Ad Placeholder Image

Perut Bunyi Terus Padahal Tidak Lapar? Ini Lho Penyebabnya!

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Perut bunyi terus bisa disebabkan oleh pergerakan makanan, cairan, dan gas di dalam saluran pencernaan.

Perut Bunyi Terus Padahal Tidak Lapar? Ini Lho Penyebabnya!Perut Bunyi Terus Padahal Tidak Lapar? Ini Lho Penyebabnya!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu berada dalam situasi yang hening, misalnya saat rapat atau di perpustakaan, lalu tiba-tiba perutmu berbunyi nyaring padahal kamu baru saja selesai makan? Situasi ini tentu bisa membuat siapa saja merasa canggung dan malu. Kebanyakan orang mengaitkan suara gemuruh pada perut dengan rasa lapar, sehingga sangat membingungkan ketika suara tersebut justru muncul saat perut dalam keadaan penuh.

Dalam dunia medis, fenomena perut berbunyi ini dikenal dengan istilah borborygmi. Suara ini sebenarnya adalah hal yang sangat wajar dan merupakan pertanda bahwa sistem pencernaanmu sedang bekerja sebagaimana mestinya. Saat makanan masuk, lambung dan usus akan melakukan serangkaian gerakan kontraksi otot untuk mengolah dan mendorong makanan. Proses inilah yang sering kali menciptakan suara bergemuruh dari dalam perut.

Meski umumnya normal, perut yang terus-menerus berbunyi nyaring setelah makan, apalagi jika disertai dengan keluhan lain seperti perut kembung, sering bersendawa, atau rasa nyeri, bisa menjadi sinyal adanya masalah pencernaan tertentu. Hal ini penting untuk dipahami agar kamu bisa membedakan mana proses pencernaan yang wajar dan mana yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Oleh karena itu, mengetahui pemicu di balik suara perut tersebut dapat membantumu mengambil langkah penanganan yang tepat, baik melalui perubahan pola makan maupun gaya hidup. Nah, mau tahu apa saja penyebab perut bunyi padahal sudah makan dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengenal Borborygmi: Suara Alami dari Perut

Sebelum membahas penyebab spesifiknya, penting untuk memahami mekanisme di balik suara perut. Saluran pencernaan manusia pada dasarnya adalah sebuah tabung panjang yang berongga. Ketika makanan, cairan, asam lambung, dan gas melewati tabung ini, dinding usus akan melakukan gerakan meremas dan mendorong yang disebut sebagai gerakan peristaltik.

Karena lambung dan usus memiliki ruang kosong, suara yang dihasilkan dari percampuran cairan, gas, dan makanan tersebut akan menggema, menciptakan suara “krucuk-krucuk” yang sering kita dengar. Saat perut kosong, suara ini memang cenderung lebih nyaring karena tidak ada makanan yang meredam gema tersebut. Namun, saat lambung sedang aktif memproses makanan yang baru masuk, suara ini juga bisa terdengar sangat jelas.

Penyebab Perut Bunyi Padahal Sudah Makan

Ada beberapa faktor medis maupun kebiasaan yang bisa membuat perutmu berbunyi lebih aktif dan nyaring setelah menyantap hidangan. Berikut adalah penyebab yang paling umum terjadi:

1. Proses Pencernaan yang Sedang Berlangsung

Penyebab paling utama dan paling normal dari perut berbunyi setelah makan adalah karena lambung dan usus sedang bekerja keras. Setelah kamu makan, sistem pencernaan akan segera melepaskan enzim dan asam lambung untuk memecah makanan. Gerakan peristaltik usus akan membolak-balikkan makanan tersebut layaknya mesin cuci yang sedang memutar pakaian. Proses mekanis inilah yang sering menimbulkan suara bergemuruh.

