Ad Placeholder Image

Periksa Mata di Optik Berapa? Intip Biaya dan Gratisnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Periksa Mata di Optik Berapa? Bisa Gratis, Lho!

Periksa Mata di Optik Berapa? Intip Biaya dan Gratisnya!Periksa Mata di Optik Berapa? Intip Biaya dan Gratisnya!

DAFTAR ISI


Mata sering kali disebut sebagai jendela dunia, namun sayangnya, kesehatan mata sering kali diabaikan hingga muncul keluhan yang mengganggu aktivitas. Padahal, banyak gangguan penglihatan yang bersifat progresif dan tidak menunjukkan gejala awal yang nyata. Melakukan periksa mata secara rutin adalah langkah preventif terbaik untuk memastikan penglihatan tetap tajam dan mendeteksi risiko penyakit serius sejak dini.

Banyak orang merasa cukup hanya dengan memeriksakan mata saat ingin membeli kacamata baru di optik. Meski optik menyediakan layanan pemeriksaan dasar untuk menentukan ukuran lensa, ada perbedaan mendasar antara periksa mata di optik dengan pemeriksaan medis oleh dokter spesialis mata. Memahami perbedaan ini sangat penting agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan matamu.

Konteks pemeriksaan mata mencakup luas, mulai dari pengecekan refraksi (minus, plus, atau silinder) hingga skrining kondisi medis seperti katarak, glaukoma, atau retinopati diabetik. Selain itu, gaya hidup modern yang menuntut kita menatap layar gadget dalam waktu lama meningkatkan risiko kelelahan mata digital yang memerlukan perhatian khusus.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai periksa mata, mulai dari prosedur hingga biayanya? Berikut ulasannya!

Pentingnya Periksa Mata Secara Rutin

Banyak orang menganggap bahwa jika mereka masih bisa melihat dengan jelas, maka mata mereka sehat-sehat saja. Padahal, beberapa penyakit mata yang berbahaya, seperti glaukoma, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Penyakit ini sering disebut sebagai “pencuri penglihatan” karena kerusakan saraf mata terjadi secara perlahan tanpa rasa sakit.

Dengan melakukan pemeriksaan rutin, dokter dapat memantau perubahan pada struktur mata kamu. Bagi anak-anak, pemeriksaan mata sangat krusial untuk memastikan perkembangan visual berjalan optimal, karena masalah penglihatan yang tidak terdeteksi dapat menghambat proses belajar di sekolah. Sementara bagi lansia, pemeriksaan rutin membantu mendeteksi katarak dan degenerasi makula terkait usia (AMD).

Tanda Kamu Harus Segera Periksa Mata

Selain pemeriksaan rutin tahunan, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu untuk segera menemui ahli profesional. Jika kamu sering mengalami sakit kepala setelah membaca atau bekerja di depan komputer, ini bisa menjadi tanda bahwa otot mata bekerja terlalu keras akibat gangguan refraksi yang tidak terkoreksi.

Beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Penglihatan kabur atau berbayang secara tiba-tiba.
  • Melihat bintik hitam yang melayang (floaters) atau kilatan cahaya.
  • Mata merah, perih, atau terasa ada benda asing yang mengganjal.
  • Kesulitan melihat di malam hari atau sensitif berlebih terhadap cahaya.
  • Nyeri pada bola mata.

Jika kamu mengalami salah satu dari gejala di atas, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis awal yang akurat.

Tips Menjaga Kesehatan Mata Sehari-hari
  1. Gunakan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, lihatlah benda sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
  2. Pastikan pencahayaan ruangan cukup saat membaca atau bekerja.
  3. Konsumsi makanan kaya vitamin A, C, E, dan Lutein seperti wortel, bayam, dan ikan berminyak.

Periksa Mata di Optik vs Dokter Mata

Masih banyak masyarakat yang bingung harus ke mana saat ingin memeriksakan mata. Secara umum, pilihan kamu bergantung pada tujuan pemeriksaan tersebut.

1. Periksa Mata di Optik

Pemeriksaan di optik biasanya dilakukan oleh seorang Refraksionis Optisien (RO). Fokus utamanya adalah untuk mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan ukuran lensa kacamata atau lensa kontak. Kelebihannya adalah prosesnya yang cepat dan sering kali gratis jika kamu langsung membeli kacamata di sana. Namun, RO tidak memiliki kewenangan medis untuk mendiagnosis penyakit mata.

2. Periksa Mata di Dokter Spesialis Mata (Ophthalmologist)

Dokter spesialis mata melakukan pemeriksaan yang jauh lebih mendalam. Mereka menggunakan berbagai alat medis untuk melihat bagian dalam mata, mengukur tekanan bola mata, dan memeriksa kesehatan saraf mata. Jika kamu memiliki riwayat penyakit sistemik seperti diabetes atau hipertensi, pemeriksaan ke dokter spesialis adalah kewajiban karena penyakit tersebut berdampak langsung pada pembuluh darah di mata.

