Ad Placeholder Image

Penyebab Ruam pada Pipi Bayi dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Atasi Ruam pada Pipi Bayi dengan Langkah Mudah Ini

Penyebab Ruam pada Pipi Bayi dan Cara Tepat MengatasinyaPenyebab Ruam pada Pipi Bayi dan Cara Tepat Mengatasinya

Mengenal Ruam pada Pipi Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ruam pada pipi bayi adalah kondisi umum yang sering membuat orang tua khawatir. Kondisi ini sering disebut sebagai eksim susu karena sering timbul di sekitar mulut dan pipi bayi. Meskipun umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri, memahami penyebab dan cara perawatannya penting untuk kenyamanan si kecil.

Apa Itu Ruam pada Pipi Bayi?

Ruam pada pipi bayi adalah perubahan pada kulit di area pipi yang bisa ditandai dengan bercak kemerahan, kulit kering, terasa kasar, atau bahkan bersisik. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan. Kebanyakan kasus ruam pipi bayi bersifat ringan dan dapat membaik dengan perawatan sederhana.

Gejala Ruam pada Pipi Bayi

Gejala ruam pada pipi bayi dapat bervariasi tergantung penyebabnya. Tanda-tanda umum yang mungkin terlihat antara lain:

  • Kulit pipi tampak merah atau meradang.
  • Permukaan kulit terasa kering dan kasar saat disentuh.
  • Muncul bercak-bercak kecil atau bintik-bintik merah.
  • Pipi terlihat bersisik atau mengelupas.
  • Bayi mungkin menunjukkan rasa tidak nyaman, seperti rewel atau sering menggosok pipinya.

Dalam beberapa kasus, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus, ruam bisa disertai dengan demam, nafsu makan berkurang, atau perubahan perilaku bayi yang lebih rewel.

Penyebab Umum Ruam pada Pipi Bayi

Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya ruam pada pipi bayi. Memahami penyebabnya dapat membantu orang tua dalam memberikan penanganan yang tepat.

Ruam Susu (Eksim Susu)

Ini adalah penyebab paling umum dari ruam pada pipi bayi. Ruam susu terjadi karena kulit bayi yang sensitif terpapar kelembapan berlebih secara terus-menerus. Paparan ini bisa berasal dari sisa ASI atau susu formula yang menempel, air liur yang sering menetes saat bayi mengeksplorasi mulut, atau keringat.

Perlu dipahami bahwa ruam susu bukan disebabkan oleh ASI itu sendiri, melainkan karena kulit yang lembap terlalu lama. Kondisi ini menyebabkan kulit teriritasi dan memicu munculnya ruam.

Biang Keringat

Biang keringat atau miliaria juga dapat muncul di pipi bayi. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar keringat bayi tersumbat, biasanya karena cuaca panas atau bayi mengenakan pakaian terlalu tebal. Biang keringat terlihat seperti bintik-bintik merah kecil yang gatal.

Alergi

Kulit pipi bayi bisa merespons alergen tertentu, baik dari makanan yang dikonsumsi ibu (jika menyusui) atau bayi sendiri (jika sudah MPASI). Alergi juga bisa terjadi karena kontak langsung dengan bahan iritan, seperti sabun, deterjen, atau kain tertentu. Gejala alergi seringkali disertai gatal hebat.

Infeksi Virus

Beberapa infeksi virus dapat menyebabkan ruam pada pipi bayi. Contohnya adalah Slapped Cheek Syndrome (penyakit kelima) yang menyebabkan pipi tampak sangat merah seolah habis ditampar. Selain itu, campak juga bisa menimbulkan ruam merah yang menyebar, seringkali diawali di wajah. Jika ruam disertai demam tinggi atau bayi sangat rewel, infeksi virus mungkin menjadi penyebabnya.

Cara Mengatasi Ruam pada Pipi Bayi

Penanganan ruam pada pipi bayi berfokus pada menjaga kebersihan dan kelembapan kulit. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Bersihkan dengan Lembut: Setelah menyusui atau saat bayi ngiler, bersihkan area pipi dengan kain lembut yang dibasahi air hangat. Tepuk-tepuk perlahan hingga kering, jangan digosok.
  • Gunakan Pelembap Khusus Bayi: Oleskan pelembap hipoalergenik yang aman untuk bayi secara teratur, terutama setelah mandi dan membersihkan area pipi. Pelembap membantu menjaga hidrasi kulit dan membentuk lapisan pelindung.
  • Hindari Menggosok: Jangan menggosok area yang ruam karena dapat memperparah iritasi dan luka.
  • Pastikan Kulit Tetap Kering: Usahakan pipi bayi tidak lembap terlalu lama. Ganti alas tidur atau pakaian yang basah terkena liur atau keringat.
  • Perhatikan Pakaian: Pakaikan bayi pakaian yang longgar dan berbahan katun agar kulit bisa bernapas dan tidak kepanasan.

Pencegahan Ruam pada Pipi Bayi

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan orang tua antara lain:

  • Jaga kebersihan area mulut dan pipi bayi secara rutin.
  • Gunakan sabun dan sampo khusus bayi yang lembut dan bebas pewangi.
  • Hindari produk perawatan kulit yang mengandung alkohol atau bahan kimia keras.
  • Pastikan bayi tidak terlalu kepanasan untuk mencegah biang keringat.
  • Jika ada riwayat alergi dalam keluarga, perhatikan makanan yang dikonsumsi ibu menyusui atau yang diberikan kepada bayi.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar ruam pipi bayi tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Ruam tidak membaik atau justru memburuk setelah beberapa hari perawatan di rumah.
  • Ruam terlihat sangat parah, melepuh, mengeluarkan nanah, atau berdarah.
  • Bayi tampak sangat kesakitan, rewel yang tidak biasa, atau sulit tidur.
  • Ruam disertai demam tinggi, penurunan nafsu makan, atau gejala infeksi lainnya.
  • Pipi bayi membengkak atau sangat merah dan hangat saat disentuh.

Orang tua dapat menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat mengenai kondisi ruam pada pipi bayi. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab pasti dan merekomendasikan penanganan yang sesuai, termasuk obat-obatan jika diperlukan.