Ad Placeholder Image

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Buah Pace

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

“Buah mengkudu atau buah pace adalah buah khas Asia Pasifik yang memiliki rasa yang unik. Jika kamu hendak memakannya, sebaiknya ketahui beberapa hal dahulu sebelum mengalami efek samping akibat makan buah pace.”

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Buah PacePerhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Buah Pace

DAFTAR ISI


Buah mengkudu, yang di beberapa daerah Indonesia akrab disebut dengan nama buah pace, telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman herbal primadona. Memiliki nama latin Morinda citrifolia, buah ini kerap diolah menjadi jus, jamu, hingga ekstrak dalam bentuk kapsul. Popularitasnya tidak lepas dari berbagai klaim kesehatan yang menyebutkan bahwa mengkudu mampu mengatasi berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes, hipertensi, hingga kanker.

Namun, di balik pamornya sebagai obat tradisional yang diyakini berkhasiat tinggi, terdapat ancaman kesehatan serius yang jarang disadari oleh masyarakat. Penggunaan buah mengkudu, terutama dalam dosis tinggi atau dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, dapat memicu berbagai efek samping yang membahayakan fungsi organ tubuh. Sayangnya, banyak orang beranggapan bahwa semua yang berasal dari alam (herbal) sudah pasti 100 persen aman untuk dikonsumsi secara bebas.

Kenyataannya, dunia medis telah banyak mencatat kasus gangguan kesehatan parah yang dipicu oleh konsumsi ekstrak atau jus buah mengkudu secara sembarangan. Mulai dari kerusakan fungsi hati yang fatal hingga peningkatan kadar kalium darah yang dapat mengancam nyawa. Hal ini membuktikan bahwa produk herbal tetaplah memiliki senyawa kimia aktif yang cara kerjanya mirip dengan obat-obatan konvensional, sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa pengawasan ahli medis.

Sangat penting bagi kamu untuk memahami kondisi tubuhmu sendiri sebelum memutuskan untuk menjadikan buah mengkudu sebagai alternatif pengobatan rutin. Mengetahui bahaya apa saja yang mengintai dari buah ini akan membantumu mengambil keputusan yang lebih bijak terkait kesehatan. Nah, mau tahu apa saja bahaya buah mengkudu jika dikonsumsi sembarangan dan tidak sesuai dengan anjuran medis? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengenal Buah Mengkudu dan Klaim Kesehatannya

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai bahayanya, penting untuk memahami apa sebenarnya kandungan dari buah mengkudu. Secara fisik, mengkudu adalah buah yang berwarna hijau kekuningan dengan tekstur berbenjol-benjol. Ciri khas yang paling mudah dikenali dari buah ini adalah aromanya yang sangat menyengat dan rasanya yang cenderung pahit saat sudah matang. Karena rasanya yang tidak enak inilah, mengkudu sering kali diproses menjadi jus dengan tambahan pemanis, atau dikemas ke dalam bentuk suplemen herbal.

Dari segi nutrisi, mengkudu mengandung vitamin C, biotin, folat, vitamin E, serta sejumlah mineral penting seperti potasium (kalium). Selain itu, buah ini kaya akan antioksidan, flavonoid, dan senyawa fitokimia seperti scopoletin dan damnacanthal. Kombinasi senyawa inilah yang membuat mengkudu diklaim memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Akan tetapi, masalah mulai muncul ketika ekstrak buah ini dikonsumsi dalam jumlah yang tidak terukur. Senyawa aktif dalam tanaman herbal yang terkonsentrasi sangat tinggi dapat menjadi racun bagi tubuh. Selain itu, belum ada regulasi dosis standar yang diakui secara medis secara global untuk konsumsi mengkudu sebagai pengobatan primer. Oleh karena itu, klaim kesehatannya harus disikapi dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

Berbagai Bahaya Buah Mengkudu bagi Kesehatan

Mengandalkan buah mengkudu sebagai obat tanpa memperhatikan kondisi kesehatan bawaan dapat menjadi bumerang. Berikut ini adalah pemaparan medis secara mendetail mengenai bahaya buah mengkudu yang wajib kamu waspadai:

1. Kerusakan Fungsi Hati (Hepatotoksisitas)

Salah satu bahaya paling menakutkan dari konsumsi buah mengkudu, terutama dalam bentuk jus komersial atau ekstrak pekat, adalah kemampuannya merusak organ hati (liver). Beberapa literatur medis di Eropa telah melaporkan kasus-kasus hepatotoksisitas akut (keracunan hati) pada individu yang rutin meminum jus mengkudu selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Senyawa anthraquinone yang secara alami terdapat pada akar, daun, dan buah mengkudu disinyalir menjadi biang keladi yang memicu peradangan serta kematian sel-sel hati (nekrosis hepatik).

Hati merupakan organ utama yang bertugas menyaring segala bentuk racun dan zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Ketika hati harus memproses senyawa aktif dari mengkudu dalam konsentrasi yang sangat tinggi setiap hari, hati dapat mengalami kelelahan dan akhirnya meradang (hepatitis toksik). Gejala awal kerusakan hati ini sering kali tidak spesifik, meliputi rasa mual terus-menerus, muntah, kelelahan ekstrem, urine berwarna sangat gelap seperti teh pekat, hingga menguningnya area putih mata dan kulit (penyakit kuning atau jaundice).

Jika kamu mengonsumsi produk herbal ini dan tiba-tiba mengalami gejala yang disebutkan, jangan tunda penanganan. Kamu sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter agar fungsi hatimu dapat segera dievaluasi melalui tes darah, seperti pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT. Mengabaikan gejala keracunan hati dapat berujung pada gagal hati akut yang membutuhkan prosedur transplantasi.

2. Risiko Hiperkalemia yang Berbahaya bagi Ginjal dan Jantung

Bahaya buah mengkudu selanjutnya datang dari kandungan mineral kalium (potasium) di dalamnya yang sangat fantastis. Kalium sebenarnya adalah mineral esensial yang diperlukan untuk fungsi saraf dan kontraksi otot jantung yang normal. Namun, segala sesuatu yang berlebihan pasti akan menjadi racun. Jus mengkudu diketahui mengandung konsentrasi kalium yang hampir setara dengan jus tomat atau jus jeruk murni.

Bagi orang dengan fungsi ginjal yang normal, kelebihan kalium mungkin akan dibuang melalui urine tanpa masalah berarti. Namun, cerita akan sangat berbeda bagi para penderita penyakit ginjal kronis (CKD). Ginjal yang sudah rusak kehilangan kemampuannya untuk menyaring dan membuang kelebihan kalium dari dalam aliran darah. Akibatnya, kalium akan menumpuk di dalam tubuh dan memicu kondisi medis yang disebut hiperkalemia.

Hiperkalemia adalah kondisi gawat darurat medis. Kadar kalium yang terlalu tinggi dalam darah dapat mengganggu aliran listrik pada jantung. Hal ini akan menyebabkan aritmia (gangguan irama jantung), palpitasi (jantung berdebar keras), otot terasa sangat lemah atau mati rasa, dan pada kasus yang paling parah, dapat menyebabkan henti jantung mendadak (cardiac arrest). Oleh sebab itu, pasien gagal ginjal atau yang sedang menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis) dilarang keras menyentuh buah mengkudu.

3. Interaksi Berbahaya dengan Obat-obatan Konvensional

Banyak masyarakat Indonesia yang salah kaprah dengan mengonsumsi obat medis dari dokter berbarengan dengan obat herbal, dengan harapan penyakit mereka akan lebih cepat sembuh. Sayangnya, buah mengkudu dapat memicu reaksi silang atau interaksi obat yang sangat berbahaya jika digabungkan dengan pengobatan medis tertentu.

Pertama, interaksi dengan obat antihipertensi. Obat penurun tekanan darah seperti golongan ACE inhibitor (contoh: captopril, lisinopril) atau Angiotensin Receptor Blockers/ARB (contoh: valsartan, candesartan) memiliki efek samping menahan ekskresi kalium dalam tubuh. Jika dikombinasikan dengan mengkudu yang juga kaya kalium, risiko hiperkalemia akan melonjak drastis. Hal yang sama berlaku untuk penggunaan obat diuretik hemat kalium seperti spironolactone.

