Ad Placeholder Image

Perbedaan Bawang Prei dan Daun Bawang, Sudah Tahu?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Jangan Salah! Perbedaan Bawang Prei dan Daun Bawang

Perbedaan Bawang Prei dan Daun Bawang, Sudah Tahu?Perbedaan Bawang Prei dan Daun Bawang, Sudah Tahu?

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa bingung saat sedang berbelanja sayuran dan melihat berbagai jenis bawang yang tampak serupa? Salah satu kebingungan yang paling sering muncul adalah membedakan antara daun bawang, bawang prei, dan kucai. Meski sering dianggap sama karena bentuknya yang memanjang dan berwarna hijau, ketiganya berasal dari spesies yang berbeda dan memiliki karakteristik rasa serta kegunaan yang unik dalam masakan.

Mengetahui perbedaan melalui gambar daun bawang dan bawang prei bukan sekadar urusan estetika dapur. Secara medis, setiap jenis sayuran dalam keluarga Allium ini memiliki profil nutrisi yang berbeda-beda yang dapat menunjang kesehatan tubuhmu. Daun bawang kaya akan serat dan vitamin, sementara bawang prei dikenal karena kandungan prebiotiknya yang baik untuk pencernaan.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam mengenai karakteristik fisik, manfaat kesehatan, hingga tips menyimpannya agar nutrisinya tetap terjaga. Jika kamu mengalami gejala alergi atau masalah pencernaan setelah mengonsumsi sayuran jenis ini, sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja perbedaan dan manfaat kesehatan dari daun bawang serta bawang prei? Berikut ulasannya!

Perbedaan Visual Daun Bawang dan Bawang Prei

Untuk membedakannya, kamu perlu memperhatikan beberapa detail fisik yang cukup mencolok. Meskipun dalam gambar daun bawang keduanya tampak mirip, jika dilihat lebih dekat, terdapat perbedaan signifikan pada batang dan daunnya.

1. Daun Bawang (Spring Onion/Scallion)

Daun bawang biasanya dipanen saat masih muda sebelum umbinya berkembang sepenuhnya. Ciri khas utamanya adalah batangnya yang kecil dan ramping. Bagian putih di bawahnya biasanya berbentuk bulat kecil atau lurus. Daunnya berbentuk silinder, berongga di tengah, dan memiliki warna hijau yang cerah. Rasanya cenderung lebih tajam dan sering digunakan sebagai hiasan (garnish) atau dicampur ke dalam telur dadar dan sup.

2. Bawang Prei (Leek)

Bawang prei memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan kokoh dibandingkan daun bawang biasa. Batangnya tebal dan terdiri dari lapisan-lapisan yang rapat. Berbeda dengan daun bawang yang berongga, daun bawang prei berbentuk pipih, lebar, dan lebih kaku dengan warna hijau tua yang pekat. Bawang prei memiliki rasa yang lebih manis dan lembut (mild) setelah dimasak, sehingga sering menjadi bahan utama dalam sup krim atau kaldu.

3. Kucai (Chives)

Seringkali tertukar dengan daun bawang kecil, kucai sebenarnya adalah herba. Ukurannya paling kecil di antara ketiganya, batangnya sangat tipis, panjang, dan berongga. Kucai biasanya tidak dimasak dalam waktu lama karena aromanya yang lembut cepat hilang jika terkenka panas tinggi.

Kandungan Nutrisi Daun Bawang

Daun bawang bukan sekadar pelengkap aroma. Sayuran ini adalah sumber nutrisi yang padat (nutrient-dense). Dalam setiap 100 gram daun bawang, terkandung berbagai vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh.

  • Vitamin K: Sangat tinggi, berperan penting dalam proses pembekuan darah dan kesehatan tulang.
  • Vitamin C: Sebagai antioksidan untuk meningkatkan imunitas dan produksi kolagen.
  • Vitamin A: Dalam bentuk beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata.
  • Folat (Vitamin B9): Penting untuk pembentukan sel dan sangat baik untuk ibu hamil.
  • Serat: Membantu melancarkan sistem pencernaan.
  • Senyawa Sulfur: Memberikan aroma khas sekaligus berfungsi sebagai agen anti-inflamasi.

Jika kamu merasa asupan nutrisi dari makanan sehari-hari belum mencukupi, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, termasuk berbagai jenis suplemen vitamin untuk melengkapi kebutuhan gizi harianmu.