2. Produksi Gas Berlebih di Saluran Cerna

Jika kamu mengonsumsi makanan yang mengandung gas tinggi, perut akan cenderung berbunyi lebih keras. Makanan seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, bawang, serta minuman bersoda dapat menghasilkan banyak gas saat dipecah oleh bakteri alami di usus besar. Gas yang terperangkap ini akan bergerak mencari jalan keluar, sehingga menimbulkan suara berisik. Sebagai pertolongan pertama pada perut kembung dan bergas, kamu bisa beli obat di Halodoc seperti antasida atau suplemen pencernaan, produk 100% asli dan produk langsung diantar ke rumah.

3. Menelan Terlalu Banyak Udara (Aerofagia)

Tanpa disadari, kebiasaan makan yang buruk bisa membuatmu menelan banyak udara. Makan terlalu cepat, mengobrol saat mengunyah makanan, menggunakan sedotan saat minum, atau mengunyah permen karet setelah makan adalah penyebab utama udara masuk ke lambung. Udara yang terperangkap ini akan bergerak melewati usus dan menciptakan suara gelembung atau gemuruh yang cukup keras sebelum akhirnya dikeluarkan dalam bentuk sendawa atau buang angin (kentut).

4. Intoleransi Makanan

Perut berbunyi hebat setelah makan juga bisa menjadi tanda bahwa tubuhmu kesulitan mencerna komponen makanan tertentu. Contoh paling umum adalah intoleransi laktosa (gula pada susu) dan penyakit celiac (reaksi imun terhadap gluten). Karena tubuh kekurangan enzim untuk memecah zat tersebut, makanan yang tidak tercerna akan langsung masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri, menghasilkan gas berlebih, perut berbunyi, hingga diare.

5. Sindrom Iritasi Usus Besar (Irritable Bowel Syndrome/IBS)

Bagi penderita IBS, saluran pencernaan cenderung sangat sensitif terhadap kontraksi otot. Sistem saraf di usus penderita IBS mungkin memicu usus untuk bergerak lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini sering kali menyebabkan perut berbunyi sangat nyaring setelah makan, yang umumnya dibarengi dengan rasa kram, kembung, serta perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit).

Tips Mencegah Perut Bunyi Berlebihan Setelah Makan
  1. Kunyah makanan secara perlahan: Idealnya, kunyah makanan hingga 30 kali sebelum ditelan untuk membantu meringankan beban kerja lambung dan mencegah udara ikut tertelan.
  2. Porsi makan lebih kecil tapi sering: Makan dalam porsi besar sekaligus membuat lambung bekerja ekstra keras, memicu kontraksi yang menghasilkan suara lebih berisik.
  3. Batasi makanan tinggi FODMAP: Kurangi porsi makanan yang sulit dicerna dan mudah memicu gas seperti produk susu, kacang, dan pemanis buatan.

Cara Mengatasi Perut Bunyi Setelah Makan

Jika perut yang berbunyi membuatmu merasa tidak nyaman atau mengganggu aktivitas sehari-hari, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah untuk meredakannya:

1. Berjalan Kaki Ringan Setelah Makan

Hindari langsung berbaring atau tidur setelah makan. Sebaliknya, lakukan jalan kaki ringan selama 10 hingga 15 menit. Aktivitas fisik yang ringan dapat membantu merangsang pergerakan makanan melalui saluran pencernaan secara lebih lancar, mempercepat proses pengosongan lambung, dan membantu melepaskan gas yang terperangkap sehingga perut tidak terlalu berisik.

2. Minum Teh Herbal Hangat

Beberapa jenis teh herbal, seperti teh peppermint, teh jahe, atau teh chamomile, memiliki sifat karminatif (membantu mengeluarkan gas dari saluran cerna) dan antispasmodik (melemaskan otot perut). Mengonsumsi secangkir teh herbal hangat setelah makan dapat menenangkan saluran pencernaan, mengurangi gas, dan meredakan kontraksi usus yang terlalu aktif.

