Ad Placeholder Image

Penyebab Setiap Sore Badan Meriang dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 April 2026

Setiap Sore Badan Meriang? Kenali Penyebab dan Solusinya

Penyebab Setiap Sore Badan Meriang dan Cara MengatasinyaPenyebab Setiap Sore Badan Meriang dan Cara Mengatasinya

Memahami Kondisi Setiap Sore Badan Meriang dalam Dunia Medis

Kondisi setiap sore badan meriang sering kali menjadi keluhan yang mengganggu produktivitas di penghujung hari. Meriang merupakan sensasi tidak nyaman yang melibatkan perasaan dingin, menggigil, hingga rasa pegal di seluruh tubuh tanpa selalu disertai dengan demam tinggi. Fenomena ini sering berkaitan dengan respons imun tubuh terhadap berbagai faktor internal maupun eksternal yang terjadi selama seharian penuh.

Secara biologis, suhu tubuh manusia mengalami fluktuasi sepanjang 24 jam yang diatur oleh ritme sirkadian. Biasanya, suhu tubuh mencapai titik terendah pada dini hari dan mencapai puncaknya pada sore menjelang malam hari. Namun, jika sensasi meriang terasa berlebihan atau terjadi secara konsisten setiap hari, hal tersebut mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Faktor Penyebab Umum Munculnya Meriang di Sore Hari

Ada berbagai faktor harian yang dapat memicu sensasi setiap sore badan meriang. Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah kelelahan fisik atau fatique setelah menjalani aktivitas yang intens. Kelelahan yang ekstrem membuat sistem saraf otonom bekerja lebih keras untuk mengatur suhu tubuh, sehingga muncul sensasi meriang sebagai tanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat total.

Selain faktor fisik, terdapat beberapa pemicu umum lainnya yang perlu diidentifikasi melalui pengamatan mandiri, antara lain:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan: Ketidakseimbangan elektrolit dan cairan dalam sel tubuh dapat mengganggu pusat pengatur suhu di otak, sehingga tubuh terasa meriang dan lemas.
  • Stres dan kurang tidur: Tekanan mental yang berkepanjangan serta durasi istirahat yang tidak mencukupi dapat melemahkan daya tahan tubuh, membuat seseorang lebih sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan.
  • Paparan suhu ekstrem: Perubahan cuaca yang drastis atau perpindahan dari ruangan berpendingin udara ke luar ruangan yang panas secara tiba-tiba memaksa tubuh beradaptasi dengan cepat, yang sering kali memicu reaksi menggigil.

Kemungkinan Infeksi Virus dan Bakteri yang Menyebabkan Meriang

Apabila gejala setiap sore badan meriang menetap selama beberapa hari, kemungkinan adanya infeksi perlu dipertimbangkan. Beberapa jenis penyakit memiliki karakteristik gejala yang memburuk pada sore atau malam hari. Salah satu contoh yang paling klasik adalah demam tifoid atau tifus. Infeksi bakteri Salmonella typhi ini ditandai dengan pola demam yang meningkat secara bertahap setiap sore hari dan mereda di pagi hari.

Selain tifus, infeksi saluran pernapasan seperti Influenza (flu) juga sering kali diawali dengan gejala meriang yang disertai nyeri sendi dan tenggorokan. Infeksi Saluran Kemih (ISK) juga dapat memberikan gejala sistemik berupa meriang jika infeksi telah menyebar ke ginjal atau memicu reaksi peradangan luas. Penyakit lain yang ditularkan melalui vektor seperti malaria atau chikungunya juga memiliki pola demam dan meriang yang khas dan memerlukan pemeriksaan darah di laboratorium untuk diagnosa pasti.

Masalah Medis Kronis dan Gangguan Hormonal

Setiap sore badan meriang tidak hanya disebabkan oleh infeksi, tetapi juga bisa merujuk pada gangguan fungsi organ. Masalah pada kelenjar tiroid, baik itu hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) maupun hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), sangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuh dan pengaturan suhu. Penderita gangguan tiroid sering kali merasa sangat sensitif terhadap suhu dingin atau merasa tidak enak badan pada waktu-waktu tertentu.

Kekurangan nutrisi spesifik, seperti defisiensi Vitamin D dan zat besi, juga berperan dalam menurunkan ambang batas toleransi tubuh terhadap rasa sakit dan dingin. Dalam kasus yang lebih serius, kondisi autoimun atau peradangan kronis di dalam tubuh dapat menyebabkan sistem imun terus berada dalam posisi aktif, sehingga memunculkan efek samping berupa meriang yang berulang setiap sore hari.

Langkah Penanganan Awal dan Penggunaan Obat yang Tepat

Untuk meredakan keluhan setiap sore badan meriang, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memberikan waktu bagi tubuh untuk melakukan pemulihan secara alami. Memastikan tidur malam yang berkualitas selama 7 hingga 9 jam dan menjaga asupan air putih minimal 2 liter sehari sangat membantu dalam menstabilkan suhu tubuh. Konsumsi makanan yang kaya akan mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga mendukung penguatan sistem imun.

Apabila meriang mulai disertai dengan kenaikan suhu tubuh atau rasa nyeri yang tidak tertahankan, penggunaan obat penurun panas dan pereda nyeri dapat menjadi solusi sementara yang efektif.

Kapan Harus Melakukan Konsultasi ke Dokter Melalui Halodoc?

Meskipun sering kali dianggap ringan, kondisi setiap sore badan meriang yang berlangsung lebih dari tiga hari berturut-turut merupakan sinyal bahwa tubuh memerlukan pemeriksaan lebih mendalam. Jika gejala meriang diikuti dengan tanda-tanda bahaya seperti sesak napas, penurunan kesadaran, nyeri perut hebat, atau muntah terus-menerus, maka tindakan medis segera adalah kewajiban yang tidak boleh ditunda.

Pemeriksaan klinis oleh dokter di Halodoc dapat membantu menentukan apakah gejala tersebut memerlukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah rutin, tes fungsi tiroid, atau pengecekan infeksi spesifik. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius dan mempercepat proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh. Jangan ragu untuk mencatat setiap gejala tambahan yang muncul agar dokter dapat memberikan diagnosa yang lebih akurat saat melakukan konsultasi medis secara daring maupun luring.

Kesimpulan Rekomendasi Medis Praktis

Mengatasi kondisi setiap sore badan meriang memerlukan pendekatan holistik, mulai dari perbaikan gaya hidup, manajemen stres, hingga pemenuhan nutrisi yang tepat. Tetap waspada terhadap durasi munculnya gejala dan segera hubungi tenaga medis melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran kesehatan yang berbasis bukti ilmiah dan penanganan yang profesional.