• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Tes Bakteriologi untuk Mengetahui Alergi Anak?

Perlukah Tes Bakteriologi untuk Mengetahui Alergi Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Mengetahui alergi pada anak adalah hal yang penting untuk dilakukan. Lantas, apa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya? Bisakah tes bakteriologi dilakukan untuk mengetahui alergi anak? Pada dasarnya, tes bakteriologi sering digunakan untuk mendeteksi adanya bakteri dalam tubuh manusia maupun objek, seperti air dan makanan.

Secara umum, bakteriologi adalah ilmu yang menyelidiki bakteri dan pengaruhnya terhadap penyakit dan obat-obatan. Cabang ilmu ini sering dimanfaatkan untuk melihat efek bakteri dalam bidang pertanian, industri, dan perekonomian yang berkaitan dengan pembusukan makanan. Dengan kata lain, tes ini tidak bisa dilakukan untuk mengetahui alergi anak.

Tes alergi pada anak dilakukan melalui pemeriksaan awal, yaitu wawancara pada anak atau orangtua terkait keluhan yang dialami. Selanjutnya, pemeriksaan dilanjutkan dengan tes fisik untuk memastikan diagnosis. Apabila kedua tahap ini disimpulkan bahwa gejala yang dialami anak adalah bagian dari suatu penyakit alergi, maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan tes alergi.

Perlu diketahui, tes alergi dilakukan untuk membantu mengetahui faktor pencetus gejala alergi. Dengan begitu, orangtua dan anak akan mengetahui apa yang menjadi penyebab alergi sehingga tindakan pencegahan bisa dilakukan untuk menghindari gejala muncul.

Tes alergi dibutuhkan untuk pasien dengan gejala yang dicurigai sebagai penyakit alergi yang berat. Tes ini juga dilakukan pada anak yang mengalami gejala persisten atau berulang tanpa jelas diketahui pencetusnya. Lebih lanjut, tes alergi juga dilakukan untuk membuktikan gejala itu benar muncul karena alergi atau tidak.

Mengenal Tes Bakteriologi 

Ilmu bakteriologi bisa digunakan untuk mempelajari asal-usul, epidemiologi, tinjauan klinis atau patologis, dan teknik identifikasi bakteri dari segala aspek. Hingga kini, cabang ilmu ini sudah berkembang selama abad terakhir, contohnya mengembangkan berbagai vaksin dan antibiotik untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri.

Pemeriksaan bakteriologi dilakukan ketika seseorang ingin mendeteksi keberadaan bakteri dalam suatu objek. Pemeriksaan bakteriologi dalam bidang kesehatan dilakukan untuk mendiagnosis seseorang yang diduga mengidap penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau mikroorganisme lain. 

Jadi, dalam dunia medis tes ini dilakukan untuk memeriksa kondisi tubuh yang mengalami sakit karena infeksi bakteri tertentu. Seseorang yang mengalami sakit yang diduga disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan mengambil sampel darah, ludah, feses atau urine untuk dilakukan pemeriksaan bakteriologi. Sedangkan untuk kehidupan sehari-hari, bakteriologi dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya pencemaran bakteri dalam air atau makanan yang beredar di pasaran. 

Bakteri adalah mikroorganisme yang memiliki ukuran sangat kecil. Oleh sebab itu, makhluk hidup ini hanya bisa dilihat oleh mata melalui mikroskop. Ada banyak sekali jenis bakteri yang memiliki sifat yang berbeda-beda begitu juga perannya dalam kehidupan manusia. Ada bakteri baik yang memberikan manfaat dan ada pula yang merugikan akibat menimbulkan penyakit. 

Apabila kamu punya pertanyaan lain mengenai bakteriologi dan apa saja manfaat dijalankannya tes ini dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2020. PERLUKAH TES ALERGI?
National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2020. Introduction to Bacteriology.
Medicinet. Diakses pada 2020. Medical Definition of Bacteriology.