Ad Placeholder Image

Penyebab Varikokel: Simpelnya Begini Lho!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Penyebab Varikokel: Katup Vena Biang Keladinya

Penyebab Varikokel: Simpelnya Begini Lho!Penyebab Varikokel: Simpelnya Begini Lho!

Mengenal Varikokel dan Penyebab Utamanya

Varikokel adalah kondisi pembengkakan pembuluh darah vena di dalam skrotum atau kantung zakar, mirip dengan varises yang terjadi pada kaki. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri, bahkan memengaruhi kesuburan pria. Memahami penyebab varikokel menjadi kunci untuk penanganan yang tepat dan efektif.

Apa Itu Varikokel?

Varikokel terjadi ketika vena-vena di dalam skrotum, yang disebut pleksus pampiniformis, membengkak dan melebar. Pembuluh darah ini berfungsi mengalirkan darah dari testis kembali ke jantung. Ketika terjadi gangguan pada aliran darah tersebut, darah dapat menumpuk dan menyebabkan pembengkakan.

Gejala Varikokel yang Perlu Diperhatikan

Sebagian besar kasus varikokel tidak menimbulkan gejala dan seringkali baru terdeteksi saat pemeriksaan medis rutin atau saat mencari penyebab masalah kesuburan. Namun, beberapa pria mungkin mengalami:

  • Nyeri tumpul atau rasa berat di skrotum, yang bisa memburuk saat berdiri lama atau beraktivitas fisik, dan mereda saat berbaring.
  • Pembengkakan atau benjolan yang dapat diraba di salah satu testis, seringkali digambarkan seperti “sekantong cacing”.
  • Ukuran testis yang mengecil atau atrofi pada sisi yang terkena.
  • Masalah kesuburan.

Penyebab Varikokel: Gangguan Fungsi Katup Vena

Penyebab utama varikokel adalah gangguan fungsi katup satu arah pada pembuluh darah vena di skrotum. Katup-katup ini seharusnya memastikan aliran darah hanya bergerak ke satu arah, yaitu menuju jantung.

Ketika katup ini tidak berfungsi dengan baik atau rusak, darah dapat mengalir balik dan menumpuk di dalam vena. Penumpukan darah ini menyebabkan pembuluh darah melebar dan membengkak, mirip dengan kondisi varises pada kaki. Hingga saat ini, penyebab pasti kerusakan katup tersebut belum diketahui secara pasti.

Mekanisme Terjadinya Varikokel

Mekanisme terjadinya varikokel dimulai dari kegagalan katup vena dalam mencegah aliran balik darah. Ketika katup mengalami kerusakan atau kelemahan, darah dari vena yang seharusnya mengalir keluar dari skrotum malah kembali masuk dan tertahan.

Peningkatan tekanan dan volume darah di dalam vena skrotum kemudian menyebabkan pembuluh darah tersebut melebar dan menjadi berkelok-kelok, membentuk massa yang teraba atau terlihat di dalam skrotum.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Faktor Risiko

Meskipun penyebab pasti kerusakan katup belum diketahui, ada beberapa faktor yang diyakini berperan dan meningkatkan risiko seseorang mengalami varikokel:

  • Perbedaan Struktur Vena di Sisi Kiri: Varikokel lebih sering terjadi pada skrotum kiri. Hal ini karena vena spermatika interna kiri memiliki jalur yang lebih panjang dan masuk ke vena ginjal kiri dengan sudut yang lebih tegak, membuat aliran darah lebih rentan terhadap gangguan atau tekanan balik.
  • Penyumbatan Vena di Perut: Dalam kasus yang jarang, varikokel dapat disebabkan oleh penyumbatan vena besar di perut. Penyumbatan ini bisa meningkatkan tekanan di vena-vena skrotum.
  • Tumor Ginjal: Sangat jarang, tumor ginjal dapat menekan vena ginjal atau vena lain di sekitarnya, menghambat aliran darah dan menyebabkan varikokel. Varikokel yang muncul tiba-tiba pada usia dewasa atau varikokel di sisi kanan perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya penyebab sekunder seperti ini.

Diagnosis dan Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Diagnosis varikokel umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter, terutama dengan teknik palpasi (perabaan) saat pasien berdiri.

Jika ada kecurigaan, dokter mungkin merekomendasikan ultrasonografi skrotum untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan penyebab lain. Pemeriksaan ini dapat visualisasikan pembengkakan vena dan mengevaluasi aliran darah.

Seseorang sebaiknya segera periksa ke dokter jika mengalami nyeri skrotum yang persisten, timbul benjolan baru di skrotum, perbedaan ukuran testis yang mencolok, atau jika memiliki kekhawatiran tentang kesuburan.

Rekomendasi Medis Halodoc

Jika mengalami gejala atau memiliki kekhawatiran terkait varikokel, konsultasi dengan dokter spesialis urologi sangat disarankan. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berbicara dengan dokter terpercaya yang dapat memberikan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan yang sesuai. Penanganan varikokel dapat bervariasi mulai dari observasi hingga prosedur medis jika diperlukan, terutama jika varikokel menyebabkan nyeri signifikan, atrofi testis, atau masalah kesuburan.