3. Mengelola Stres dan Kecemasan

Usus dan otak terhubung erat melalui apa yang disebut gut-brain axis. Saat kamu merasa cemas atau stres, tubuh merespons dengan mengubah pergerakan lambung dan usus, yang sering kali meningkatkan asam lambung dan memicu suara perut. Berlatih teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi bisa membantu menenangkan sistem pencernaanmu.

Kapan Harus Waspada dan Ke Dokter?

Perlu diingat bahwa suara perut pada dasarnya adalah hal yang tidak berbahaya. Namun, borborygmi bisa menjadi indikator adanya masalah medis serius jika selalu disertai dengan tanda-tanda bahaya (red flags) berikut ini:

  • Nyeri perut hebat yang tidak kunjung mereda.
  • Mual dan muntah secara terus-menerus.
  • Diare persisten atau sembelit yang berlangsung berhari-hari.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
  • Terdapat darah pada feses (buang air besar berdarah).
  • Perut terasa keras, bengkak, dan sangat kembung hingga sulit buang angin.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami tanda bahaya tersebut bersamaan dengan perut yang terus berbunyi kencang, segeralah konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis penanganan medis yang akurat.

Studi Terkait Mengenai Bunyi Perut dan Pencernaan

Journal of Neurogastroenterology and Motility menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa karakteristik bunyi usus (bowel sounds) sangat berkaitan erat dengan aktivitas motorik saluran cerna. Studi tersebut menyoroti bahwa peningkatan frekuensi dan intensitas suara perut setelah makan (fase postprandial) adalah indikator normal dari peningkatan motilitas usus akibat hormon pencernaan yang aktif merespons makanan.

Lebih lanjut, temuan dari National Institutes of Health (NIH) mencatat bahwa pada pasien dengan gangguan pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), profil suara perut sering kali terdengar lebih tidak teratur dan bernada lebih tinggi. Ini membuktikan bahwa meskipun perut berbunyi adalah proses fisiologis biasa, perubahan drastis pada frekuensi suara yang disertai rasa sakit bisa menjadi biomarker untuk mendiagnosis gangguan pencernaan fungsional.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Intestinal gas: Belching, bloating and flatulence.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Borborygmi (Stomach Growling).
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Gas in the Digestive Tract.
Healthline. Diakses pada 2024. Why Is My Stomach Growling?
PubMed Central. Diakses pada 2024. Bowel Sounds and their Clinical Significance in Gastrointestinal Motility.

FAQ

1. Apakah normal jika perut selalu berbunyi nyaring setiap selesai makan?

Ya, hal tersebut sangat normal. Suara tersebut adalah tanda bahwa lambung dan ususmu sedang melakukan gerakan peristaltik yang aktif untuk mencerna, memecah makanan, dan memindahkannya ke saluran pencernaan bagian bawah.

2. Apa kaitan antara perut berbunyi dengan penyakit asam lambung (GERD)?

Pada penderita GERD atau asam lambung tinggi, pencernaan terkadang bisa berjalan lebih lambat atau diiringi dengan produksi gas berlebih di lambung. Gas berlebih dan iritasi dinding lambung ini dapat memicu kontraksi otot yang tidak teratur, sehingga menghasilkan suara bergemuruh yang kencang.

3. Mengapa minum air putih terkadang membuat perut semakin berbunyi?

Ketika kamu minum banyak air, terutama saat perut sudah terisi makanan, cairan tersebut akan bercampur dengan udara dan makanan di dalam rongga lambung. Kombinasi cairan dan gas yang teraduk oleh gerakan otot lambung inilah yang menghasilkan gema atau suara percikan (krucuk) yang sangat jelas terdengar.

4. Apakah posisi tubuh memengaruhi seberapa keras perut berbunyi?

Tentu saja. Berbaring telentang segera setelah makan dapat membuat udara di dalam lambung terperangkap dan bergerak melalui cairan pencernaan, yang menciptakan suara lebih bising. Duduk tegak atau berjalan santai dapat membantu udara keluar lebih mudah melalui sendawa yang senyap.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang