaching, atau pewarnaan rambut dengan bahan kimia keras dapat merusak ikatan disulfida di dalam korteks rambut. Ketika struktur internal rambut rusak dan kutikula terbuka lebar, rambut kehilangan kemampuannya untuk menahan kelembapan. Hal ini sering kali menghasilkan rambut yang sangat kering, mengembang, kasar (frizzy), yang kerap disalahartikan sebagai rambut keriting. Sebenarnya, ini adalah rambut rusak yang kehilangan integritas strukturnya.

Tanda Rambut Lurus Berubah Akibat Kerusakan, Bukan Genetik:
  1. Tekstur terasa sangat kering, rapuh, dan mudah patah saat disisir.
  2. Bentuk keriting tidak merata; biasanya bagian ujung rambut sangat kusut sementara bagian akar masih lurus.
  3. Rambut menjadi sangat mengembang saat udara lembap (frizzy) tanpa membentuk pola ikal yang jelas.
  4. Warna rambut tampak lebih kusam dan kehilangan kilau alaminya.

Cara Mengatasi dan Merawat Rambut yang Berubah Tekstur

Jika rambut lurusmu berubah menjadi keriting, kamu memiliki dua pilihan utama: mencoba mengembalikan kesehatannya agar jatuh lurus kembali (jika disebabkan oleh kerusakan), atau merangkul dan merawat tekstur ikal barunya agar tampak sehat (jika disebabkan oleh genetik/hormon). Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diterapkan:

1. Tingkatkan Hidrasi dan Kelembapan Rambut

Rambut keriting atau rambut yang rusak secara alami membutuhkan kelembapan yang jauh lebih banyak daripada rambut lurus. Minyak alami dari kulit kepala lebih sulit mengalir turun melalui helai rambut yang ikal. Gunakan sampo bebas sulfat (sulfate-free) agar kelembapan alami rambut tidak terkuras. Selain itu, wajib gunakan kondisioner setiap selesai keramas, dan lakukan masker rambut (deep conditioning) setidaknya 1-2 kali seminggu untuk memperbaiki lapisan kutikula.

2. Batasi Penggunaan Alat Penata Rambut Panas

Jika perubahan rambutmu disebabkan oleh kerusakan kimia atau panas, hentikan sementara penggunaan catokan, curling iron, dan hair dryer bersuhu tinggi. Biarkan rambut mengering secara alami (air-dry). Jika memang harus menggunakan alat pemanas, pastikan kamu mengaplikasikan heat protectant spray terlebih dahulu untuk melindungi ikatan protein rambut agar tidak semakin rusak dan “kering keriting”.

3. Penuhi Nutrisi dan Vitamin Rambut

Kesehatan folikel sangat bergantung pada asupan nutrisi dari dalam tubuh. Kekurangan zat besi, vitamin D, zinc, dan protein dapat memperburuk struktur rambut. Mengonsumsi suplemen biotin atau vitamin khusus rambut dapat sangat membantu. Sebagai solusi praktis dan efisien, kamu bisa langsung beli vitamin dan suplemen rambut di aplikasi Halodoc tanpa harus repot keluar rumah, sehingga nutrisi folikel rambut tetap terjamin setiap hari.

4. Potong Ujung Rambut Secara Berkala (Trimming)

Rambut yang terlanjur rusak parah di bagian ujungnya (bercabang dan keriting kering) tidak bisa diperbaiki sepenuhnya, meskipun menggunakan produk mahal. Solusi terbaik adalah memotong ujung rambut (trimming) setiap 6 hingga 8 minggu sekali. Hal ini mencegah kerusakan merambat naik ke batang rambut dan memberikan kesan rambut yang lebih sehat serta rapi.

5. Gunakan Sisir dan Teknik yang Tepat

Jangan pernah menyisir rambut ikal atau keriting saat dalam keadaan kering, karena ini akan merusak polanya dan membuatnya sangat mengembang. Sisirlah rambut saat sedang basah, idealnya saat mengaplikasikan kondisioner, menggunakan sisir bergigi jarang (wide-tooth comb). Keringkan rambut dengan handuk microfiber atau kaus katun bersih dengan cara ditepuk lembut, bukan digosok kasar, untuk mencegah gesekan penyebab rambut frizzy.

Studi Terkait Perubahan Tekstur Rambut

Journal of Investigative Dermatology menerbitkan studi komprehensif mengenai gen Trichohyalin (TCHH) dan reseptor hormon dalam folikel rambut. Studi tersebut menjelaskan bahwa sensitivitas folikel rambut terhadap fluktuasi androgen (seperti testosteron) dapat merombak arsitektur internal selubung folikel secara asimetris.

Penelitian ini membuktikan bahwa stres oksidatif serta transisi hormonal secara fisik mampu mengubah tingkat kelengkungan batang rambut sebelum rambut tersebut menembus lapisan luar kulit kepala. Hal ini menjawab secara biologis mengapa masa pubertas dan kehamilan sering menjadi pemicu utama perubahan bentuk dari rambut lurus ke keriting pada wanita.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2026. How to stop damaging your hair.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hair Loss and Hormone Changes.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. The biology and genetics of curly hair.
Journal of Investigative Dermatology. Diakses pada 2026. Epigenetic and Hormonal Regulation in Human Hair Follicles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hair loss: Symptoms and causes.

FAQ

1. Apakah rambut lurus yang berubah jadi keriting bisa kembali seperti semula?

Tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh kerusakan akibat panas atau bahan kimia, rambut bisa tumbuh lurus kembali setelah bagian yang rusak dipotong dan dirawat. Namun, jika perubahan disebabkan oleh genetik, hormon, atau penuaan, perubahan tersebut umumnya bersifat permanen.

2. Apa penyebab rambut lurus menjadi keriting secara tiba-tiba saat pubertas?

Saat pubertas, terjadi lonjakan produksi hormon seks (seperti androgen). Lonjakan ini menstimulasi kelenjar sebasea dan mengubah bentuk serta ukuran folikel rambut di kulit kepala, yang sering kali menghasilkan rambut lebih tebal, lebih kasar, dan keriting.

3. Apakah tingkat stres yang tinggi bisa memengaruhi tekstur rambut?

Ya. Stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut alami. Selain memicu kerontokan (Telogen Effluvium), folikel yang stres dan kekurangan nutrisi dapat menghasilkan helai rambut baru yang lebih lemah, bertekstur tidak rata, dan cenderung keriting.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki rambut yang rusak akibat catokan?

Perawatan rambut membutuhkan kesabaran. Memperbaiki hidrasi rambut bisa memakan waktu 1 hingga 3 bulan dengan rutinitas yang konsisten. Namun, untuk mengganti batang rambut yang benar-benar rusak dengan rambut baru yang sehat, bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga tahunan, tergantung kecepatan pertumbuhan rambut kamu (rata-rata 1-1,5 cm per bulan).

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang