Ad Placeholder Image

Penyebab Sering Sariawan dan Cara Mencegahnya agar Tak Kambuh Lagi

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   29 Oktober 2025

Penyebab sering sariawan beragam, mulai dari kekurangan vitamin hingga stres.

Penyebab Sering Sariawan dan Cara Mencegahnya agar Tak Kambuh LagiPenyebab Sering Sariawan dan Cara Mencegahnya agar Tak Kambuh Lagi

DAFTAR ISI


Hampir semua orang pernah mengalami sariawan. Tapi kalau sariawan muncul terlalu sering, kamu perlu waspada karena itu bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

Penyebab sering sariawan tidak selalu sederhana, bisa karena kekurangan nutrisi, sistem imun yang lemah, hingga stres kronis.

Sariawan memang terlihat sepele, tapi bisa mengganggu makan, bicara, dan kualitas hidup. Kalau kamu sering mengalaminya, penting untuk memahami penyebabnya agar bisa mencegahnya sejak dini.

Apa Itu Sariawan dan Bagaimana Terjadinya?

Secara medis, sariawan disebut stomatitis aftosa, yaitu luka kecil berwarna putih atau kekuningan yang muncul di mulut. Sariawan biasanya terjadi di bagian dalam pipi, bibir, atau lidah.

Luka ini bukan akibat infeksi bakteri atau virus, melainkan peradangan akibat reaksi tubuh terhadap berbagai faktor pemicu.

Sariawan umumnya muncul karena gangguan pada sistem imun yang menyerang jaringan mulut sendiri (reaksi autoimun ringan). Akibatnya, jaringan mukosa mulut rusak dan terbentuklah luka yang terasa perih.

Sariawan bisa muncul sekali-sekali atau berulang kali. Kalau kamu sering mengalaminya, berarti ada faktor penyebab yang perlu diatasi.

Apa Saja Penyebab Sering Sariawan?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sariawan muncul berulang. Berikut beberapa penyebab sering sariawan yang paling umum:

1. Kekurangan Nutrisi

Salah satu penyebab sering sariawan adalah defisiensi vitamin dan mineral, terutama:

  • Vitamin B kompleks (B2, B3, B6, dan B12)
  • Zat besi dan asam folat
  • Zinc (seng)

Kekurangan zat-zat ini bisa membuat lapisan mulut mudah rusak dan memperlambat proses penyembuhan luka.

2. Luka di Rongga Mulut

Gigi tajam, kawat gigi, atau tergigit saat makan bisa melukai bagian dalam mulut. Luka kecil ini dapat memicu sariawan, terutama jika kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik.

3. Stres dan Kurang Tidur

Stres emosional terbukti bisa memengaruhi sistem imun, sehingga peradangan seperti sariawan lebih mudah muncul. Kurang tidur juga memberi efek serupa.

4. Perubahan Hormon

Bagi perempuan, perubahan hormon menjelang menstruasi atau kehamilan dapat memicu sariawan. Hal ini disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron yang memengaruhi kesehatan jaringan mulut.

5. Alergi atau Sensitivitas terhadap Makanan

Beberapa orang memiliki reaksi sensitif terhadap makanan tertentu, seperti kacang, cokelat, keju, tomat, atau makanan asam dan pedas. Reaksi ini bisa menimbulkan sariawan berulang.

Pahami lebih dalam seputar Penyakit Alergi – Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatannya agar kamu semakin waspada.

6. Penurunan Daya Tahan Tubuh

Kondisi medis tertentu yang menurunkan sistem imun, misalnya HIV/AIDS, penyakit autoimun, atau efek kemoterapi, semuanya dapat menyebabkan sariawan muncul lebih sering dan sulit sembuh.

7. Penggunaan Pasta Gigi dengan SLS (Sodium Lauryl Sulfate)

Beberapa pasta gigi mengandung SLS, bahan yang bisa membuat lapisan dalam mulut kering dan mudah iritasi. Penggunaan jangka panjang dapat memicu sariawan kambuh berulang.

8. Efek Samping Obat

Beberapa obat seperti beta blocker, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan obat kemoterapi dapat menimbulkan efek sariawan pada sebagian pengguna.

Dengan memahami penyebab-penyebab ini, kamu bisa mencari solusi yang lebih tepat untuk mengurangi frekuensi sariawan.

Kapan Sariawan Disebut Berulang atau Kronis?

Sariawan biasa akan sembuh dalam waktu 7–14 hari tanpa meninggalkan bekas. Namun, jika sariawan muncul lebih dari tiga kali dalam tiga bulan, atau tidak kunjung sembuh setelah dua minggu, bisa jadi kamu mengalami stomatitis aftosa rekuren.

Kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut karena bisa jadi gejala dari penyakit lain, seperti:

  • Gangguan pencernaan (misalnya penyakit celiac atau Crohn).
  • Gangguan imun.
  • Kekurangan nutrisi kronis.
  • Reaksi terhadap obat tertentu.

Jangan sepelekan sariawan yang tidak kunjung hilang. Jika luka terasa sangat nyeri, berdarah, atau disertai demam, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mengalami sariawan berulang? Nah, berikut ini Daftar Dokter Gigi yang Bisa Bantu Atasi Gangguan Kesehatan Mulut.

Cara Mencegah Sariawan agar Tidak Sering Kambuh

Kabar baiknya, kamu bisa mencegah sariawan agar tidak terus berulang dengan beberapa kebiasaan sederhana. Berikut cara mencegah penyebab sering sariawan agar tidak kambuh lagi:

1. Jaga Pola Makan Seimbang

Konsumsi makanan kaya vitamin B kompleks, zat besi, dan zinc seperti sayuran hijau, daging tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Jika perlu, kamu bisa mengonsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

2. Hindari Makanan Pemicu

Catat makanan yang sering menyebabkan sariawan, seperti makanan pedas, asam, atau berminyak, lalu batasi konsumsinya.

3. Kelola Stres

Lakukan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau sekadar tidur cukup. Tubuh yang tenang membantu sistem imun bekerja lebih baik.

4. Gunakan Pasta Gigi Tanpa SLS

Pilih pasta gigi yang lembut di mulut, bebas alkohol, dan tidak mengandung bahan iritan seperti Sodium Lauryl Sulfate.

5. Hindari Luka di Mulut

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan berhati-hatilah saat makan agar tidak tergigit. Jika memakai behel, mintalah pelindung kawat ke dokter gigi.

6. Perbanyak Minum Air

Mulut yang kering mudah iritasi. Minum air cukup setiap hari bisa menjaga kelembapan rongga mulut dan membantu penyembuhan luka lebih cepat.

7. Rutin Periksa ke Dokter

Jika sariawan sering muncul, konsultasi dengan dokter penting untuk menemukan penyebab dasarnya. Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan darah atau pemberian obat topikal yang tepat.

Simak informasi lebih lanjut mengenai Sariawan – Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya di sini.

Kesimpulan

Singkatnya, penyebab sering sariawan bisa berasal dari kekurangan nutrisi, stres, perubahan hormon, hingga gangguan sistem imun.

Meski tampak ringan, sariawan berulang sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Kamu bisa mencegahnya dengan menjaga pola makan, mengelola stres, dan rutin menjaga kebersihan mulut.

Kalau sariawan tak kunjung sembuh atau sering kambuh, jangan ragu untuk bicara dengan dokter spesialis gigi melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Canker Sores: Symptoms and Causes.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2025. How should I treat canker sores?
WebMD. Diakses pada 2025. Canker Sores (Aphthous Ulcers): Causes and Treatments.
National Health Service UK. Diakses pada 2025. Mouth Ulcers.
Healthline. Diakses pada 2025. Canker Sore: Treatments, Causes, and Symptoms.