Manfaat Kesehatan Daun Bawang

Mengonsumsi daun bawang secara rutin dalam porsi yang wajar dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan polisakarida dan senyawa sulfur dalam daun bawang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan pada pembuluh darah. Selain itu, serat di dalamnya membantu mengontrol kadar kolesterol jahat (LDL).

2. Meningkatkan Kepadatan Tulang

Dengan kandungan Vitamin K yang melimpah, daun bawang membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih efektif. Ini sangat penting untuk mencegah risiko osteoporosis di masa tua.

3. Mendukung Fungsi Penglihatan

Adanya lutein dan zeaxanthin dalam daun bawang berfungsi melindungi mata dari kerusakan oksidatif akibat sinar biru dan mengurangi risiko katarak serta degenerasi makula.

Tips Mengolah Daun Bawang Agar Nutrisi Tetap Terjaga
  1. Cuci bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa pestisida dan tanah di sela-sela batang.
  2. Jangan memasak daun bawang terlalu lama (overcooked) agar kandungan Vitamin C dan sulfur tidak rusak.
  3. Gunakan bagian putih dan hijau karena keduanya memiliki konsentrasi nutrisi yang berbeda.

Efek Samping dan Peringatan

Meskipun menyehatkan, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi daun bawang atau bawang prei dalam jumlah banyak.

1. Interaksi dengan Pengencer Darah

Karena kandungan Vitamin K yang sangat tinggi, individu yang mengonsumsi obat pengencer darah (seperti warfarin) harus berkonsultasi dengan dokter. Vitamin K dapat memengaruhi efektivitas obat tersebut dalam mencegah pembekuan darah.

2. Gangguan Pencernaan (FODMAP)

Bagi penderita Irritable Bowel Syndrome (IBS), bagian putih daun bawang mengandung tinggi fruktan yang termasuk dalam kategori FODMAP. Mengonsumsinya dapat memicu perut kembung atau gas berlebih.

3. Risiko Batu Ginjal

Daun bawang mengandung oksalat dalam jumlah kecil. Bagi orang yang memiliki riwayat batu ginjal kalsium-oksalat, sebaiknya membatasi konsumsi sayuran ini.

Studi Terkait

Journal of Agricultural and Food Chemistry menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa senyawa organosulfur dalam keluarga bawang memiliki potensi sebagai agen antikanker. Senyawa ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan sel yang tidak normal dan meningkatkan proses detoksifikasi dalam hati.

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi bawang-bawangan secara teratur berhubungan dengan penurunan risiko kanker kolorektal sebesar 79%. Namun, diperlukan penelitian klinis lebih lanjut pada manusia untuk memastikan dosis efektif yang dibutuhkan.

Jika kamu merasakan ketidaknyamanan setelah mengonsumsi jenis bawang tertentu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang cepat dapat mencegah kondisi medis yang lebih serius di kemudian hari.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan dengan praktis melalui layanan Halodoc. Pastikan kesehatanmu dan keluarga selalu menjadi prioritas utama.

FAQ

1. Apakah daun bawang dan bawang prei bisa saling menggantikan dalam resep?

Ya, keduanya bisa saling menggantikan namun akan ada perbedaan tekstur dan intensitas rasa. Bawang prei lebih cocok untuk masakan yang dimasak lama seperti sup, sedangkan daun bawang lebih cocok untuk taburan atau masakan tumis cepat.

2. Bagian mana dari daun bawang yang paling sehat?

Kedua bagian (putih dan hijau) sehat. Bagian putih memiliki konsentrasi senyawa sulfur yang lebih tinggi, sedangkan bagian hijau mengandung lebih banyak Vitamin A dan C.

3. Bagaimana cara menyimpan gambar daun bawang agar awet di kulkas?

Bungkus daun bawang dengan tisu dapur kering lalu masukkan ke dalam plastik klip. Tisu akan menyerap kelembapan berlebih yang biasanya membuat daun bawang cepat membusuk.

4. Apakah aman makan daun bawang mentah?

Sangat aman dan justru baik karena vitamin yang larut air seperti Vitamin C tidak hilang karena proses pemanasan. Namun, pastikan sudah dicuci sangat bersih.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Leeks.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Scallions.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What are the health benefits of leeks?.
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Allium Vegetables and Cancer Prevention.

## Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.