Ad Placeholder Image

Penyebab Varikokel pada Pria: Kok Bisa, Ya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Ini Lho Penyebab Varikokel pada Pria, Wajib Tahu!

Penyebab Varikokel pada Pria: Kok Bisa, Ya?Penyebab Varikokel pada Pria: Kok Bisa, Ya?

Apa Saja Penyebab Varikokel pada Pria? Pahami Mekanisme dan Faktor Risikonya

Varikokel adalah kondisi pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum, yaitu kantung kulit yang berisi testis. Kondisi ini sering digambarkan mirip dengan varises yang terjadi pada kaki, namun letaknya di area kelamin pria. Pemahaman mengenai penyebab varikokel pada pria sangat penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas sperma dan kesuburan, meskipun tidak semua pria dengan varikokel mengalami masalah kesuburan. Biasanya, varikokel berkembang secara perlahan dan lebih sering ditemukan pada sisi kiri skrotum.

Definisi Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan vena di kantung buah zakar (skrotum) yang mengalirkan darah dari testis. Pembuluh darah ini disebut pleksus pampiniformis. Varikokel terjadi ketika katup dalam vena tersebut gagal berfungsi dengan baik, menyebabkan darah menumpuk dan vena melebar.

Kondisi ini merupakan penyebab umum penurunan produksi sperma dan kualitas sperma, yang pada akhirnya dapat memicu infertilitas pria. Tidak semua varikokel menimbulkan gejala, dan banyak yang tidak memerlukan pengobatan.

Gejala Varikokel

Seringkali, varikokel tidak menimbulkan gejala yang mencolok. Namun, beberapa pria mungkin merasakan keluhan tertentu yang bervariasi. Gejala dapat berupa rasa nyeri tumpul atau tidak nyaman di area skrotum, yang mungkin memburuk setelah berdiri lama atau aktivitas fisik.

Pembengkakan pada skrotum juga bisa terasa, seringkali digambarkan seperti “kantong cacing” yang terasa di atas testis. Ukuran testis pada sisi yang terkena varikokel bisa terlihat lebih kecil. Dalam beberapa kasus, varikokel baru terdeteksi saat pria menjalani pemeriksaan kesuburan.

Penyebab Varikokel pada Pria

Penyebab utama varikokel adalah gangguan fungsi katup satu arah pada pembuluh darah vena di skrotum. Katup ini seharusnya membantu darah mengalir melawan gravitasi kembali ke jantung. Ketika katup ini rusak atau lemah, darah tidak dapat mengalir dengan efisien dan justru menumpuk.

Penumpukan darah ini menyebabkan pembuluh darah vena melebar dan membengkak, mirip dengan bagaimana varises terjadi pada kaki. Mekanisme inilah yang menjadi dasar terbentuknya varikokel.

Mekanisme Terjadinya Varikokel

Pembuluh darah vena pada testis, yang dikenal sebagai vena spermatika interna, memiliki katup-katup kecil di dalamnya. Katup ini berfungsi sebagai pintu satu arah yang mencegah darah mengalir kembali ke testis.

Pada kondisi varikokel, katup-katup ini tidak dapat menutup sempurna. Akibatnya, darah dari testis mengalir kembali (refluks) dan menggenang di pembuluh darah vena tersebut. Penumpukan darah ini meningkatkan tekanan di dalam vena, menyebabkan pelebaran dan pembengkakan yang terlihat dan teraba.

Faktor Risiko dan Penyebab Lainnya

Penyebab pasti mengapa katup satu arah ini menjadi rusak atau melemah belum sepenuhnya diketahui. Namun, ada beberapa faktor risiko yang diyakini berkontribusi terhadap kondisi ini:

  • Struktur Vena pada Sisi Kiri: Sekitar 85-95% kasus varikokel terjadi pada testis kiri. Hal ini karena vena spermatika interna kiri memiliki jalur yang lebih panjang dan mengalirkan darah ke vena ginjal kiri pada sudut yang lebih tegak. Struktur ini membuat katup di sisi kiri lebih rentan terhadap tekanan dan kegagalan fungsi.
  • Perbedaan Tekanan: Adanya perbedaan tekanan di sistem vena juga dipercaya berperan. Tekanan yang lebih tinggi di vena ginjal kiri dapat mempengaruhi aliran darah dari vena spermatika kiri.
  • Penyumbatan Vena: Dalam kasus yang sangat jarang, varikokel dapat disebabkan oleh penyumbatan vena di area perut. Penyumbatan ini bisa akibat tumor di perut, terutama tumor ginjal, yang menekan pembuluh darah vena spermatika interna. Tekanan eksternal ini menghambat aliran darah, menyebabkan darah menumpuk di bawah titik penyumbatan.
  • Usia: Varikokel cenderung berkembang selama masa pubertas dan lebih sering ditemukan pada pria muda.

Pengobatan Varikokel

Tidak semua varikokel memerlukan pengobatan. Penanganan umumnya diperlukan jika varikokel menyebabkan nyeri persisten, ukuran testis yang mengecil (atrofi), atau masalah kesuburan. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Observasi: Untuk varikokel yang tidak menimbulkan gejala atau masalah.
  • Embolisasi: Prosedur non-bedah minimal invasif untuk menutup vena yang rusak.
  • Pembedahan (Varicocelectomy): Melibatkan pengikatan atau pemotongan vena yang melebar untuk mengarahkan aliran darah ke vena yang sehat.

Keputusan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi individual dan tingkat keparahan varikokel yang dialami.

Pencegahan Varikokel

Karena penyebab pasti kerusakan katup vena belum diketahui, tidak ada cara spesifik untuk mencegah varikokel. Namun, menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dan gaya hidup sehat dapat mendukung fungsi pembuluh darah yang baik.

Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, terutama bagi pria yang merencanakan kehamilan dan mengalami kesulitan, dapat membantu mengelola kondisi ini lebih awal.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika merasakan nyeri pada skrotum, merasakan adanya benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa, atau mengalami kesulitan memiliki keturunan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis urologi untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi medis yang akurat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti USG skrotum untuk menegakkan diagnosis varikokel.