Ad Placeholder Image

Penyebab Telinga Sakit Sebelah Kiri, Jangan Anggap Remeh!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Telinga Kiri Sakit: Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

Penyebab Telinga Sakit Sebelah Kiri, Jangan Anggap Remeh!Penyebab Telinga Sakit Sebelah Kiri, Jangan Anggap Remeh!

Mengenal Penyebab Telinga Sakit Sebelah Kiri dan Cara Mengatasinya

Telinga sakit sebelah kiri merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri ini bisa bervariasi dari ringan hingga hebat, sering disertai sensasi penuh, berdenyut, atau bahkan keluarnya cairan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan hingga masalah yang lebih kompleks pada area telinga atau sekitarnya. Memahami penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat dan efektif.

Berikut adalah penjelasan detail mengenai berbagai faktor yang dapat menyebabkan rasa sakit pada telinga bagian kiri.

Gejala Umum Telinga Sakit Sebelah Kiri

Selain rasa nyeri itu sendiri, telinga sakit sebelah kiri seringkali disertai dengan beberapa gejala lain. Gejala-gejala ini dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab yang mendasari. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Rasa penuh atau tersumbat di telinga.
  • Nyeri berdenyut atau menusuk.
  • Penurunan pendengaran.
  • Keluarnya cairan bening, nanah, atau darah dari telinga.
  • Demam.
  • Gatal pada liang telinga.
  • Nyeri saat mengunyah atau menggerakkan rahang.

Penyebab Telinga Sakit Sebelah Kiri

Rasa sakit pada telinga kiri dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang memengaruhi struktur telinga maupun area di sekitarnya. Beberapa penyebab umum yang sering terjadi antara lain:

Infeksi Telinga Luar (Otitis Eksterna)

Otitis eksterna adalah peradangan atau infeksi pada liang telinga, yang sering disebut sebagai ” swimmer’s ear ” karena kerap dipicu oleh paparan air. Gejala utamanya adalah nyeri yang meningkat saat daun telinga ditarik atau ditekan, disertai gatal, kemerahan, dan terkadang keluarnya cairan.

Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)

Otitis media adalah infeksi pada ruang di belakang gendang telinga. Kondisi ini umum terjadi setelah flu, batuk, atau pilek, akibat penyumbatan saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung. Nyeri hebat di bagian dalam telinga, sensasi penuh, dan penurunan pendengaran adalah gejala khasnya. Pada kasus yang parah, gendang telinga bisa pecah dan mengeluarkan nanah atau darah.

Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen Prop)

Kotoran telinga, atau serumen, secara alami berfungsi melindungi telinga. Namun, penumpukan serumen yang mengeras dan menyumbat liang telinga dapat menyebabkan rasa penuh, nyeri, gatal, dan gangguan pendengaran. Kondisi ini seringkali diperparah oleh kebiasaan membersihkan telinga yang tidak tepat, seperti menggunakan cotton bud yang justru mendorong kotoran lebih dalam.

Trauma Telinga

Telinga sangat sensitif dan rentan terhadap trauma fisik. Penyebab trauma bisa beragam, termasuk mengorek telinga terlalu dalam dengan benda tajam, penggunaan earphone atau headphone yang terlalu lama dan keras, atau kemasukan benda asing. Trauma dapat menyebabkan iritasi, luka, hingga kerusakan pada gendang telinga, yang berujung pada rasa sakit.

Gangguan Sendi Rahang (Temporomandibular Joint Disorder/TMJ)

Sendi temporomandibular (TMJ) menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Gangguan pada sendi ini dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke telinga, wajah, dan leher. Rasa sakit biasanya terasa saat mengunyah, berbicara, atau membuka mulut lebar-lebar, dan seringkali disalahartikan sebagai sakit telinga.

Masalah Lain yang Terkait

Terkadang, nyeri pada telinga kiri bukan berasal dari telinga itu sendiri, melainkan merupakan nyeri rujukan dari area lain. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri telinga rujukan meliputi:

  • Infeksi gigi atau abses pada gigi geraham kiri.
  • Sinusitis, peradangan pada rongga sinus.
  • Migrain atau sakit kepala tegang.
  • Infeksi pada tulang mastoid (mastoiditis), yang merupakan tulang di belakang telinga.
  • Sakit tenggorokan atau amandel.

Penanganan Mandiri untuk Meredakan Sakit Telinga Kiri

Apabila rasa sakit telinga kiri masih tergolong ringan dan tidak disertai gejala serius, beberapa langkah penanganan mandiri dapat membantu meredakannya:

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis anjuran.
  • Melakukan kompres hangat pada bagian luar telinga yang sakit untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Menghindari mengorek telinga atau memasukkan air/cairan apapun ke dalam telinga, karena dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan infeksi.
  • Istirahat yang cukup dan menjaga hidrasi tubuh.

Kapan Harus ke Dokter THT?

Meskipun penanganan mandiri dapat membantu meredakan gejala, beberapa kondisi memerlukan perhatian medis segera. Segera konsultasikan ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) apabila mengalami salah satu gejala berikut:

  • Nyeri telinga yang sangat hebat dan tidak membaik dengan obat pereda nyeri.
  • Keluarnya nanah, darah, atau cairan kental dari telinga.
  • Penurunan pendengaran yang signifikan atau tiba-tiba.
  • Demam tinggi yang menyertai sakit telinga.
  • Nyeri telinga disertai pusing, vertigo, atau mual.
  • Gejala sakit telinga yang berlangsung lebih dari 2-3 hari.

Pemeriksaan oleh dokter THT penting untuk mendiagnosis penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang sesuai, sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Sakit telinga kiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi umum hingga masalah pada sendi rahang. Memahami penyebab dan gejala yang menyertainya sangat membantu dalam menentukan langkah penanganan awal. Meskipun beberapa kasus dapat diatasi dengan perawatan mandiri, penting untuk tidak menunda kunjungan ke dokter jika nyeri terasa parah, disertai keluarnya cairan, atau penurunan pendengaran.

Untuk diagnosis akurat dan rencana perawatan yang tepat, konsultasikan kondisi telinga yang sakit ke dokter spesialis THT. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter THT terdekat dan membuat janji temu guna mendapatkan penanganan medis yang optimal.