Kedua, interaksi dengan obat pengencer darah. Buah mengkudu mengandung vitamin K dalam jumlah yang signifikan. Vitamin K berfungsi sebagai agen pembekuan darah alami dalam tubuh. Jika kamu sedang menjalani terapi obat pengencer darah seperti warfarin untuk mencegah stroke atau serangan jantung, konsumsi mengkudu akan melawan efek obat tersebut. Warfarin menjadi tidak efektif, sehingga risiko terbentuknya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah arteri kembali meningkat secara tajam.

Daripada kamu mengambil risiko kesehatan dengan racikan herbal yang interaksinya dengan tubuh belum bisa dipastikan, lebih aman untuk menggunakan vitamin yang jelas standar medisnya. Untuk menjaga imun tubuh, kamu bisa beli vitamin atau suplemen harian yang telah lulus uji BPOM dengan mudah melalui Halodoc.

4. Memicu Komplikasi pada Masa Kehamilan

Ibu hamil harus sangat berhati-hati terhadap asupan makanan dan minuman, termasuk buah-buahan yang diklaim sebagai herbal. Buah mengkudu secara historis dan tradisional di beberapa kebudayaan kuno justru digunakan sebagai tonik untuk merangsang menstruasi atau memicu peluruhan dinding rahim (abortifacient).

Hal ini berarti senyawa aktif dalam mengkudu dapat menyebabkan kontraksi pada otot rahim (uterus). Jika dikonsumsi oleh wanita hamil, terutama pada trimester pertama yang sangat rentan, kontraksi rahim ini dapat memicu perdarahan hingga risiko keguguran. Selain itu, belum ada penelitian ilmiah yang memadai yang membuktikan keamanan konsumsi ekstrak mengkudu bagi ibu menyusui dan bayi. Oleh karena itu, menghindari konsumsi mengkudu selama masa kehamilan dan menyusui adalah langkah preventif mutlak.

5. Risiko Lonjakan Gula Darah dari Jus Komersial

Sebagai buah yang rasanya sangat tidak enak dan aromanya mirip keju busuk, produsen produk herbal sering kali mengolah mengkudu menjadi jus botolan dengan menambahkan gula buatan atau pemanis sirup dalam jumlah yang sangat masif. Alih-alih mendapatkan manfaat kesehatan, hal ini justru memicu bahaya baru yang mengancam metabolisme tubuh.

Mengonsumsi jus mengkudu yang tinggi gula secara teratur dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah. Hal ini sangat ironis, mengingat salah satu target pasar produk ini adalah penderita diabetes yang berharap gula darahnya bisa turun. Kadar gula tambahan yang tinggi juga berisiko menyebabkan penambahan berat badan, obesitas, dan meningkatkan peradangan sistemik di dalam tubuh. Bagi penderita diabetes, mengonsumsi jus mengkudu komersial justru dapat memperparah resistensi insulin.

Perhatian Khusus Sebelum Mengonsumsi Produk Herbal
  1. Pastikan produk herbal yang kamu beli telah terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.
  2. Selalu baca label kemasan untuk mengetahui komposisi tambahan, terutama kandungan gula dan pengawet.
  3. Jangan pernah menghentikan pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter hanya demi beralih sepenuhnya ke pengobatan herbal.

Kelompok yang Harus Menghindari Buah Mengkudu

Berdasarkan penjelasan mengenai berbagai bahaya di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak semua orang cocok atau aman mengonsumsi buah ini. Terdapat beberapa kelompok individu dengan kondisi medis tertentu yang sangat disarankan untuk menjauhi produk olahan mengkudu dalam bentuk apa pun demi keselamatan nyawa mereka:

1. Penderita Penyakit Ginjal

Orang dengan gagal ginjal, baik akut maupun kronis, sama sekali tidak boleh mengonsumsi mengkudu karena ginjal mereka tidak sanggup menyaring beban kalium ekstra. Penumpukan kalium ini bisa memicu komplikasi jantung fatal dalam hitungan jam atau hari.

