Ad Placeholder Image

Penyebaran Ruam Cacar Monyet dan Cara Mengenalinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Jangan Keliru! Ini Ruam Cacar Monyet Beda Cacar Air

Penyebaran Ruam Cacar Monyet dan Cara MengenalinyaPenyebaran Ruam Cacar Monyet dan Cara Mengenalinya

Mengenal Ruam Cacar Monyet (Mpox): Ciri, Penyebaran, dan Perbedaannya

Ruam merupakan salah satu gejala utama dari cacar monyet atau mpox, sebuah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus monkeypox. Memahami karakteristik ruam ini sangat penting untuk mengenali infeksi sejak dini dan mencegah penyebarannya. Ruam mpox memiliki pola perkembangan dan penyebaran yang khas, membedakannya dari kondisi kulit lain seperti cacar air.

Karakteristik dan Penyebaran Ruam Mpox

Ruam cacar monyet biasanya dimulai beberapa hari setelah demam dan gejala awal lainnya muncul. Lesi kulit ini mengalami beberapa tahapan perkembangan yang khas.

Awalnya, ruam muncul sebagai bintik-bintik merah datar pada kulit. Bintik ini kemudian berkembang menjadi benjolan kecil berisi cairan bening, yang disebut vesikel. Seiring waktu, vesikel ini akan berubah menjadi benjolan berisi cairan kuning yang keruh, yang dikenal sebagai pustula.

Lesi pada ruam mpox seringkali terasa keras, gatal, dan nyeri. Setelah beberapa hari, pustula akan mengering dan membentuk keropeng (krusta). Keropeng ini pada akhirnya akan rontok, seringkali meninggalkan bekas luka.

Penyebaran ruam cacar monyet memiliki pola sentrifugal. Ini berarti ruam cenderung lebih banyak atau lebih padat di bagian tepi tubuh, seperti wajah, telapak tangan, telapak kaki, dan alat kelamin. Ruam ini biasanya dimulai di wajah, lalu menyebar ke area tubuh lainnya.

Perbedaan Ruam Cacar Monyet dengan Cacar Air

Meskipun sekilas mirip, terdapat perbedaan signifikan antara ruam cacar monyet dan ruam cacar air.

  • Pola Perkembangan Lesi: Pada cacar monyet, semua lesi dalam satu area tubuh cenderung berkembang secara serentak, artinya berada pada stadium yang sama (misalnya, semua vesikel, lalu semua pustula). Sebaliknya, pada cacar air, lesi seringkali campur aduk, dengan bintik merah, vesikel, dan keropeng yang muncul bersamaan di area yang sama.
  • Lokasi: Ruam mpox lebih sering melibatkan telapak tangan dan telapak kaki, serta alat kelamin, yang jarang terjadi pada cacar air.
  • Ukuran dan Kedalaman: Lesi cacar monyet cenderung lebih besar dan lebih dalam dibandingkan cacar air.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) merupakan ciri khas cacar monyet yang umumnya tidak ditemukan pada cacar air.

Gejala Lain Cacar Monyet

Selain ruam, gejala cacar monyet lainnya meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan punggung
  • Kelelahan ekstrem
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Menggigil

Gejala-gejala ini umumnya muncul 5-21 hari setelah paparan virus dan dapat berlangsung selama 2-4 minggu.

Penyebab Cacar Monyet

Cacar monyet disebabkan oleh infeksi virus monkeypox, anggota genus Orthopoxvirus. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, dan droplet pernapasan dari individu yang terinfeksi atau hewan yang terinfeksi. Penularan juga bisa melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi virus, seperti pakaian atau seprai.

Pengobatan Ruam Cacar Monyet

Pengobatan cacar monyet sebagian besar bersifat suportif, berfokus pada meredakan gejala. Untuk ruam, dokter mungkin merekomendasikan:

  • Obat pereda nyeri dan demam untuk mengatasi rasa tidak nyaman.
  • Antihistamin untuk mengurangi gatal.
  • Menjaga kebersihan lesi dengan air dan sabun ringan untuk mencegah infeksi sekunder.
  • Dalam kasus yang parah atau pada kelompok rentan, obat antivirus seperti tecovirimat (TPOXX) dapat dipertimbangkan.

Penting untuk tidak menggaruk ruam karena dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.

Pencegahan Cacar Monyet

Pencegahan adalah kunci untuk mengendalikan penyebaran cacar monyet. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Menghindari kontak dekat dengan individu atau hewan yang terinfeksi.
  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
  • Menghindari kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi.
  • Menggunakan masker di tempat umum, terutama jika ada risiko paparan.
  • Vaksinasi, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami ruam yang mencurigakan atau gejala lain yang mengarah ke cacar monyet, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu membatasi penyebaran dan meminimalkan komplikasi. Halodoc menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter ahli yang dapat memberikan diagnosis awal dan rekomendasi medis yang sesuai.