• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlakukan Orang Terhadap Ibu Hamil di Dunia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlakukan Orang Terhadap Ibu Hamil di Dunia

Perlakukan Orang Terhadap Ibu Hamil di Dunia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 22 Juni 2017
Perlakukan Orang Terhadap Ibu Hamil di DuniaPerlakukan Orang Terhadap Ibu Hamil di Dunia

Halodoc, Jakarta – Masing-masing negara memiliki cara yang unik untuk menyambut kelahiran si kecil ke dunia. Untuk itu, mereka pun punya cara sendiri memperlakukan sang ibu semasa hamil. Kebiasaan-kebiasaan ini tentu saja dipengaruhi budaya di negara-negara tersebut. Mulai dari Asia, Eropa, Afrika, Amerika Selatan hingga Kutub Utara, perlakukan orang terhadap ibu hamil ini menarik untuk diketahui, lho!

1.  Jepang
Tantangan wanita yang melahirkan adalah rasa sakit yang luar biasa. Tidak sedikit wanita yang merasa tidak nyaman dengan rasa sakitnya dan memilih untuk menggunakan obat penangkal rasa sakit. Namun kebanyakan wanita di Jepang lebih memilih melahirkan tanpa obat penangkal rasa sakit meski dokter seringkali menawarkan penggunaan epidural. Pilihan ini diambil oleh wanita Jepang terkait dengan ajaran Budha mengenai penderitaan. Kepercayaan mereka adalah dengan melahirkan secara alami merupakan pintu masuk ke dunia ibu yang lebih menantang.

2.  Cina
Para ibu di Cina umumnya akan langsung menghentikan pemakaian telepon seluler begitu mengetahui dirinya sedang hamil. Mereka akan menggunakan perangkat komunikasi itu apabila si kecil sudah lahir di dunia. Di negeri tirai bambu ini, ada kepercayaan bahwa alat elektronik seperti komputer, microwave, dan ponsel dapat memberikan pengaruh buruk pada janin dan menyebabkan keguguran. Bahkan sebagai bentuk perlindungan maksimal, di negara ini pun populer digunakan rompi anti radiasi bagi ibu hamil.

3.  Jerman
Negara ini memberikan perlakukan istimewa bagi ibu yang hamil. Jika sang ibu bekerja di perusahaan, saat atasannya mengetahui ia sedang hamil maka ibu ini tidak boleh diberhentikan dan harus diberi kelonggaran dalam bekerja. Ibu hamil bisa mendapatkan cuti enam minggu sebelum melahirkan dan delapan minggu setelah melahirkan. Selain itu, selama cutinya ini ia berhak mendapatkan gaji penuh dari perusahaan.

Selain itu uniknya di Jerman, ibu yang hamil wajib memiliki bra baru yang ukurannya lebih besar atau mendapatkan bra khusus dari maternity brand. Ibu hamil di negara ini harus fokus pada kehamilannya sehingga persalinan si kecil nantinya juga ditangani oleh bidan secara normal. Namun apabila persalinan dilakukan secara caesar, maka ibu dianggap “gagal”.

4.  Perancis
Ibu hamil di Perancis tidak perlu khawatir mengenai biaya persalinan karena ia akan mendapat jaminan sosial juga asuransi yang meliputi kelas pre-natal, pemeriksaan paska melahirkan dan juga 10 kali fisioterapi setelah melahirkan. Ibu hamil juga akan mendapatkan tunjangan pemerintah untuk membeli popok dan kebutuhan bayi lainnya. Dalam hal persalinan, semua ditangani oleh bidan yang ahli. Dokter hanya menangani kehamilan apabila terjadi masalah serius pada hamilan si ibu.

5.  Swedia & Inggris
Perlakukan orang-orang di dua negara ini terhadap ibu hamil mungkin sulit diterima di negara lain, namun ini adalah yang umum terjadi. Kehamilan di Inggris dan Swedia tidak dianggap sebagai sesuatu yang istimewa, jadi ibu hamil yang berdiri di kereta atau bus merupakan pemandangan biasa. Sebaliknya jika, seseorang memberikan perlakukan istimewa pada ibu hamil, maka hal ini dianggap sebagai hal yang tidak sopan.

6.  Belanda
Wanita di Belanda memiliki kebiasaan yang unik dalam melakukan persalinan. Mereka bisa memilih untuk melahirkan di rumah atau di rumah sakit dengan ditemani tenaga medis. Namun begitu, umumnya lebih dari separuh ibu hamil di negara kincir angin ini lebih memilih untuk melahirkan di rumah.

7. Amerika Selatan
Wanita di negara-negara Amerika Selatan lebih memilih untuk mandi dengan air hangat saat sedang hamil. Mereka percaya bahwa air hangat mampu memperlancar peredaran darah sehingga memudahkan saat waktu persalinan tiba. Sedangkan, air dingin bisa menyebabkan panggul kaku sehingga dapat menganggu proses persalinan.

Itulah beberapa perlakukan terhadap ibu hamil di berbagai negara yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Namun begitu, seperti apapun perlakuan yang diberikan orang sekitar, perlu diingat bahwa menjaga kesehatan ibu dan calon bayi adalah yang terpenting.


Apabila ingin menghubungi dokter kandungan yang tepat, ibu dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter spesialis kandungan pilihan secara langsung. Halodoc memungkinankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Video Call, Voice Call, dan Chat dimana saja, kapan saja. Download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play sekarang!