Perempuan Menyerupai Laki-Laki, Ini Beragam Istilahnya

Apa Sebutan untuk Perempuan Berperilaku Maskulin?
Istilah “perempuan menyerupai laki-laki disebut” seringkali memicu berbagai pemahaman. Secara umum, jika merujuk pada perilaku atau gaya yang maskulin, sebutan yang tepat adalah Tomboy. Namun, penting untuk memahami bahwa ada perbedaan mendasar antara perilaku maskulin, identitas gender, dan perasaan tidak nyaman terhadap jenis kelamin biologis.
Seseorang yang mengekspresikan sifat, pakaian, dan perilaku yang secara tradisional dianggap maskulin disebut Tomboy. Ini berbeda dengan kondisi ketika seseorang merasa identitas gendernya bukan perempuan, yang bisa termasuk kategori Transgender jika merasa sebagai laki-laki, atau Non-biner jika berada di luar kategori laki-laki atau perempuan. Sementara itu, Gender Dysphoria adalah perasaan tidak nyaman yang signifikan antara jenis kelamin biologis dan identitas gender yang dirasakan.
Mengenal Istilah Tomboy Lebih Jauh
Tomboy adalah istilah deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan gadis atau wanita muda yang mengekspresikan sifat, pakaian, dan perilaku yang secara tradisional diasosiasikan dengan maskulinitas. Ini termasuk preferensi untuk aktivitas yang sering dianggap “laki-laki”, seperti olahraga berat, petualangan di luar ruangan, atau memiliki gaya berpakaian yang tidak feminin.
Karakteristik Tomboy lebih mengacu pada ekspresi dan minat, bukan identitas gender seseorang. Seorang tomboy tetap mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan, namun memilih untuk tidak mengikuti norma-norma feminin yang berlaku secara sosial. Hal ini adalah bentuk ekspresi diri yang beragam dan normal.
Memahami Identitas Gender: Transgender dan Non-biner
Berbeda dengan Tomboy yang berkaitan dengan ekspresi, Transgender dan Non-biner adalah tentang identitas gender yang dirasakan seseorang.
- Transgender: Seseorang yang identitas gendernya tidak sesuai dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir. Misalnya, jika seorang perempuan merasa identitasnya adalah laki-laki, ia adalah perempuan Transgender. Ini berarti ada ketidaksesuaian antara jenis kelamin biologis (perempuan) dan identitas gender yang sesungguhnya dirasakan (laki-laki).
- Non-biner: Seseorang yang identitas gendernya tidak secara eksklusif laki-laki atau perempuan. Mereka mungkin merasa berada di antara keduanya, di luar keduanya, atau memiliki identitas gender yang mengalir atau berubah seiring waktu.
Perbedaan kunci di sini adalah bahwa menjadi transgender atau non-biner berarti identitas inti seseorang berbeda dari apa yang diharapkan berdasarkan jenis kelamin lahiriah. Ini bukan sekadar preferensi gaya atau perilaku.
Apa Itu Gender Dysphoria?
Gender Dysphoria adalah istilah medis yang menggambarkan perasaan tidak nyaman atau distress yang signifikan yang dialami seseorang karena ketidaksesuaian antara jenis kelamin biologis yang ditetapkan saat lahir dan identitas gender yang dirasakan. Perasaan ini bisa sangat mendalam dan memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.
Tidak semua individu transgender atau non-biner mengalami Gender Dysphoria, namun banyak yang merasakannya. Diagnosis Gender Dysphoria memerlukan evaluasi profesional dan dapat menjadi indikasi perlunya dukungan medis atau psikologis untuk membantu individu menavigasi identitas gender mereka.
Perbedaan Penting: Antara Perilaku, Identitas, dan Orientasi Seksual
Sangat krusial untuk membedakan antara perilaku, identitas gender, dan orientasi seksual untuk menghindari kesalahpahaman.
- Perilaku/Ekspresi Gender: Ini adalah cara seseorang mengekspresikan gendernya melalui pakaian, gaya rambut, suara, dan minat. Tomboy termasuk dalam kategori ini.
- Identitas Gender: Ini adalah perasaan internal dan pribadi seseorang tentang menjadi laki-laki, perempuan, keduanya, tidak keduanya, atau di tempat lain dalam spektrum gender. Transgender dan Non-biner berkaitan dengan identitas gender.
- Orientasi Seksual: Ini adalah pola ketertarikan emosional, romantis, dan/atau seksual seseorang terhadap orang lain. Orientasi seksual tidak terkait langsung dengan identitas gender atau ekspresi gender. Misalnya, seorang perempuan tomboy bisa memiliki orientasi heteroseksual, homoseksual, atau biseksual, dan begitu juga individu transgender atau non-biner.
Kapan Mencari Dukungan Profesional?
Jika seseorang, baik remaja maupun dewasa, merasa bingung dengan identitas gendernya, mengalami distress emosional yang signifikan karena ketidaksesuaian antara jenis kelamin biologis dan identitas gender yang dirasakan (Gender Dysphoria), atau membutuhkan bimbingan untuk memahami diri, mencari dukungan profesional adalah langkah penting.
Profesional kesehatan mental yang terlatih dapat memberikan konseling dan dukungan untuk membantu individu memahami perasaan mereka, menavigasi proses transisi (jika diperlukan), atau sekadar menemukan cara untuk hidup otentik sesuai identitas gender mereka.
Kesimpulan: Rekomendasi Medis Praktis di Halodoc
Memahami perbedaan antara perempuan yang berperilaku maskulin (Tomboy), perempuan dengan identitas gender yang berbeda (Transgender, Non-biner), dan kondisi medis Gender Dysphoria sangat penting untuk memberikan dukungan yang tepat. Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki perjalanan dan identitas yang unik.
Jika ada kebutuhan untuk berkonsultasi mengenai identitas gender, Gender Dysphoria, atau dukungan kesehatan mental terkait, Halodoc menyediakan akses ke psikolog dan psikiater profesional. Dapatkan informasi akurat dan dukungan yang Anda butuhkan melalui layanan telekonsultasi di Halodoc, untuk membantu individu mencapai kesejahteraan mental dan emosional yang optimal.