Estimasi Biaya Periksa Mata di Indonesia

Biaya periksa mata sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan jenis layanan yang dipilih. Di Indonesia, kamu bisa menemukan layanan mulai dari yang gratis hingga yang mencapai jutaan rupiah untuk paket pemeriksaan lengkap.

Berikut adalah estimasi biaya yang umum ditemui:

  • Optik: Gratis hingga Rp50.000 (sering kali dibundel dengan pembelian bingkai kacamata).
  • Puskesmas: Rp10.000 – Rp30.000 (biaya administrasi dan pemeriksaan dasar).
  • Klinik Spesialis Mata: Rp150.000 – Rp500.000 untuk jasa konsultasi dokter.
  • Rumah Sakit Swasta: Rp300.000 – Rp1.000.000 (bergantung pada kelengkapan pemeriksaan penunjang seperti foto fundus atau USG mata).

Prosedur yang Dilakukan Saat Periksa Mata

Saat kamu datang untuk periksa mata, ada beberapa tahapan standar yang biasanya akan kamu lalui:

1. Uji Ketajaman Penglihatan (Visual Acuity Test)

Kamu akan diminta membaca huruf-huruf dengan berbagai ukuran pada jarak tertentu menggunakan Snellen Chart. Ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jelas penglihatan kamu secara subjektif.

2. Autorefractor

Alat ini memberikan estimasi awal mengenai ukuran minus, plus, atau silinder kamu secara otomatis dengan cara memfokuskan cahaya ke retina.

3. Slit Lamp Examination

Dokter menggunakan mikroskop khusus dengan cahaya terang untuk memeriksa struktur bagian depan mata, termasuk kelopak mata, kornea, iris, dan lensa.

4. Tonometri

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur tekanan di dalam mata. Tekanan yang terlalu tinggi merupakan faktor risiko utama glaukoma.

Studi Mengenai Kesehatan Mata

Journal of Ophthalmology menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa peningkatan durasi penggunaan layar digital (screen time) selama pandemi secara signifikan meningkatkan prevalensi miopia (rabun jauh) pada anak-anak dan remaja.

Studi ini menekankan pentingnya pemeriksaan mata berkala dan intervensi dini guna mencegah progresi miopia yang berlebihan. Peneliti menyarankan agar anak-anak mendapatkan waktu aktivitas luar ruangan yang cukup untuk membantu menjaga kesehatan fungsi visual mereka.

Menjaga kesehatan mata adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidupmu. Jangan menunggu sampai penglihatan terganggu untuk mulai peduli. Selain rutin memeriksakan kondisi fisik mata, pastikan asupan nutrisi untuk mata terpenuhi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen vitamin mata berkualitas tinggi.

Jika kamu merasakan perubahan mendadak pada penglihatan, segera jadwalkan pertemuan dengan ahli medis. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan mata yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang tepat.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. Eye Exam and Vision Test Basics.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Eye exam: Why it’s done & what you can expect.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Comprehensive Eye Exam.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Blindness and vision impairment.

FAQ

1. Berapa kali sebaiknya periksa mata dilakukan?

Untuk orang dewasa sehat tanpa keluhan, periksa mata disarankan setidaknya setiap 2 tahun sekali. Namun bagi pengguna kacamata, penderita diabetes, atau lansia di atas 60 tahun, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setahun sekali.

2. Apakah periksa mata di optik sudah cukup akurat?

Periksa mata di optik cukup akurat untuk menentukan ukuran kacamata (refraksi). Namun, untuk memeriksa kesehatan organ mata secara menyeluruh, kamu tetap memerlukan pemeriksaan dari dokter spesialis mata.

3. Apakah periksa mata bisa ditanggung BPJS Kesehatan?

Ya, BPJS Kesehatan menanggung biaya periksa mata di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas/Klinik) dan rujukan ke dokter spesialis mata jika ada indikasi medis tertentu, termasuk subsidi untuk kacamata sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Kenapa mata saya terasa perih setelah periksa mata dengan tetes mata?

Biasanya dokter menggunakan tetes mata khusus untuk melebarkan pupil (dilatasi) agar bisa melihat bagian dalam mata dengan lebih jelas. Efek sampingnya adalah mata terasa sedikit perih, penglihatan silau, dan buram selama beberapa jam. Ini adalah kondisi normal yang akan hilang dengan sendirinya.

Punya Keluhan Mata tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan mata, tapi bingung harus periksa ke mana atau mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.