Ad Placeholder Image

Penyebab Telinga Berdenging: Bukan Cuma Suara Keras

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Telinga Berdenging, Apa Penyebabnya Sebenarnya?

Penyebab Telinga Berdenging: Bukan Cuma Suara KerasPenyebab Telinga Berdenging: Bukan Cuma Suara Keras

Apa Penyebab Telinga Berdenging (Tinnitus)? Kenali Faktor Pemicunya

Telinga berdenging atau tinnitus adalah kondisi umum yang seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Sensasi suara berdenging, mendesis, atau menderu yang terdengar dari dalam telinga dan tidak berasal dari sumber eksternal dapat bervariasi intensitasnya. Penyebab telinga berdenging sangat beragam, mulai dari faktor umum yang dapat diatasi hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat.

Mengenal Tinnitus: Suara di Dalam Telinga

Tinnitus adalah persepsi suara tanpa adanya sumber suara eksternal. Seseorang mungkin merasakan suara berdenging, mendesis, berdetak, atau menderu di salah satu atau kedua telinga. Tinnitus bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya.

Ada dua jenis utama tinnitus: tinnitus subjektif, yang hanya dapat didengar oleh penderita, dan tinnitus objektif, yang sangat jarang terjadi dan dapat didengar oleh dokter saat pemeriksaan. Sebagian besar kasus tinnitus bersifat subjektif dan seringkali terkait dengan masalah pada sistem pendengaran.

Gejala Telinga Berdenging

Gejala utama tinnitus adalah mendengar suara di telinga ketika tidak ada sumber suara eksternal. Suara yang dipersepsikan dapat bervariasi, meliputi dengungan, desisan, raungan, klik, atau siulan. Intensitas suara dapat bersifat konstan atau intermiten, dan mungkin terasa lebih jelas saat lingkungan sepi.

Selain suara, tinnitus juga dapat disertai dengan gejala lain seperti gangguan tidur, kesulitan konsentrasi, kecemasan, dan depresi. Tingkat keparahan gejala ini bergantung pada individu dan dampak tinnitus terhadap kualitas hidupnya.

Penyebab Telinga Berdenging

Penyebab telinga berdenging atau tinnitus sangat beragam, mulai dari yang umum hingga kondisi medis tertentu. Secara umum, kondisi ini terjadi ketika ada kerusakan pada sel-sel pendengaran atau saraf terkait, sehingga otak ‘mendengar’ suara padahal tidak ada.

Penyebab Umum Tinnitus

Beberapa faktor umum yang sering memicu telinga berdenging meliputi:

  • Paparan Suara Keras: Paparan suara yang terlalu bising atau keras secara terus-menerus dapat merusak sel rambut halus (koklea) di telinga bagian dalam. Kerusakan ini mengganggu transmisi sinyal suara ke otak. Contohnya terjadi pada musisi, pekerja konstruksi, atau individu yang sering menggunakan alat pendengar pribadi dengan volume tinggi.
  • Penumpukan Kotoran Telinga: Kotoran telinga atau serumen yang menumpuk dan mengeras dapat menghalangi saluran telinga. Ini dapat menyebabkan tekanan pada gendang telinga atau mengganggu vibrasi suara, memicu sensasi berdenging.
  • Infeksi Telinga: Infeksi pada telinga tengah (otitis media) atau telinga luar dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini dapat mempengaruhi fungsi pendengaran dan memicu tinnitus sementara.
  • Perubahan Tulang Telinga: Pengerasan tulang-tulang kecil di telinga tengah (otosklerosis) dapat membatasi kemampuan telinga untuk menghantarkan suara. Ini seringkali menyebabkan gangguan pendengaran dan tinnitus.
  • Efek Samping Obat: Beberapa jenis obat memiliki efek samping ototoksik, yaitu dapat merusak telinga. Contoh obat yang berpotensi menyebabkan tinnitus meliputi aspirin dosis tinggi, beberapa antibiotik, antidepresan, dan obat diuretik tertentu.
  • Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ): Masalah pada sendi yang menghubungkan rahang atas dan bawah dapat memicu tinnitus. Hal ini karena otot dan saraf di area rahang dekat dengan telinga.