2. Penderita Gangguan Fungsi Hati

Individu yang memiliki riwayat penyakit hati seperti hepatitis, sirosis, atau fatty liver (perlemakan hati) dilarang mengonsumsi mengkudu. Hati yang sudah mengalami penurunan fungsi tidak akan mampu menetralkan senyawa toksik dari mengkudu, yang berpotensi memicu gagal hati irreversibel.

3. Orang yang Sedang Rutin Minum Obat Resep

Jika kamu adalah pasien penyakit jantung, hipertensi, atau orang yang memiliki riwayat stroke dan harus rutin minum obat pengencer darah dan obat penurun tekanan darah, jauhi buah ini untuk mencegah interaksi silang yang mengancam nyawa.

Studi Terkait Efek Samping Mengkudu

World Journal of Gastroenterology menerbitkan sebuah studi di tahun 2005 yang secara komprehensif menjelaskan mengenai laporan kasus keracunan hati (hepatotoksisitas) yang diinduksi oleh konsumsi jus buah mengkudu. Studi tersebut memaparkan kasus klinis di Eropa di mana beberapa pasien yang sebelumnya sehat secara tiba-tiba mengalami gagal hati setelah rutin mengonsumsi jus mengkudu komersial sebagai suplemen harian.

Selain itu, tinjauan yang dilakukan oleh badan keamanan pangan Eropa (European Food Safety Authority/EFSA) juga sempat menelaah korelasi antara jus buah mengkudu dan cedera hati. Meskipun beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa efek toksik ini mungkin berkaitan dengan cara ekstraksi yang salah atau variasi genetika individu, konsensus medis sepakat bahwa pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati harus sangat diwanti-wanti untuk tidak mengonsumsi produk turunan Morinda citrifolia.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Noni juice: Can it help lower blood pressure?
National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). Diakses pada 2024. Noni.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Hepatotoxicity of noni juice: report of two cases.
European Food Safety Authority (EFSA). Diakses pada 2024. Opinion on the safety of Tahitian Noni juice.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2024. Potassium and Your CKD Diet.

FAQ

1. Apakah bahaya buah mengkudu bisa dirasakan langsung setelah dikonsumsi?

Tidak selalu. Beberapa efek samping, seperti sakit perut ringan atau mual, bisa langsung terasa jika lambung sensitif. Namun, kerusakan organ seperti hati atau peningkatan kalium darah (hiperkalemia) umumnya terjadi secara bertahap seiring dengan kebiasaan mengonsumsi mengkudu dalam jangka panjang tanpa disadari.

2. Apakah jus mengkudu kemasan yang dijual di pasaran lebih aman?

Belum tentu aman. Meskipun banyak jus mengkudu di pasaran telah melalui proses sterilisasi, kandungan kalium dan senyawa aktifnya tetap ada. Selain itu, jus komersial sering kali memiliki tambahan gula yang sangat tinggi, sehingga bisa memicu lonjakan gula darah dan tidak cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.

3. Saya menderita darah tinggi, apakah aman minum rebusan daun atau buah mengkudu?

Sangat berisiko jika kamu juga sedang mengonsumsi obat antihipertensi dari dokter. Kandungan kalium dalam mengkudu dapat berinteraksi dengan obat darah tinggi tertentu, menyebabkan kadar kalium dalam darah melonjak drastis yang sangat berbahaya bagi irama jantung. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba herbal ini.

4. Bagaimana cara mengonsumsi buah mengkudu agar terhindar dari efek sampingnya?

Jika kamu adalah orang yang sehat tanpa riwayat penyakit kronis apa pun, kamu hanya boleh mengonsumsinya dalam jumlah yang sangat kecil sesekali. Jangan menjadikannya minuman harian atau pengganti air putih. Hindari memakan bijinya dan pastikan kamu tidak mengonsumsi obat medis yang memiliki interaksi negatif dengan senyawa mengkudu.