Kondisi Medis Tertentu

Selain penyebab umum, tinnitus juga bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis yang lebih serius:

  • Penyakit Meniere: Gangguan telinga bagian dalam ini ditandai dengan kombinasi gejala berupa vertigo, gangguan pendengaran, rasa penuh di telinga, dan tinnitus. Penyebabnya adalah penumpukan cairan abnormal di telinga dalam.
  • Masalah Pembuluh Darah: Kondisi seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), hipertensi (tekanan darah tinggi), atau tumor vaskular di dekat telinga dapat mengubah aliran darah. Ini menyebabkan tinnitus pulsatile, yaitu suara berdenging yang berdenyut seirama detak jantung.
  • Cedera Kepala atau Leher: Trauma atau cedera pada kepala atau leher dapat memengaruhi saraf pendengaran, aliran darah, atau struktur telinga. Akibatnya, sinyal suara yang dikirim ke otak terganggu, menimbulkan tinnitus.
  • Neuroma Akustik: Ini adalah tumor non-kanker yang tumbuh pada saraf kranial yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran dari otak ke telinga bagian dalam. Tumor ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran, pusing, dan tinnitus pada satu sisi.
  • Penuaan: Seiring bertambahnya usia, sel-sel rambut halus di koklea secara alami dapat mengalami kerusakan. Kondisi ini, dikenal sebagai presbikusis atau gangguan pendengaran terkait usia, sering disertai dengan tinnitus.

Pengobatan Telinga Berdenging

Pengobatan tinnitus umumnya berfokus pada penanganan penyebab yang mendasari. Jika tinnitus disebabkan oleh kondisi yang dapat diobati, seperti penumpukan kotoran telinga atau infeksi, gejalanya mungkin akan mereda setelah penyebabnya diatasi.

Untuk tinnitus yang tidak memiliki penyebab spesifik yang dapat disembuhkan, terapi dapat membantu mengelola gejalanya. Beberapa opsi meliputi terapi suara (menggunakan suara latar untuk menutupi dengungan), terapi perilaku kognitif (CBT) untuk membantu penderita mengatasi stres dan kecemasan terkait tinnitus, serta terapi retraining tinnitus (TRT) yang melatih otak untuk mengabaikan suara tinnitus.

Pencegahan Tinnitus

Meskipun tidak semua kasus tinnitus dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko atau keparahannya:

  • Lindungi Telinga dari Suara Keras: Gunakan pelindung telinga seperti penutup telinga atau penyumbat telinga saat berada di lingkungan bising. Hindari mendengarkan musik dengan volume terlalu tinggi melalui earphone atau headphone dalam waktu lama.
  • Jaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah: Kelola tekanan darah dan kolesterol dengan baik melalui diet sehat dan olahraga teratur. Ini membantu menjaga aliran darah yang sehat ke telinga.
  • Hindari Stres Berlebihan: Stres dapat memperburuk tinnitus. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengelola stres.
  • Batasi Konsumsi Kafein dan Nikotin: Stimulan ini dapat memengaruhi aliran darah dan saraf, yang berpotensi memperburuk tinnitus pada beberapa individu.
  • Periksakan Telinga Secara Rutin: Pemeriksaan telinga secara teratur dapat membantu mendeteksi penumpukan kotoran telinga atau masalah lain lebih awal.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Telinga berdenging atau tinnitus adalah gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari paparan suara keras, penumpukan kotoran telinga, hingga kondisi medis tertentu seperti penyakit Meniere dan masalah pembuluh darah. Penting untuk tidak mengabaikan gejala tinnitus, terutama jika disertai dengan gangguan pendengaran, pusing, atau semakin memburuk.

Apabila mengalami telinga berdenging yang persistent atau mengganggu, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter THT terdekat dan membuat janji temu untuk pemeriksaan lebih lanjut.